Pangeran Ratu Cahya Negara: Sudah Saatnya Sulta...

Pangeran Ratu Cahya Negara: Sudah Saatnya Sultan Palembang, Sultan Jambi dan Sultan Banjar Ikut Memperjuangkan Kyai Saleh Lateng (Cucu Pangeran Dipati Abdurrahman) Menjadi Pahlawan Nasional

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, SUKOHARJO — Menjelang peringatan Hari Pahlawan Nasional, seruan untuk mengangkat tokoh ulama dan pejuang kemerdekaan, Kyai Saleh Lateng, sebagai Pahlawan Nasional kembali menggema. Kali ini, seruan tersebut datang dari Pangeran Ratu Cahya Negara, Raja Muda Kerajaan Kenawangan ke-VI, usai acara pengukuhan dirinya yang digelar di Sukoharjo oleh Sultan Pajang.

Usai acara pengukuhan, beliau, Pangeran Ratu Cahya Negara secara terbuka menyampaikan kepada masyarakat Sukoharjo, bahwa beliau mengajak para sultan Nusantara—khususnya Sultan Palembang, Sultan Jambi, dan Sultan Banjar—untuk turut memperjuangkan pengakuan negara terhadap jasa besar Kyai Saleh Lateng.

“Kami mengajak Yang Mulia Sultan Palembang Mahmud Badaruddin IV, Sultan Melayu Jambi Wawan Fitrah Nugraha, dan Sultan Banjar Khairul Saleh Al-Mu’tashim Billah yang kini duduk di Komisi XIII DPR RI, untuk bersama-sama memperjuangkan Kyai Saleh Lateng sebagai Pahlawan Nasional,” ujar Pangeran Ratu dalam keterangannya, Rabu (1/10/2025).

Kyai Saleh, Ulama Pejuang dari Banyuwangi

Kyai Saleh Lateng, atau Sayyid Kiagus Muhammad Saleh, dikenal sebagai ulama kharismatik asal Banyuwangi yang turut mendirikan GP Ansor dan aktif dalam pergerakan Nahdlatul Ulama. Ia juga tercatat sebagai bagian dari sejarah awal pendirian Kementerian Agama RI, lewat kontribusinya dalam memberikan kitab rujukan penting yang dibutuhkan pemerintah saat itu.

Pada tahun 1946, Kyai Saleh rela menjual kitab langka Mu’jamul Buldan miliknya kepada utusan Kiai Wahid Hasyim untuk kepentingan negara. Menariknya, meski kitab tersebut dihargai tinggi, ia justru hanya meminta setengah dari nilai yang ditawarkan.

“Biarkan yang separuh sebagai amal jariyahku untuk negeri ini,” kata Kyai Saleh kepada para utusan tersebut.

Kyai Saleh juga dikenal sebagai ulama yang selalu siap memberikan kitab-kitab langka miliknya demi pembangunan intelektual bangsa. Ia wafat pada 20 Agustus 1952 dan dimakamkan di dekat musholla tempat ia biasa mengajar santri.

Darah Pejuang dan Raja: Cucu Pangeran Dipati Abdurrahman

Kyai Saleh merupakan cucu dari Pangeran Dipati Abdurrahman, Raja pertama Kerajaan Kenawangan di Sukamara, Kalimantan Tengah. Sang kakek adalah tokoh penting dalam perjuangan melawan Belanda, serta pernah menjabat sebagai Adipati Palembang atas perintah Sultan Ahmad Najamuddin Prabu Anom.

Dari garis keturunannya, Kyai Saleh memiliki darah bangsawan dan ulama. Ia merupakan keturunan dari Sunan Kudus (dari jalur Panembahan Qodhi/Penghulu Gede) dan Sunan Giri, trah Kesultanan Palembang (dari jalur Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikrmo, ibunda Sultan Mahmud Badaruddin yang bernama Nyimas Sunguk berasal dari Kesultanan Jambi), sedangkan ibunda dari Pangeran Dipati Abdurrahman yang bernama Gusti Rahayu Intan merupakan keturunan dari Sultan Tamjdillah I dari Kesultanan Banjar.

Pernah Diperjuangkan, Tapi Belum Ditetapkan

Nama Kyai Saleh sempat diajukan sebagai Pahlawan Nasional oleh tokoh politik Guntur Romli, namun dianggap hanya sekadar pencitraan tanpa tindak lanjut konkret. Kini, keluarga besar Kyai Saleh bersama Kerajaan Kenawangan dan GP Ansor berharap perjuangan ini bisa diangkat kembali secara serius.

“Kami berharap para sultan dan tokoh bangsa bersatu memperjuangkan kembali sosok Kyai Saleh Lateng. Negara ini membutuhkan lebih banyak teladan, dan Kyai Saleh adalah salah satunya,” tegas Pangeran Ratu.

Diharapkan Jadi Pahlawan Nasional pada Hari Pahlawan 2025

Dengan semakin dekatnya momentum Hari Pahlawan pada 10 November, Pangeran Ratu Cahya Negara mengajak seluruh pihak untuk bergandeng tangan memperjuangkan tokoh-tokoh daerah yang selama ini luput dari perhatian nasional, salah satunya adalah Kyai Saleh Lateng.

“Ini bukan hanya soal penghargaan, tetapi soal pengakuan negara terhadap kontribusi tokoh bangsa yang nyata. Semoga tahun ini, nama Kyai Saleh Lateng bisa resmi tercatat dalam daftar Pahlawan Nasional Indonesia.”

Pangeran Ratu Cahya Negara: Sudah Saatnya Sultan Palembang, Sultan Jambi dan Sultan Banjar Ikut Memperjuangkan Kyai Saleh Lateng (Cucu Pangeran Dipati Abdurrahman) Menjadi Pahlawan Nasional
Kyai Saleh Lateng/Sayyid Kiagus Muhammad Saleh

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan