Mahasiswa KKN UPGRIS Dorong UMKM Tempe Go Digital Secara Sederhana

Dokumentasi Pribadi Pelaksanaan Sosialisasi

 

Kabupaten Pati, 4 Februari 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mengadakan kegiatan edukasi UMKM digital sederhana bagi produsen dan penjual tempe di desa Ngurensiti RT 02 RW 02, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati. Kegiatan ini bertujuan membantu pelaku usaha kecil memanfaatkan teknologi yang mudah dijangkau, seperti ponsel dan aplikasi WhatsApp, untuk meningkatkan penjualan dan memperluas pasar.

Program ini menyasar pelaku UMKM tempe yang selama ini masih mengandalkan penjualan secara konvensional, seperti di pasar atau kepada pelanggan tetap. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memberikan pemahaman bahwa digitalisasi tidak harus rumit atau mahal, tetapi dapat dimulai dari langkah paling sederhana.

Materi edukasi menekankan bahwa UMKM digital adalah usaha kecil yang memanfaatkan ponsel dan internet untuk promosi, komunikasi dengan pelanggan, serta pencatatan penjualan. Dengan hanya menggunakan WhatsApp, pelaku usaha sudah dapat menerima pesanan, mengirim foto produk, dan berkomunikasi lebih cepat dengan pembeli.

Selain itu, mahasiswa juga mengajak pelaku usaha untuk mulai memotret produk tempe secara sederhana menggunakan ponsel. Foto produk yang bersih, terang, dan rapi dinilai dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan tanpa harus menggunakan peralatan mahal.

Mahasiswa KKN UPGRIS Dorong UMKM Tempe Go Digital Secara Sederhana

Dokumentasi Pribadi Pelaksanaan Sosialisasi

Dalam sesi edukasi, peserta juga diajarkan cara mencatat penjualan secara digital menggunakan catatan di ponsel atau buku sederhana. Pencatatan ini penting agar pelaku usaha dapat mengetahui keuntungan, hari penjualan terbaik, serta mengatur jumlah produksi dengan lebih tepat.

Mahasiswa KKN UPGRIS menjelaskan bahwa promosi melalui Status WhatsApp merupakan cara paling mudah untuk menjangkau pelanggan. Dengan rutin memposting informasi seperti “tempe fresh pagi ini” atau “stok tempe masih tersedia,” penjualan dapat meningkat tanpa biaya tambahan.

Mahasiswa KKN UPGRIS Dorong UMKM Tempe Go Digital Secara Sederhana

Dokumentasi Pribadi Pelaksanaan Sosialisasi

Salah satu contoh yang disampaikan dalam materi adalah kisah produsen tempe yang berhasil meningkatkan produksi hingga 30 persen setelah rutin memanfaatkan WhatsApp untuk promosi dan komunikasi dengan pelanggan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap pelaku UMKM di desa dapat memahami bahwa digitalisasi bukan soal teknologi yang rumit, tetapi tentang kemauan untuk memulai dari langkah kecil yang konsisten.

“Kami ingin menunjukkan bahwa dengan HP saja, usaha tempe sudah bisa naik kelas. Tidak perlu langsung ke marketplace besar, cukup mulai dari WhatsApp,” ujar salah satu mahasiswa KKN UPGRIS.

Kegiatan edukasi ini mendapat respon positif dari para pelaku UMKM, karena materi yang diberikan dinilai praktis, mudah dipahami, dan langsung bisa diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Melalui program ini, mahasiswa KKN UPGRIS berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi desa serta meningkatkan daya saing UMKM lokal melalui pemanfaatan teknologi digital secara sederhana dan berkelanjutan.

Editor: Handayat

Tag