Mahasiswa PLB UNS Gelar Seminar Parenting tenta...

Mahasiswa PLB UNS Gelar Seminar Parenting tentang Regulasi Emosi dalam Pencegahan Bullying pada Anak Disabilitas

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, Surakarta — Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Luar Biasa (PLB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan kegiatan Seminar Parenting : Regulasi Emosi Dalam Bullying di Kantor Kecamatan Danukusuman, Jl. Yos Sudarso No.365, Danukusuman, Kec. Serengan, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Kegiatan ini diikuti oleh 80 orang tua siswa disabilitas dari SD Negeri Wiropaten dan SLB BC Autis YBA.

Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya regulasi emosi dalam mencegah dan menghadapi bullying pada anak disabilitas. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh edukasi tentang dampak bullying, cara mengenali kondisi emosional anak, serta strategi pendampingan yang dapat diterapkan di lingkungan keluarga maupun sekolah agar tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan suportif bagi anak-anak disabilitas.

Mahasiswa PLB UNS Gelar Seminar Parenting tentang Regulasi Emosi dalam Pencegahan Bullying pada Anak Disabilitas

Selain itu, Program ini juga merupakan bentuk pelaksanaan Magang Pembelajaran Berdampak yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4 yaitu Quality Education untuk memastikan akses pendidikan yang inklusif, setara, dan berkualitas untuk semua.

Kepala Sekolah SLB BC YBA Surakarta, Ibu Diah Ratna Kumala, S. E. Dalam sambutannya menyatakan menyambut baik seluruh program yang dilaksanakan oleh Tim Hibah Color My Feelings mulai dari penerjunan hingga puncaknya, , yaitu seminar ini. “Program-program yang dijalankan kelompok selama kurang lebih tiga bulan sangat bermanfaat bagi kami, mulai dari program flashcard hingga seminar ini”.

Mahasiswa PLB UNS Gelar Seminar Parenting tentang Regulasi Emosi dalam Pencegahan Bullying pada Anak Disabilitas

Regulasi Emosi Dalam Bullying diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi orang tua, anak, serta lingkungan pendidikan. Melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam memahami serta mengelola emosi anak disabilitas, diharapkan upaya pencegahan dan penanganan bullying dapat dilakukan secara lebih efektif. Kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang inklusif, aman, dan mendukung tumbuh kembang anak disabilitas secara optimal.

Kontributor: Majida Azarine, Universitas Sebelas Maret (UNS) .

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan