JATENGKU.COM, BATANG – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim I Universitas Diponegoro (UNDIP) 2025, Kelompok 1, menggelar serangkaian program pemberdayaan dan edukasi lingkungan di Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang. Salah satu program unggulan bertema “Revitalisasi Pengelolaan Bank Sampah Agar Menjadikan Lingkungan yang Sehat”berhasil mencuri perhatian warga desa karena pendekatannya yang edukatif, praktis, dan berdampak nyata.
Program multidisiplin ini melibatkan sembilan mahasiswa lintas jurusan yang secara kolaboratif merancang dan melaksanakan kegiatan pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus mendorong pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk ekonomis.
Kolaborasi Mahasiswa Lintas Keilmuan
Ketua Tim, Agam Kurniawan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, menyampaikan bahwa pendekatan yang dilakukan tidak hanya menyasar perbaikan sistem pengelolaan sampah, tetapi juga aspek edukatif, budaya, ekonomi, hingga spasial.
“Kami tidak hanya mengedukasi warga, tetapi juga menyerahkan draft peraturan desa dan SOP pengelolaan sampah agar keberlanjutan program bisa dijaga oleh perangkat desa kedepannya,” ujar Agam.
Program-Program Inovatif di Lapangan
Berikut beberapa program kerja yang berhasil dilaksanakan:
- Pelatihan Pembukuan Bank Sampah
Abi Shilah Rizqullah (FEB – Akuntansi) mengadakan pelatihan pencatatan keuangan sederhana bagi pengelola bank sampah. Ia juga membagikan template pembukuan agar transaksi dapat terdokumentasi secara transparan dan akuntabel. - Penyusunan SOP dan Perdes Pengelolaan Sampah
Agam Kurniawan (FISIP – Ilmu Pemerintahan) menyusun draf SOP dan Peraturan Desa (Perdes) untuk pengelolaan sampah sebagai dasar hukum dan panduan teknis bagi operasional bank sampah di Desa Kedungsegog. - Sosialisasi “Gomi no Hi” ala Jepang
Bayuneandra Quarens Wicaksono (FIB – Bahasa dan Kebudayaan Jepang) memperkenalkan budaya Jepang dalam pemilahan sampah melalui kampanye Gomi no Hi. Edukasi ini memperkuat pemahaman warga terhadap pemilahan sampah berbasis tanggung jawab pribadi dan disiplin. - Infografis Edukatif Berbasis Data Lokal
Renata Jovita Aurelia Dinda (FSM – Statistika) menyusun infografis dari hasil analisis data lokal terkait kondisi sampah di desa. Infografis ini dipasang di titik strategis dan digunakan sebagai media sosialisasi visual untuk masyarakat. - Ecoprint dari Daun Kering
Amelia Naili Filha (FPIK – Manajemen Sumber Daya Perairan) melatih siswa SDN 01 Kedungsegog membuat ecoprint pada totebag menggunakan berbagai jenis daun sebagai pewarna alami. Tujuannya, menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini. - Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme
Marissa Safiani (FSM – Biologi) mengedukasi ibu-ibu PKK tentang cara mengolah limbah dapur seperti sisa buah dan sayur menjadi eco enzyme, produk ramah lingkungan yang bermanfaat untuk pembersih alami. - EcoPreneurship: Produk Bernilai dari Sampah Plastik
Anindya Putri Damayanti (Sekolah Vokasi – Akuntansi Perpajakan) menginisiasi pelatihan pengolahan sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomis tinggi seperti tas belanja, tempat tisu, pouch, dan tempat pensil. Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada teknik produksi, tetapi juga strategi pemasaran sederhana yang dapat diterapkan oleh warga. Program ini ditujukan kepada kelompok ibu-ibu PKK dan pelaku UMKM di Desa Kedungsegog, dengan harapan mampu membuka peluang usaha baru berbasis ekonomi sirkular. - Game Interaktif Edukasi Sampah untuk Anak-anak
Asih Putri Retno Kedhaton (FT – Teknik Komputer) menciptakan permainan “Trash Catching” yang mengajarkan cara membuang sampah yang baik dan benar kepada anak-anak secara interaktif dan menyenangkan. - Pemetaan Titik TPA Ramah Lingkungan
Tentriana Olivia Putri (FT – Teknik Geologi) membuat poster berisi peta geologi, peta kemiringan lereng, tata guna lahan, dan rekomendasi titik ideal lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Peta ini diserahkan ke Kantor Desa sebagai acuan teknis masa depan.

Dukungan dan Harapan dari Pemerintah Desa
Kepala Desa Kedungsegog, Rusbad, menyambut baik seluruh rangkaian kegiatan yang dilakukan mahasiswa. “Ini bukan sekadar program seremonial, tapi benar-benar menyentuh masalah nyata di desa kami. Harapan saya, program seperti ini bisa terus dilanjutkan di masa datang,” ujarnya saat menerima hasil program berupa poster, SOP, dan infografis dari Tim KKN.
Mahasiswa UNDIP Membawa Semangat Solusi Nyata
Program ini menunjukkan bagaimana sinergi antara kampus dan masyarakat desa mampu menghasilkan solusi nyata berbasis ilmu dan kearifan lokal. Melalui pendekatan edukatif, kreatif, dan berbasis data, Tim KKN UNDIP berhasil membawa semangat perubahan untuk pengelolaan lingkungan yang lebih baik.
Tentang KKN UNDIP
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat sebagai implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam program ini, mahasiswa ditantang untuk terjun langsung ke lapangan dan menjadi agen perubahan melalui pendekatan interdisipliner dan partisipatif.
Di bawah Bimbingan:
- Prof. Dra. Indah Susilowati, M.Sc., Ph.D
- dr. Priska Luftia Rani, Sp.PD










