Mahasiswa Undip KKN di Desa Jambangan: Inovasi ...

Mahasiswa Undip KKN di Desa Jambangan: Inovasi Alat Pemupukan, Pemetaan Wilayah, dan Solusi Pengelolaan Sampah

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, Sragen — Mahasiswa Universitas Diponegoro dari Tim KKN 122 melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) melakukan pengabdian kepada masyarakat desa Jambangan di Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah melalui pembuatan alat Pemupukan Sederhana (Pemder), Pembuatan Peta, dan Perancangan insinerator sampah

Desa Jambangan merupakan desa agraris dengan mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani. Komoditas utama desa adalah jagung yang memiliki potensi produksi cukup besar karena didukung lahan pertanian yang luas dan tanah yang subur.

Desa Jambangan memiliki wilayah pertanian yang cukup luas dengan sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai petani. Dalam kegiatan budidaya tanaman, proses pemupukan masih banyak dilakukan secara manual dan tradisional

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh tim KKN 122, metode pemupukan tersebut sering menimbulkan beberapa kendala. Petani kerap mengalami keluhan fisik seperti sakit pinggang akibat posisi kerja yang berulang, kesulitan dalam menentukan takaran pupuk yang sesuai kebutuhan tanaman, serta membutuhkan waktu yang cukup lama dalam proses penaburan pupuk di lahan. Kondisi ini menyebabkan pekerjaan menjadi kurang efisien dan berpotensi mempengaruhi hasil produksi pertanian.

8 Mahasiswa Universitas Diponegoro dari lintas program studi merancang suatu alat untuk pemupukan yang dinamakan alat Pemupukan Sederhana (Pemder). Alat ini berfungsi untuk membantu proses pemupukan dengan cara memudahkan pemupukan dan membuat konsistensi pupuk keluar secara konsisten. Selain itu alat Pemder juga dibuat dari bahan yang murah dan mudah ditemukan seperti pipa PVC dan karet ban.

Selain itu, tim KKN 122 turut melaksanakan kegiatan pemetaan wilayah sebagai dasar dalam penyusunan program kerja serta upaya pengembangan potensi desa secara lebih terarah dan berkelanjutan. Melalui pemetaan ini, kondisi desa dapat dipahami secara lebih sistematis sehingga perencanaan kegiatan dapat disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Pemetaan yang dilakukan meliputi Peta Potensi Pertanian, Peta Kelembaban, serta Peta Administrasi wilayah Desa Jambangan. Ketiga peta tersebut diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi pemerintah desa dan masyarakat dalam pengambilan keputusan, khususnya terkait pengelolaan lahan pertanian, perencanaan pembangunan, dan pemanfaatan sumber daya desa secara optimal.

Mahasiswa Undip KKN di Desa Jambangan: Inovasi Alat Pemupukan, Pemetaan Wilayah, dan Solusi Pengelolaan Sampah

Selain program pemetaan, Tim KKN 122  juga merancang insinerator sampah sebagai upaya penanganan permasalahan lingkungan di Desa Jambangan. Permasalahan sampah masih menjadi perhatian karena pengelolaan yang terbatas menyebabkan penumpukan dan sebagian masih dibakar secara terbuka oleh warga. Melalui perancangan insinerator ini, diharapkan tersedia alternatif pengolahan sampah yang lebih terkontrol, mengurangi pencemaran lingkungan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang lebih tertib dan berkelanjutan.

Melalui rangkaian program yang telah dilaksanakan, tim KKN berharap seluruh inovasi dan hasil kegiatan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Jambangan. Alat Pemupukan Sederhana (Pemder) diharapkan mampu membantu petani bekerja lebih efisien dan meningkatkan produktivitas pertanian, sementara peta desa dapat menjadi acuan pemerintah desa dalam perencanaan pembangunan. Perancangan insinerator sampah juga diharapkan menjadi langkah awal pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Dengan adanya kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, diharapkan pengetahuan serta solusi yang diberikan dapat terus diterapkan dan dikembangkan meskipun masa KKN telah berakhir.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan