Menggugah Rasa Ingin Tahu Siswa, Mahasiswa KKN ...

Menggugah Rasa Ingin Tahu Siswa, Mahasiswa KKN UNDIP Melaksanakan Eksperimen Fisika Sederhana di MI Ma’arif Tempelrejo

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, Sragen – Pada Rabu (21/01), Feleciandini Febi Ayudyati melakukan eksperimen fisika sederhana di ruang kelas 5 MI Ma’arif Tempelrejo disaksikan oleh para siswa. Aktivitas ini dilaksanakan sebagai bagian dari program kerja sosial kemasyarakatan KKN UNDIP 2026 yang Febi pilih sesuai bidang keilmuannya, yaitu Fisika.

Judul program kerja Febi adalah “Eksperimen Lilin Ajaib sebagai Pengenalan Konsep Fisika Sederhana kepada Anak Setingkat SD di Desa Tempelrejo.” Ia menyiapkan gelas kaca, piring, lilin, botol berisi air, dan pewarna makanan sebagai kebutuhan percobaan. Ada dua jenis percobaan yang ia lakukan.

Yang pertama adalah membuktikan bahwa api membutuhkan oksigen untuk menyala. Awalnya Febi meletakkan lilin di atas piring, kemudian lilin yang menyala ini ditutupi oleh gelas kaca yang terbalik. Beberapa detik kemudian, kita bisa menyaksikan bagaimana api di dalam gelas perlahan-lahan padam. Api bisa mengecil dan padam karena oksigen yang ada di dalam gelas berkurang dan habis.

Percobaan kedua memperlihatkan bagaimana lilin dapat menghisap air. Sebenarnya, eksperimen kedua ini tidak jauh berbeda; masih menggunakan piring, lilin, dan gelas. Awalnya Febi kembali menyalakan lilin dan menutupnya dengan gelas. Ia kemudian menuangkan air jernih ke piring dan meneteskan pewarna makanan ke dalamnya. Pemberian warna makanan ini bertujuan agar siswa dapat melihat dengan jelas fenomena yang muncul pada air.

Tepat setelah lilin padam, air yang awalnya menyebar secara merata di piring tiba-tiba terserap ke dalam gelas. Fenomena ini terjadi akibat adanya perbedaan tekanan udara di dalam dan di luar gelas. Ketiadaan oksigen di dalam gelas menyebabkan tekanan udara menjadi rendah. Sedangkan, ruangan di luar gelas memiliki tekanan udara yang lebih tinggi akibat dipenuhi oleh oksigen. Tekanan yang lebih berat inilah yang mendorong air dari luar ke dalam gelas.

Febi menyadari bahwa pelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) di MI ini hanya terpaku pada teori saja sehingga terkesan membosankan. Padahal untuk memahami pelajaran sains dengan baik, siswa perlu memahami teori dan juga implementasinya. Oleh karena itu, mahasiswa FSM ini memutuskan untuk mengadakan eksperimen sains sederhana di ruang kelas agar siswa bisa memperoleh pengalaman yang berkesan dan pembelajaran IPAS yang lebih menyenangkan.

“Aku excited. Ngerasa materi yang aku bawakan bisa diterima dengan baik oleh para siswa. Anak-anak pada antusias dalam menjawab,” ujar Febi saat ditanya bagaimana kesannya setelah mengajar siswa MI Ma’arif. Dengan melaksanakan program kerjanya ini, ia berharap ilmu yang ia ajarkan bisa terus diingat oleh siswa-siswa dan mereka menjadi sadar bahwa sains itu menyenangkan.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan