KABUPATEN PATI, 7 Februari 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar kegiatan edukasi pengelolaan keuangan rumah tangga bagi masyarakat desa. Kegiatan ini bertujuan membantu keluarga mengatur pemasukan dan pengeluaran agar kebutuhan terpenuhi, memiliki tabungan, serta terhindar dari utang berlebihan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menyampaikan materi secara sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat. Pengelolaan keuangan rumah tangga dijelaskan sebagai cara mengatur pemasukan dan pengeluaran agar kehidupan keluarga lebih teratur dan tenang, bukan sekadar mengejar kekayaan secara instan.
Peserta juga diajak memahami berbagai masalah keuangan yang sering terjadi, seperti uang habis sebelum akhir bulan, tidak memiliki tabungan, hingga kebiasaan berutang untuk kebutuhan rutin. Mahasiswa menekankan bahwa masalah tersebut dapat diatasi melalui pengelolaan keuangan yang sederhana namun disiplin.
Materi edukasi juga mencakup cara mengenali sumber pemasukan keluarga, mengelompokkan pengeluaran, serta membuat anggaran sederhana. Salah satu contoh pembagian anggaran yang disampaikan adalah 50 persen untuk kebutuhan pokok, 20 persen untuk tabungan dan dana darurat, 20 persen kebutuhan tambahan, serta 10 persen untuk keinginan.

Selain itu, peserta diajarkan pentingnya mencatat pengeluaran harian, baik menggunakan buku tulis maupun catatan di ponsel. Dengan pencatatan sederhana, keluarga dapat mengetahui ke mana uang digunakan serta lebih mudah mengontrol pengeluaran.
Mahasiswa juga menekankan pentingnya menabung secara rutin serta memiliki dana darurat untuk menghadapi kondisi tak terduga, seperti sakit atau kehilangan pekerjaan. Dana darurat idealnya setara dengan tiga hingga enam bulan pengeluaran keluarga.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat karena materi yang disampaikan bersifat praktis dan langsung dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Warga merasa terbantu untuk mulai mengatur keuangan keluarga dengan cara yang sederhana.
Melalui program ini, mahasiswa KKN UPGRIS berharap masyarakat dapat membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat, sehingga tercipta keluarga yang lebih sejahtera dan ekonomi desa yang lebih stabil.










