JATENGKU.COM, SEMARANG — Suasana kebersamaan dan semangat lingkungan hidup menyelimuti RW 10 Tanjung Mas, Semarang. Pada Sabtu, 19 Juli 2025, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Kelompok 2 Tim 145 Universitas Diponegoro menginisiasi Lomba Kebersihan Antar RT sebagai bagian dari pendampingan Program Kampung Iklim (ProKlim).

Kegiatan ini diawali dengan kerja bakti serentak di seluruh RT pada Jumat, 18 Juli 2025. Warga dari berbagai usia turut bergotong royong membersihkan jalan, selokan, halaman rumah, dan ruang-ruang publik. Kekompakan terlihat dari tawa dan semangat yang menyertai kegiatan pagi itu.

“Lomba kebersihan ini kami adakan untuk meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga lingkungan. Ini juga bagian dari persiapan RW 10 menyambut verifikasi ProKlim yang akan datang,” kata Nadia Puspita Syahrani (20), Ketua Kelompok 2 Tim 145 KKNT Universitas Diponegoro.

Penilaian lomba dilakukan oleh juri dari Lembaga Pendamping untuk Buruh Tani dan Nelayan (LPUBTN) Semarang. Kreativitas warga menjadi daya tarik tersendiri. Sejumlah RT memamerkan inovasi pengelolaan sampah, seperti pot tanaman dari barang bekas, sistem pemilahan sampah organik-anorganik, dan hiasan taman dari bahan daur ulang.

Ketua RW 10 Tanjung Mas, Jati Sutyono (47), mengungkapkan apresiasinya atas kehadiran mahasiswa KKNT dan antusiasme warga. “Kami sangat senang. Lomba kebersihan ini mampu memantik semangat warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Gotong royong yang terjalin juga semakin mempererat hubungan antarwarga,” ujarnya.

Lomba ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan mahasiswa KKNT yang mengusung tema “Tantangan Iklim: Pendampingan ProKlim dengan Inovasi Teknologi Hijau dan Ekonomi Sirkular untuk Ketahanan Pangan dan Pengentasan Kemiskinan.”

Pada akhir kegiatan, sejumlah RT diumumkan sebagai pemenang lomba. Para pemenang menerima penghargaan berupa paket hadiah uang tunai dan paket alat kebersihan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata.

Semangat gotong royong yang ditumbuhkan melalui kegiatan ini menjadi modal sosial penting menuju RW yang lebih bersih, sehat, dan tangguh menghadapi perubahan iklim.

Ditulis oleh:  Mahasiswa Kelompok 2 Tim 145 KKNT Universitas Diponegoro 2025

Editor: Handayat