Mahasiswa KKN-T IDBU 61 UNDIP Latih Ibu-Ibu KWT...

Mahasiswa KKN-T IDBU 61 UNDIP Latih Ibu-Ibu KWT Penggaron Hitung Harga Jual dan Laba Rugi Produk Atsiri

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, SEMARANG — Aroma khas atsiri tidak hanya tercium dari produk-produk olahan Kelompok Wanita Tani (KWT) KHDTK Penggaron, namun kini juga menjadi simbol perubahan menuju kemandirian ekonomi. Hal ini berkat inisiatif mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) yang tergabung dalam Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 61 Kelompok 2.

Dalam upaya mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan, Tim KKN menggelar kegiatan sosialisasi “Pelatihan Penentuan Harga Jual dan Penyusunan Laporan Laba Rugi Sederhana.” Kegiatan ini merupakan inisiatif Syifa Syauqiyyah Az-zahroh, mahasiswi Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNDIP. Melalui pendekatan langsung dan partisipatif, pelatihan ini menyasar ibu-ibu KWT yang telah memproduksi minyak atsiri namun belum memahami secara optimal aspek finansial dalam usaha mereka.

“Banyak dari mereka menghasilkan produk berkualitas tinggi, namun penetapan harga jual masih belum berdasarkan perhitungan biaya produksi yang tepat. Ini membuat margin keuntungan mereka menjadi kurang maksimal,” ujar Syifa. “Melalui pelatihan ini, kami ingin mereka tak hanya menjadi produsen, tetapi juga pelaku usaha yang cerdas, kritis, dan mandiri secara ekonomi.”

Pelatihan ini merupakan bagian dari implementasi KKN Tematik berdasarkan Surat Tugas Rektor Nomor 274-058/UN7.D2/PM/IV/2025 yang mengusung tema besar: “Aplikasi Teknologi Produk berbasis Rempah Atsiri untuk Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) dan Pengentasan Kemiskinan di sekitar KHDTK Penggaron.” Tim KKN Tematik ini berada di bawah bimbingan Prof. Dr. Hermin Pancasakti Kusumaningrum, S.Si., M.Si., Prof. Dr. Ir. Muhammad Zainuri, DEA., dan dr. Dwi Ngestiningsih, M.Kes., Sp.PD.K-Ger., FINASIM.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan teori dasar mengenai konsep harga pokok produksi (HPP), tetapi juga melibatkan peserta secara aktif dalam simulasi penghitungan biaya bahan baku, tenaga kerja, hingga overhead. Peserta juga dilatih menyusun laporan keuangan sederhana berupa laporan laba rugi, sebagai dasar evaluasi dan pengambilan keputusan usaha ke depan. Menariknya, di akhir sesi, peserta diberikan akses ke template perhitungan digital yang dapat diakses melalui pemindaian barcode. Template ini dirancang untuk mempermudah perhitungan harga jual dan laba secara mandiri.

Manfaat dari program ini tidak hanya dirasakan secara langsung melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan keuangan, tetapi juga berdampak pada efisiensi usaha, transparansi pencatatan, dan pengambilan keputusan yang lebih rasional. Kini ibu-ibu KWT Penggaron mampu menentukan harga jual secara tepat, menghitung margin keuntungan dengan akurat, menyusun laporan laba rugi sederhana sebagai alat evaluasi, serta memanfaatkan alat bantu digital untuk mendukung kemandirian mereka dalam menjalankan usaha.

Dengan adanya pelatihan ini, Tim KKN-T IDBU 61 berharap ibu-ibu KWT Penggaron dapat meningkatkan efisiensi usaha, menetapkan harga secara strategis, serta mampu membaca dan merancang keuangan usaha dengan lebih baik. Ini merupakan langkah konkret dalam mewujudkan kemandirian ekonomi perempuan desa dan pembangunan usaha mikro yang berkelanjutan.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan