JATENGKU.COM, Kab. SemarangMahasiswa TIM 58 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro telah melaksanakan program bertajuk “Sasmitaning Alam Nambani: Inovasi Eduwisata Herbal untuk Ketahanan Pangan dan Ekonomi Berkelanjutan Berbasis SASMITA” di Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini merupakan bagian dari tema besar KKN UNDIP tahun 2025, yaitu “Peningkatan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Berkelanjutan Berbasis Sasmita”.

Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan desa melalui penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA), serta mengembangkan potensi eduwisata herbal yang mampu mendukung ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, dan peningkatan ekonomi desa secara berkelanjutan.

Kegiatan utama yang telah dilaksanakan meliputi Penataan dan Penanaman Kebun TOGA di lahan milik desa, Sosialisasi Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) sederhana bagi masyarakat sebagai bagian dari pengelolaan wisata yang ramah lingkungan. Pelatihan pengolahan produk herbal, di antaranya pembuatan es krim kunyit, inovasi jamu kekinian, lulur herbal alami, minuman rempah untuk perendaman kaki, terapi pijat kaki dengan bahan rempah.

Kolaborasi Mahasiswa untuk Produk Wisata Unggulan

Program ini tidak hanya menyasar pemanfaatan TOGA sebagai bahan obat tradisional, tetapi juga sebagai produk wisata unggulan yang dapat menarik wisatawan sekaligus menjadi alternatif pemasukan ekonomi baru bagi warga Desa Lerep.

Ketua pelaksana program, Rebekah, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang. “Melalui program ini, kami berharap Desa Wisata Lerep tidak hanya dikenal sebagai desa wisata alam, tetapi juga sebagai desa wisata herbal yang edukatif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Program Unggulan Berbasis Potensi Daerah

Mahasiswa KKN-T IDBU Tim 58 Kelompok 2 Universitas Diponegoro melakukan kegiatan Program Kerja Foot Spa dan Foot Massage kepada Kelompok Wanita Tani. Pada Minggu (02/08/2025).

Program “Sasmitaning Alam Nambani” juga menjadi wadah kolaborasi lintas disiplin ilmu, melibatkan mahasiswa dari berbagai jurusan seperti Biologi, Agribisnis, Kimia, Teknik, Keperawatan, Kedokteran, Ilmu Hukum, serta Ekonomi dan Manajemen. Berikut ini beberapa program kerja yang telah dilaksanakan:

  • Pembuatan dan Penanaman Apotik Herbal

Gyndha Rema Laziz Agestin (FPP – Agroekoteknologi) informasi menyeluruh tentang tanaman TOGA, termasuk saran dan strategi budidaya, metode penanaman, perawatan yang tepat, serta langkah-langkah pemanenan. Setiap tahap disusun dengan pendekatan yang berkelanjutan untuk memastikan tanaman TOGA dapat terus digunakan dalam waktu yang panjang oleh komunitas.

  • Pembuatan Es Krim dari Kunyit

Gevia Rahma Faizah (FPP – Teknologi Pangan) memberikan pemaparan materi terkait pembuatan produk Es Krim menggunakan tanaman TOGA yaitu Kunyit. Output yang diberikan yaitu pengalaman rasa baru dari produk yang jarang dijual di pasaran.

  • Edukasi dan Praktik Foot Spa

Echy Rohni Tua Br Sipayung (FK – Keperawatan) memberikan pemaparan materi terkait edukasi kelelahan kerja harian pada kelompok wanita tani serta melakukan praktik pemijatan kaki menggunakan bahan herbal dari kebun TOGA.

  • Inovasi Minuman Herbal Kekinian

Nayyara Rahadini & Aura Dian Pratiwi (FSM – Biologi) membuat minuman dan mempraktekkan cara pembuatan minuman herbal menggunakan bahan dari kebun TOGA yaitu Jahe. Output yang diberikan yaitu Buku Resep minuman herbal kekinian menggunakan bahan yang mudah ditemukan

  • Pelatihan Pencatatan Keuangan menggunakan Aplikasi SI APIK

Shellometha Salwa Qatrunada (SV – Akuntansi Perpajakan) pelatihan mengenai pencatatan keuangan ini dirancang untuk memberikan pengetahuan kepada bendahara kelompok wanita tani tentang cara mengelola keuangan usaha herbal TOGA dengan cara yang teratur dan efektif, dengan memanfaatkan aplikasi SI APIK (Sistem Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan).

  • Edukasi Pembuatan Lulur Rempah

Bima Surya Darmawan (FSM – Biologi) mengajarkan cara pembuatan lulur dari bahan bahan rempah seperti Kencur, Kunyit, Daun Kelor. Tujuannya adalah memberikan pengetahuan terkait pemanfaatan kebun TOGA dalam skala rumah tangga maupun produksi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.

Dengan berakhirnya masa KKN, mahasiswa TIM 58 berharap program yang telah dijalankan dapat diteruskan oleh kelompok masyarakat desa sebagai bagian dari agenda rutin eduwisata. Selain itu, hasil pelatihan diharapkan dapat menjadi cikal bakal produk olahan lokal yang bernilai ekonomi tinggi dan layak dikembangkan sebagai produk unggulan Desa Wisata Lerep.

Di bawah Bimbingan: Dr. Fuad Muhammad, S.Si., M.Si

Editor: Handayat