Pemanfaatan SIG oleh Mahasiswa KKN Undip dalam ...

Pemanfaatan SIG oleh Mahasiswa KKN Undip dalam Pemetaan Persebaran UMKM Desa Ngargotirto

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, Ngargotirto — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melaksanakan program kegiatan pembuatan peta persebaran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) di Desa Ngargotirto. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung pendataan UMKM desa secara lebih sistematis serta membantu pengembangan potensi ekonomi lokal. Program ini dilatarbelakangi oleh belum tersedianya data spasial yang memvisualisasikan lokasi UMKM secara menyeluruh. Selama ini belum ada data tentang UMKM di Desa Ngargotirto.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro melakukan survei lapangan dengan mendatangi langsung lokasi UMKM yang tersebar di beberapa dusun Desa Ngargotirto. Kegiatan meliputi pengambilan titik koordinat lokasi usaha, pendataan jenis UMKM, serta dokumentasi kegiatan usaha masyarakat.

Pemanfaatan SIG oleh Mahasiswa KKN Undip dalam Pemetaan Persebaran UMKM Desa Ngargotirto

Data yang terkumpul kemudian diolah menggunakan teknologi SIG sehingga menghasilkan peta digital persebaran UMKM yang informatif dan mudah dipahami. Peta yang dihasilkan menampilkan sebaran berbagai jenis UMKM, seperti produksi pangan, kerajinan, dan usaha jasa, yang menjadi bagian penting dari perekonomian masyarakat Desa Ngargotirto. Visualisasi ini diharapkan dapat menjadi media informasi desa, sekaligus referensi pendukung dalam perencanaan pengembangan UMKM ke depan.

Perangkat Desa Ngargotirto menyambut baik kegiatan ini dan mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN Universitas Diponegoro dalam pemanfaatan teknologi geospasial. Peta persebaran UMKM yang telah disusun diharapkan dapat terus diperbarui dan dimanfaatkan sebagai basis data desa dalam mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro menunjukkan bahwa penerapan teknologi SIG tidak hanya bermanfaat dalam konteks akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan dan pengembangan potensi desa.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan