JATENGKU.COM, SEMARANG – Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) yang tergabung dalam tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Pudakpayung, Semarang, menggelar serangkaian program edukasi intensif yang berfokus pada pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Kegiatan yang berlangsung sepanjang bulan Juli ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing, melek digital, dan kesadaran hukum para pelaku usaha di wilayah tersebut agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas dan membangun bisnis yang berkelanjutan.
Kelurahan Pudakpayung dikenal memiliki banyak potensi UMKM, mulai dari kuliner hingga kerajinan tangan, yang menjadi tulang punggung ekonomi bagi banyak keluarga. Namun, produk yang berkualitas seringkali tidak didukung dengan presentasi visual yang memikat di etalase digital.
Selain itu, banyak pelaku usaha yang masih mencampuradukkan keuangan pribadi dengan usaha, sehingga sulit mengukur keuntungan secara akurat dan lebih jauh lagi, sulit untuk mengajukan pinjaman modal usaha ke lembaga perbankan karena tidak ada riwayat keuangan yang jelas.
Koordinator program pemberdayaan UMKM, Thalita Najwa Camila, menjelaskan bahwa program ini dirancang secara terpadu untuk menjawab kebutuhan riil di lapangan.
“Kami melihat potensi besar pada produk-produk UMKM di sini, namun banyak yang belum go-digital. Program kami dirancang secara terpadu, mulai dari hal mendasar seperti legalitas usaha melalui NIB, pembukuan digital, hingga strategi pemasaran modern di media sosial,” ujar Thalita pada Selasa (15/7/2025).
Kegiatan edukasi ini melibatkan beberapa mahasiswa dengan keahlian spesifik. Cinta Dina Puan Maharani dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis memberikan pelatihan mengenai strategi pemasaran produk yang efektif, mencakup cara menghitung biaya produksi secara cermat, membandingkan dengan harga kompetitor, dan menetapkan margin keuntungan yang wajar.
Sementara itu, Satya Padma Sari dari Sekolah Vokasi fokus pada praktik langsung pendaftaran lokasi usaha di Google Maps untuk meningkatkan visibilitas dan membangun kredibilitas melalui ulasan pelanggan.
Di sisi digital, Thalita Najwa Camila dari program studi Informasi dan Humas memberikan pelatihan penguatan branding, strategi digital marketing dan pembuatan katalog WA Business bagi UMKM.
Selain pemasaran, aspek legalitas dan keuangan juga menjadi sorotan utama. Festy Selvira Indiraningtyas dari Fakultas Hukum memberikan pendampingan langsung dalam proses pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem OSS, yang merupakan kunci untuk mengakses program bantuan pemerintah dan sertifikasi halal.
Di samping itu, Akbar Baskara Nugroho yang juga dari Fakultas Hukum, memberikan edukasi mengenai bentuk badan usaha Perseroan Perorangan. Ia menjelaskan bahwa bentuk usaha ini memberikan pemisahan yang jelas antara aset pribadi dan aset usaha, sehingga jika terjadi kerugian bisnis, aset pribadi pemilik tetap terlindungi.
Sementara itu, Muhammad Baihaqi dari jurusan Akuntansi melatih para pelaku usaha untuk beralih dari pencatatan manual ke aplikasi pembukuan digital sederhana, yang memungkinkan mereka memantau laba-rugi secara real-time.

Ibu Ratih, salah satu peserta yang memiliki usaha makanan ringan, mengaku sangat terbantu dengan program ini.
“Dulu saya bingung bagaimana cara mempromosikan produk selain dari mulut ke mulut. Keuntungan pun tidak pernah tercatat jelas, semua campur aduk. Setelah ikut pelatihan ini, saya jadi lebih percaya diri membuat akun media sosial dan rutin mencatat setiap penjualan. Apalagi setelah dibantu mendaftarkan usaha di Google Maps, sudah ada beberapa pesanan dari luar daerah yang sebelumnya tidak pernah saya jangkau. Rasanya seperti usaha saya benar-benar naik kelas,” ungkapnya dengan antusias.
Pihak kelurahan pun menyambut baik inisiatif para mahasiswa. Bapak Heru, perwakilan dari Kelurahan Pudakpayung, menyatakan apresiasinya.
“Inisiatif mahasiswa KKN Undip ini sangat kami apresiasi. Pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan oleh warga kami untuk bisa bersaing di era digital. Ini adalah contoh sinergi yang baik antara dunia akademis dan masyarakat untuk bersama-sama memajukan ekonomi lokal. Kami berharap kolaborasi seperti ini bisa terus berlanjut,” jelasnya.
Lebih lanjut, Thalita menambahkan bahwa program ini diharapkan tidak berhenti sebagai acara seremonial.
“Kami berharap pengetahuan yang dibagikan dapat terus diterapkan dan dikembangkan oleh para pelaku UMKM. Dengan legalitas yang jelas, pembukuan yang rapi, dan pemasaran digital yang efektif, kami yakin UMKM di Pudakpayung bisa naik kelas. Lebih jauh lagi, UMKM yang kuat akan menjadi daya tarik tambahan yang mendukung potensi wisata daerah, menawarkan produk oleh-oleh otentik yang memperkaya pengalaman wisatawan,” tutupnya.











