JATENGKU.COM, PEKALONGANMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja mengenai Potensi akrobentos sebagai Bioindikator Ekosistem Pesisir Pantai di Desa Blacanan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan.

Program ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat Desa Blacanan khususnya anak-anak yang sering bermain di daerah pesisir pantai bahwa bentos berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan perairan melalui proses daur ulang materi organik, pemurnian air, serta menjadi indikator kualitas lingkungan karena sensitivitasnya terhadap perubahan kondisi habitat. Keanekaragaman jenis bentos seperti moluska, krustasea, dan polychaeta juga mencerminkan kesehatan ekosistem pesisir.

Program ini dilakukan dengan pendekatan pembelajaran interaktif, edukasi tentang potensi bentos di ekosistem laut dapat tersampaikan dengan baik kepada anak-anak. Program ini membuktikan bahwa edukasi lingkungan tidak harus kaku dan dapat dikembangkan melalui berbagai media kreatif.

Momen kebersamaan mahasiswa KKN UNDIP dan masyarakat dalam satu frame.

Diharapkan kegiatan ini menjadi inspirasi untuk pelaksanaan program serupa di wilayah pesisir lainnya. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak khususnya di Desa Blacanan yang sedang mengaji setiap sore dan mendapat dukungan penuh dari perangkat desa dan ustadz yang membimbing anak-anak mengaji. Salah satu peserta, Eva, menyampaikan bahwa “Kegiatannya sangat menyenangkan dan seru karena kakak-kakak menyiapkan permainan dan kejutan hadiah”

Melalui program ini, mahasiswa KKN berharap semoga kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa pesisir lainnya untuk mulai bergerak dan mengedukasi generasi penerus dengan cara yang kreatif dan menyenangkan.

Harapannya, dengan mengenal ekosistem laut sejak kecil, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang cinta laut dan peduli terhadap kelestariannya. Perwakilan mahasiswa KKN, Pande Maharani, mengungkapkan bahwa mereka akan terus berupaya memberikan manfaat bagi masyarakat selama masa pengabdian di desa tersebut.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan melalui edukasi interaktif tentang bentos, bukan hanya pengetahuan anak-anak yang bertambah, tetapi juga tumbuh kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga laut sebagai sumber kehidupan. Ketika generasi muda mulai peduli, harapan akan masa depan pesisir yang bersih, sehat, dan lestari pun semakin nyata.

Lebih dari sekadar program edukasi, inisiatif ini membuka jalan bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat pesisir melalui pemahaman yang lebih dalam tentang sumber daya laut mereka sendiri. Dengan menjaga ekosistem laut tetap seimbang, keberlanjutan pangan, ekonomi, dan lingkungan dapat terwujud secara bersamaan.

Ke depan, diharapkan program ini tidak berhenti sebagai kegiatan satu kali, melainkan terus berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan sekolah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lokal. Dengan sinergi yang kuat, kita bisa memastikan bahwa anak-anak pesisir hari ini tumbuh menjadi penjaga laut yang tangguh di masa depan demi laut yang lestari dan kehidupan yang lebih baik bagi semua.

Editor: Handayat