JATENGKU.COM, Yogyakarta — Di pertengahan semester ini, mahasiswa UNY dari Program Studi Sastra Indonesia mendapatkan kesempatan untuk melakukan proyek penelitian dan edukasi dengan tema “Dua Beban Satu Pundak: Kesehatan Fisik dan Mental bagi Mahasiswa yang Bekerja” yang berlangsung selama bulan Mei 2026. Kegiatan ini adalah bagian dari pengabdian yang berfokus pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama yang berkaitan dengan pemetaan kondisi kesehatan dan perlindungan hak untuk kelompok pekerja muda.
Persiapan untuk belajar mencakup kesiapan fisik dan akademis, serta perlu adanya persiapan mental agar bisa mengikuti perkuliahan dengan baik dan sehat secara psikologis. Latar belakang yang mendasari penelitian ini adalah fenomena mahasiswa di Yogyakarta yang belajar sambil bekerja, yang jumlahnya semakin bertambah. Keadaan ini bisa menyebabkan beban ganda yang dapat membahayakan kesehatan mereka. Kurangnya perhatian terhadap mahasiswa yang bekerja sebagai kelompok yang rentan sering kali berdampak pada kondisi psikologis dan mental mereka, yang seringkali membuat mereka merasa kewalahan dalam membagi waktu.
Menurut data survei yang dikumpulkan oleh tim mahasiswa dari 24 responden yang merupakan mahasiswa pekerja di Yogyakarta, ditemukan bahwa 91,7% responden merasa terbebani karena harus menjalani dua tanggung jawab sekaligus. Selain itu, 83,3% dari mereka mengaku pernah mengalami sakit karena kelelahan dalam tiga bulan terakhir. Menariknya, di tengah tekanan fisik dan mental yang berat, hanya sekitar 8,3% mahasiswa yang bekerja yang pernah menggunakan layanan konseling yang ada di kampus.
“Sebagai mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Ekonomi dan Sosial yang bekerja freelance di bidang desain dan pembuatan konten, membagi waktu antara menyelesaikan tugas kuliah dan pesanan klien selama 4 hingga 6 jam sehari membutuhkan tenaga ekstra. Meskipun waktu kerjanya cukup fleksibel dan tujuan utamanya mencari pengalaman, hambatan terbesar adalah waktu tidur yang sering kali kurang dari 5 jam sehari hingga memicu kelelahan fisik, ditambah lagi saya belum mengetahui adanya fasilitas layanan konseling di kampus.” ujar Wibisana, salah satu mahasiswa pekerja yang menjadi responden dalam survei ini. Melalui bimbingan dosen pengampu Dr. Neng Desi Aryani, M.Pd., berharap proyek riset ini bisa memberikan saran solusi yang berkelanjutan dan meningkatkan pemahaman kampus tentang keadaan mahasiswa yang bekerja. (Sesi/Tim Sastra)
