JATENGKU.COM, BATANG – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNDIP 65 kelompok Legalisasi menggelar sosialisasi dan diskusi bertema “Pentingnya SK Desa Wisata, SK & AD/ART Pokdarwis, serta Pembuatan NIB, PIRT, dan Sertifikat Halal” di Tol Khayangan, Sabtu (9/8/2025). Kegiatan dihadiri perangkat desa, Pokdarwis, pemuda, dan pelaku UMKM setempat.
Acara ini menjadi langkah strategis untuk mendorong Pranten naik status dari kategori rintisan menuju mandiri dan berkelanjutan. Selain memaparkan alur dan persyaratan peningkatan status, tim KKN menyerahkan draft AD/ART Pokdarwis yang siap digunakan, serta memberikan pendampingan legalitas usaha.
Hasilnya, satu UMKM lokal berhasil mendapatkan panduan pembuatan NIB, PIRT, dan Sertifikat Halal, sementara beberapa UMKM lainnya masih terkendala dalam memenuhi persyaratan dokumen. Dengan adanya satu UMKM lokal yang berhasil mendapatkan panduan ini, produk khas seperti Keripik Kentang, dan Sale Carica semakin siap bersaing di pasar wisata.
Zaenal, Kepala Dusun Sigemplong sekaligus pelaku UMKM, mengapresiasi pendampingan tersebut. “Semoga AD/ART ini membantu keberlangsungan Pokdarwis dan bimbingan kepada pelaku UMKM mempermudah kami memproduksi dan menjual produk khas Pranten,” ujarnya. Dukungan juga datang dari Sekretaris Desa, Ibu Ela, yang menilai KKN UNDIP telah berperan besar dalam memperlancar administrasi wisata dan legalitas usaha warga.
Dengan potensi alam seperti Tol Khayangan, Kawah Sipandu, hingga Telaga Mendongan, ditopang kelembagaan kuat dan usaha rakyat yang legal, Pranten dinilai siap menjadi destinasi unggulan Batang. KKN UNDIP Tim 65 berharap sinergi antara desa, pemerintah daerah, dan kementerian terkait dapat memaksimalkan peluang tersebut.




