JATENGKU.COM, PEKALONGANMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melaksanakan program edukasi stunting di Desa Blacanan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, pada 14 Juli 2025. Kegiatan ini menyasar ibu hamil, ibu menyusui, serta ibu dengan balita—kelompok yang memegang peran penting dalam tumbuh kembang anak.

Tujuannya adalah menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini demi membangun generasi yang sehat dan berkualitas.

Materi edukasi disampaikan dengan pendekatan visual yang komunikatif dan bahasa yang mudah dipahami. Pembahasan difokuskan pada pengertian stunting, penyebab umum seperti kekurangan gizi dan infeksi berulang, serta dampak jangka panjangnya terhadap kesehatan dan perkembangan anak. Penekanan khusus diberikan pada pentingnya pemantauan pertumbuhan dan pemenuhan kebutuhan gizi selama periode emas anak.

Salah satu mahasiswa KKN tengah menyampaikan materi mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang dan pemantauan pertumbuhan anak dalam upaya pencegahan stunting sejak dini.

Dengan latar belakang pengetahuan yang kuat di bidang kesehatan, mahasiswa memberikan informasi yang relevan dan aplikatif sesuai kondisi masyarakat. Peserta tidak hanya diajak memahami konsep medis secara umum, tetapi juga bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pola makan hingga pola pengasuhan.

Kegiatan ini juga melibatkan kolaborasi lintas bidang. Mahasiswa dari program studi lain turut berkontribusi dalam memperkaya perspektif edukasi, seperti pentingnya MP-ASI bergizi dan terjangkau, serta pola asuh yang mendukung keseimbangan fisik dan emosional anak. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung di bawah arahan dosen pembimbing: Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum., Riris Tiani, S.S., M.Hum., dan Dr. Nailul Fauziyah, S.Psi., M.Psi.

Sebagai bentuk kesinambungan program, mahasiswa menyerahkan modul edukasi versi cetak kepada kader posyandu agar dapat digunakan dalam kegiatan rutin desa. Materi juga tersedia dalam versi digital dan dapat diakses ulang melalui QR code, sehingga informasi tetap terbuka bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro berharap dapat berkontribusi dalam menguatkan peran keluarga dalam pencegahan stunting. Edukasi yang dilakukan menjadi bagian dari langkah kolektif menuju masa depan desa yang lebih sehat dan bebas dari stunting.

Editor: Handayat