Mahasiswa KKN UNDIP Lakukan Pemberdayaan Masyar...

Mahasiswa KKN UNDIP Lakukan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pakan Fungsional, Dukung Produksi Ternak dan Perikanan Berkelanjutan di Desa Posong, Batang

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, Batang – Ketersediaan pakan berkualitas menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan budidaya unggas dan ikan di tingkat masyarakat. Namun, pemahaman mengenai pakan fungsional bernutrisi tinggi masih relatif terbatas. Permasalahan tersebut juga dialami di berbagai lokasi di Indonesia khususnya Desa Posong, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang yang masih menganut sistem pemberian pakan tanpa ada penambah nutrisi untuk memicu perkembangan budidaya secara efektif sehingga menyebabkan masa panen yang lama.

Berangkat dari permasalahan tersebut, kegiatan edukatif yang memanfaatkan sumber pakan alternatif yang mudah diakses dan memiliki nilai gizi yang baik diperkenalkan dalam salah satu program kerja terlaksana KKN-Reguler Universitas Diponegoro (UNDIP) di Desa Posong.

Pada Rabu, 28 Januari 2026, kegiatan edukasi mengenai pemanfaatan Artemia salina sebagai pakan fungsional untuk unggas dan ikan budidaya dipandu oleh Julian Ricky selaku Mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan FPIK UNDIP sebagai bentuk penguatan pengetahuan masyarakat terkait sumber pakan alternatif dengan kandungan nutrisi tinggi. Edukasi ini diberikan kepada masyarakat dengan pendekatan penjelasan aplikatif dan kontekstual terhadap praktik budidaya lokal.

Mahasiswa KKN UNDIP Lakukan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pakan Fungsional, Dukung Produksi Ternak dan Perikanan Berkelanjutan di Desa Posong, Batang
Pelaksanaan Program Edukasi dan Simulasi Penerapan Formulasi Pakan.

Program ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan berupa pengetahuan sederhana yang disampaikan meliputi karakteristik Artemia salina, keunggulan kandungan gizinya serta potensi penggunaannya sebagai pakan tambahan untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan ternak dan ikan hingga pembagian brosur mengenai tahapan formulasi pakan fungsional sederhana. Warga Desa sebagai audiensi juga diberikan gambaran mengenai teknik pemanfaatan dan pengelolaan pakan fungsional sehingga dapat diterapkan dengan kebutuhan budidaya setempat.

Kegiatan edukasi ini mendapat respons positif karena memberikan perspektif baru tentang diversifikasi pakan. Diharapkan, pengetahuan tersebut dapat mendorong masyarakat untuk mengadopsi sumber pakan alternatif yang lebih adaptif, bernilai tambah, dan mendukung produktivitas budidaya.

Formulasi pakan fungsional menggunakan Artemia salina semakin dikenal sebagai salah satu pendekatan inovatif dalam meningkatkan kualitas pakan untuk berbagai komoditas budidaya, khususnya ikan dan unggas. Pemanfaatan organisme mikrokustasea ini dinilai strategis karena memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, terutama protein, asam amino esensial, serta asam lemak yang berperan penting dalam pertumbuhan dan daya tahan tubuh ternak. Dalam berbagai kegiatan edukasi budidaya, Artemia salina kerap diperkenalkan sebagai bahan baku pakan tambahan yang efektif dan adaptif.

Keunggulan utama Artemia salina terletak pada nilai gizinya yang relatif lengkap dan mudah dicerna, sehingga sangat sesuai digunakan sebagai pakan fase awal maupun pakan tambahan pada fase pertumbuhan. Kandungan proteinnya yang tinggi mendukung percepatan pertumbuhan biomassa, sementara komponen bioaktif di dalamnya berkontribusi terhadap peningkatan respons imun organisme budidaya. Selain itu, ukuran dan teksturnya sesuai untuk berbagai jenis larva ikan dan unggas muda, sehingga tingkat konsumsi pakan cenderung lebih optimal dibandingkan pakan buatan biasa.

Dari sisi penerapan, formulasi pakan fungsional berbasis Artemia salina tergolong fleksibel karena dapat dikombinasikan dengan bahan pakan lain sesuai kebutuhan nutrisi spesifik. Proses penggunaannya relatif sederhana dan dapat diterapkan pada skala kecil hingga menengah. Dengan kombinasi nilai nutrisi tinggi, kemudahan pemanfaatan, dan dampak positif terhadap performa pertumbuhan, Artemia salina menjadi salah satu alternatif pakan fungsional yang prospektif untuk mendukung sistem budidaya yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Penulis: Julian Ricky Caesar Handianto (Ilmu Kelautan) FPIK UNDIP
DPL: Ima Wijayanti, S.Pi. M.Si., Ph.D.
Lokasi: Desa Posong, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang
KKN Reguler UNIVERSITAS DIPONEGORO TAHUN 2025/2026

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan