Kegiatan pendistribusian program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, menjadi salah satu bentuk pelayanan sosial yang dilakukan secara rutin selama pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswaUniversitas PGRI Semarang (UPGRIS). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Desa Leyangan setiap hari Rabu dalam rentang waktu pelaksanaan KKN, yakni sejak 13 Januari hingga 3 Maret 2026.

Program ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, pendamping wilayah, hingga mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 9 Desa Leyangan yang turut membantu proses pendistribusian kepada masyarakat. Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengabdian kepada masyarakat sekaligus sarana pembelajaran langsung mengenai praktik pelayanan sosial di tingkat desa.

Pendistribusian MBG dilakukan secara terjadwal dan terorganisasi di Balai Desa Leyangan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN membantu berbagai tahapan kegiatan, mulai dari proses persiapan, pengemasan, hingga pembagian makanan kepada masyarakat yang menjadi sasaran program. Dengan adanya bantuan tenaga dari mahasiswa, proses distribusi dapat berlangsung lebih tertib dan efisien.

Program Makanan Bergizi Gratis ini merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang bertujuan untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan yang bergizi. Selain memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat penerima, kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi antara unsur pemerintah desa dengan dunia pendidikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 9 Desa Leyangan menunjukkan partisipasi aktif dalam mendukung kelancaran program. Mereka bekerja sama dengan perangkat desa dan pihak pendamping wilayah untuk memastikan bahwa proses pendistribusian berjalan sesuai dengan prosedur dan tepat sasaran.

Salah satu mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 9 Desa Leyangan, Bela Amara, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pendistribusian MBG memberikan pengalaman yang sangat berharga. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga memberikan pembelajaran mengenai pentingnya kerja sama dan kepedulian sosial.

“Melalui kegiatan pendistribusian MBG ini kami belajar banyak hal tentang bagaimana program sosial dijalankan di tingkat desa. Kami juga dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat serta memahami kondisi yang ada di lapangan. Pengalaman ini menjadi pelajaran yang sangat berarti bagi kami sebagai mahasiswa yang sedang menjalankan program pengabdian,” ujar Bela Amara.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan sosial semacam ini dapat memperkuat rasa empati serta tanggung jawab sosial terhadap masyarakat. Menurutnya, kegiatan yang dilakukan bersama perangkat desa tersebut menjadi salah satu momen penting selama pelaksanaan KKN di Desa Leyangan.

“Harapan kami, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan semakin berkembang sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. Selain itu, kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah desa juga diharapkan dapat terus terjalin untuk mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, pendamping wilayah mahasiswa KKN UPGRIS di Desa Leyangan, Bapak Parmin, menyampaikan apresiasinya terhadap keterlibatan mahasiswa dalam membantu proses pendistribusian MBG selama kegiatan KKN berlangsung. Menurutnya, kehadiran mahasiswa memberikan kontribusi positif dalam mendukung berbagai kegiatan sosial di desa.

“Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 9 sangat membantu dalam proses pendistribusian MBG yang dilaksanakan setiap hari Rabu di Balai Desa Leyangan. Mereka menunjukkan sikap tanggung jawab dan semangat gotong royong dalam membantu kegiatan yang berkaitan langsung dengan masyarakat,” ungkap Parmin.

Ia juga menilai bahwa partisipasi mahasiswa dalam kegiatan sosial seperti ini merupakan bentuk nyata implementasi dari tri dharma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat terlibat secara langsung dalam aktivitas pelayanan publik di tingkat desa.

“Harapan kami, kegiatan yang dilakukan mahasiswa selama KKN ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Leyangan. Selain membantu kegiatan desa, mahasiswa juga dapat memperoleh pengalaman yang bermanfaat sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat di masa mendatang,” tambahnya.

Kegiatan pendistribusian MBG yang dilaksanakan secara rutin selama masa KKN ini menjadi salah satu contoh sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi yang terjalin tidak hanya memperkuat pelayanan sosial, tetapi juga memberikan ruang pembelajaran yang luas bagi mahasiswa untuk memahami dinamika kehidupan masyarakat desa secara langsung.

Melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 9 Desa Leyangan tidak hanya menjalankan program pengabdian semata, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung program sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. Kehadiran mereka di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan dampak positif sekaligus mempererat hubungan antara dunia pendidikan dan lingkungan masyarakat.

Dengan terlaksananya kegiatan pendistribusian MBG secara rutin selama masa KKN, diharapkan program ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Leyangan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa kerja sama antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dapat menciptakan kegiatan sosial yang bermanfaat serta memperkuat semangat gotong royong dalam membangun desa.

Editor: Handayat

Tag