JATENGKU.COM, BOYOLALI — Mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) dari berbagai disiplin ilmu berkolaborasi dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Multidisiplin 2025 untuk memberdayakan UMKM olahan susu, khususnya produsen keju mozzarella di Desa Banyuanyar, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali. Melalui gabungan inovasi teknologi tepat guna, literasi digital, dan edukasi keuangan, program ini berhasil menjawab tantangan produksi, pemasaran, dan pencatatan usaha secara menyeluruh.
Inovasi Teknologi untuk Produksi Mozzarella
Permasalahan utama yang dihadapi UMKM seperti Omah Susu Cowboy adalah mesin pasteurisasi dan pengaduk yang tersedia namun tidak pernah berfungsi optimal akibat kerusakan dan kurangnya pengetahuan teknis pengoperasian. Menanggapi hal ini, mahasiswa KKN TIM-87 UNDIP merancang ulang kedua mesin agar sesuai dengan kondisi lapangan dan kebutuhan produksi. Sebagai realisasi, program ini telah diselesaikan dan diserahkan pada Kamis (24/7).
“Melalui program ini, kami tidak hanya sekadar merancang ulang mesin pasteurisasi dan pengaduk, tetapi juga memastikan desainnya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan. Harapannya, mesin ini dapat menjadi solusi nyata untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas produk mozzarella,” ujar Rizza Nurul Affan, Ketua KKNT TIM-87 UNDIP.
Proses perancangan melibatkan diskusi bersama pengelola rumah produksi, kelompok peternak sapi perah, dan masyarakat sekitar untuk menyesuaikan desain dengan kebutuhan riil. Pengelola Kampung Susu Desa Banyuanyar, Parmono, menyambut baik inisiatif ini. “Saya sangat mengapresiasi bantuan dari mahasiswa KKN dalam merancang mesin produksi keju mozzarella. Inisiatif ini sangat membantu kami, dan harapannya dapat mendukung proses produksi yang lebih lancar dan efisien. Melalui kolaborasi ini, kami optimis bisa menghasilkan mozzarella dengan kualitas dan nilai jual yang lebih baik ke depannya,” ungkapnya.
Sinergi multidisiplin juga tampak dalam keterlibatan berbagai mahasiswa. Tim mekanik yang terdiri dari Deny dan Rizza dari Rekayasa Perancangan Mekanik berperan dalam pengukuran serta desain ulang mesin, sementara Daffa dan Nicholas dari Teknik Elektro fokus pada perancangan dan penelitian sistem kelistrikan agar mesin bekerja lebih stabil dan efisien.
Dari sisi dokumentasi teknis, Misykah (Bahasa Asing Terapan) dan Aisyah (Akuntansi) menyusun booklet panduan pengoperasian berdasarkan materi yang telah disusun tim mekanik. Booklet tersebut dirancang dengan tampilan visual menarik, menggunakan bahasa sederhana, serta tersedia dalam dua versi yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris agar lebih mudah dipahami dan dapat digunakan untuk promosi ke pasar yang lebih luas.
Sementara itu, Zannuba (Biologi) merancang panduan larutan pembersih berbahan dasar daun pepaya sebagai alternatif ramah lingkungan untuk menggantikan bahan kimia dalam menjaga kebersihan peralatan produksi keju mozzarella. Mirtha (Informasi dan Humas) melengkapi dengan penyusunan company profile yang menampilkan tahapan pengukuran, perancangan, hingga operasional alat secara visual dan informatif. Dokumen ini tidak hanya berfungsi sebagai media promosi, tetapi juga sebagai bentuk dokumentasi untuk memperluas jangkauan inovasi teknologi lokal agar lebih dikenal dan dimanfaatkan secara optimal.
Transformasi Digital dan Pemanfaatan Data
Selain inovasi mesin, mahasiswa Statistika UNDIP seperti Robin dan Alya memperkenalkan sistem pencatatan otomatis berbasis Google Form dan dashboard interaktif di Looker Studio. Sistem ini memungkinkan pelaku UMKM memantau efisiensi dan tren produksi secara real-time, sehingga data dapat dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan strategis.
Robin juga melatih Karang Taruna dalam analisis kata kunci dan sentimen pasar menggunakan Google Trends serta Twitter scraping, agar mereka mampu menjadi agen digitalisasi yang membantu pelaku UMKM memproduksi konten promosi sesuai tren konsumen. Alya melengkapi dengan pelatihan penggunaan TikTok Insight, mengajarkan cara membaca data performa konten, menentukan jam tayang optimal, dan merancang strategi konten efektif.
Edukasi Keuangan dan Branding Produk
Dari sisi manajemen usaha, Puja (Akuntansi Perpajakan) memberikan pelatihan pencatatan keuangan, mulai dari transaksi harian hingga penyusunan laporan laba rugi dan HPP. Solusi pencatatan manual berbentuk buku laporan fisik juga disiapkan untuk pelaku usaha yang belum siap beralih ke sistem digital, namun tetap ingin menata keuangan secara sistematis.
Sementara itu, Pinkan dan Ridha (Fakultas Ilmu Budaya) merancang e-book promosi digital dan katalog Instagram carousel dengan sentuhan visual budaya populer Jepang dan Western. Desain ini ditujukan untuk mengangkat citra keju mozzarella lokal agar lebih menarik bagi pasar generasi muda.
Kegiatan ini melibatkan pelaku UMKM, Karang Taruna Dukuh Wangan, kelompok peternak, dan masyarakat umum. Antusiasme terlihat dari keaktifan peserta dalam pelatihan, mulai dari mencoba sistem pencatatan, membuat konten promosi, hingga menyusun strategi usaha berbasis data.
Masyarakat berharap program ini dapat berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak pelaku usaha di desa lain. Pelatihan digitalisasi, pencatatan keuangan, dan pemasaran berbasis data dianggap sangat membantu dalam mengembangkan usaha. Mereka juga berharap ada pendampingan lanjutan, termasuk pengenalan aplikasi keuangan sederhana dan strategi branding yang konsisten.
Gabungan inovasi mesin, literasi digital, edukasi keuangan, dan strategi branding yang dihadirkan mahasiswa UNDIP menunjukkan bahwa kolaborasi lintas disiplin mampu menciptakan solusi nyata untuk meningkatkan daya saing UMKM. Ke depan, mesin pasteurisasi dan pengaduk hasil perancangan ini diharapkan dapat direplikasi di UMKM pengolahan susu di daerah lain, sementara Karang Taruna yang telah dibekali keterampilan digital dapat menjadi pendamping berkelanjutan bagi pelaku usaha.
Program ini menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat tidak hanya berdampak pada peningkatan produktivitas, tetapi juga membuka jalan bagi UMKM untuk naik kelas melalui teknologi, data, dan strategi pemasaran modern.











