JATENGKU.COM, BATANG — Dusun Kebaturan, Desa Kembanglangit terus berbenah dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat. Salah satu langkah nyatanya datang dari inisiatif mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro yang menciptakan Linktree Desa, sebuah layanan digital yang memuat formular persuratan, formulir pelaporan, dan promosi UMKM warga dalam satu tautan yang mudah diakses.
Inovasi ini lahir dari pengamatan para mahasiswa terhadap kebutuhan masyarakat desa yang beragam. Selama melakukan observasi di lapangan, tim KKN menemukan bahwa informasi mengenai proses persuratan, saluran pelaporan, dan data pelaku UMKM seringkali tersebar secara lisan atau tersimpan di dokumen terpisah, sehingga warga harus bertanya langsung ke kantor desa. Hal ini kerap memakan waktu dan tidak jarang membuat informasi terlambat tersampaikan.
Berangkat dari masalah tersebut, tim KKN Dusun Kebaturan, Desa Kembanglangit mengembangkan Linktree Desa yang memuat formular persuratan Desa, form pelaporan warga dan daftar kontak UMKM lokal.

Tidak hanya membuat, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro juga melakukan sosialisasi secara langsung kepada para ketua RT, admin kantor desa, dan perwakilan warga sekaligus memasang poster di kawasan Dusun. Sosialisasi ini bertujuan agar Linktree Desa benar-benar dimanfaatkan, bukan sekadar menjadi tautan yang terlupakan. Dalam kegiatan ini, tim KKN Undip menjelaskan cara mengakses Linktree, fungsi setiap menu, dan manfaatnya bagi warga.
“Kami ingin memastikan semua warga, dari remaja sampai orang tua, bisa merasakan manfaatnya. Karena itu, kami mensosialisasikan secara langsung agar masyarakat tahu, paham, dan mau menggunakan Linktreea ini,” ujar salah satu anggota tim KKN.
Manfaat dari Linktree Desa ini tidak hanya terbatas pada pelayanan publik. Dengan adanya daftar kontak UMKM, diharapkan perekonomian desa juga dapat berkembang, terutama dalam memperluas jangkauan pasar produk lokal.
Keberadaan Linktree menjadi bukti bahwa desa pun bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Langkah ini menunjukkan bahwa digitalisasi bukan hanya milik kota besar, tetapi juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat kebaturan untuk meningkatkan pelayanan, transparansi, dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi antara mahasiswa KKN, perangkat desa, dan warga Dusun Kebaturan, kini selangkah lebih maju menuju Dusun dan desa yang informatif, responsif, dan mandiri di era digital.
