JATENGKU.COM, Kendal – Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja dengan tema literasi digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Kebumen, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal sebagai program Multidisiplin 1.
Pelaksanaan program pendampingan literasi digital di Desa Kebumen dimulai dari tanggal 24 Januari 2026 hingga 30 Januari 2026. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM Keripik “Enak” dan Keripik “53” dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai penunjang pengelolaan usaha dan pemasaran produk.
Kegiatan literasi digital dilaksanakan melalui serangkaian pendampingan yang bersifat aplikatif dan menyesuaikan dengan kebutuhan UMKM setempat. Melalui program ini, mahasiswa KKN-T UNDIP berupaya mendorong UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan meningkatkan daya saing usaha di era digital.

Mahasiswa KKN-T Tim 1 Universitas Diponegoro, Resmawati melaksanakan program literasi digital bagi pelaku UMKM Keripik “Enak” di Desa Kebumen, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal melalui pendampingan pembuatan media sosial Instagram sebagai sarana promosi digital. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu UMKM memperluas jangkauan pemasaran produk melalui media sosial Instagram. Resmawati memberikan pemahaman mengenai pentingnya identitas digital usaha, pembuatan media sosial, serta pembuatan konten yang menarik. Pendampingan dilakukan secara langsung dengan menyesuaikan kebutuhan pelaku UMKM. Melalui program ini, diharapkan media sosial dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan daya saing produk lokal.

Risma Aulia Putri, salah satu Tim KKN-T Universitas Diponegoro Tim 1 juga melaksanakan pendampingan literasi digital seperti pencatatan persediaan secara digital melalui penggunaan spreadsheet pada Sabtu, 24 Januari 2026. Sebelumnya, Risma telah melaksanakan kegiatan survey ke UMKM Keripik “Enak” dan mendapatkan potensi untuk melaksanakan program kerja dengan tema Literasi Digital yakni potensi untuk melakukan pencatatan secara digital, karena berhubungan dengan survey tersebut UMKM Keripik “Enak” masih mengandalkan ingatan manual stok persediaan.
Program ini diawali dengan kegiatan sosialisasi singkat dan dilanjutkan dengan pendampingan kepada pelaku UMKM Keripik “Enak” yang bertujuan meningkatkan kemampuan dalam mengelola stok barang secara lebih rapi, sistematis, dan mudah dipantau. Pada kegiatan pendampingan ini, Risma memberikan pendampingan tutorial pembuatan tabel pencatatan persediaan sederhana yang dapat digunakan melalui ponsel. Pendampingan ini membantu UMKM dalam mengurangi risiko kehabisan stok maupun penumpukan barang serta, pelaku UMKM diharapkan mampu melakukan pengelolaan usaha secara lebih efektif dan efisien.

Alicia Shaffa Wibowo, salah satu Tim KKN-T Universitas Diponegoro Tim 1 juga melaksanakan program literasi digital yang diwujudkan melalui Pendampingan Pembuatan dan Optimalisasi Akun Shopee bagi UMKM Desa Kebumen, yaitu Keripik 53. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan pemanfaatan marketplace sebagai sarana penjualan online yang lebih luas. Pemilik UMKM Keripik 53 menyampaikan keinginannya untuk mengembangkan jangkauan pemasaran secara digital. “Target penjualan sebenarnya ingin masuk ke Shopee atau TikTok, Mbak,” ungkap pemilik UMKM. Pernyataan tersebut menunjukkan adanya kebutuhan dan kesiapan pelaku UMKM untuk mulai memanfaatkan platform digital sebagai media penjualan.
Menindaklanjuti hal tersebut, mahasiswa melakukan pendampingan mulai dari pembuatan akun toko, pengunggahan produk, pengisian deskripsi produk, hingga pengaturan harga. Selain itu, pelaku UMKM juga diberikan pemahaman mengenai fitur-fitur dasar Shopee yang dapat mendukung kegiatan penjualan secara daring. Melalui pendampingan ini, diharapkan UMKM Keripik 53 mampu memanfaatkan marketplace secara optimal untuk meningkatkan omzet penjualan serta menjangkau konsumen di luar wilayah Desa Kebumen.

Annisa Murtya Dewi, mahasiswa KKN-T UNDIP Tim 1, melaksanakan pendampingan pembuatan katalog digital bagi UMKM Keripik “Enak” yang terintegrasi dengan media sosial dan WhatsApp Business. Kegiatan ini bertujuan mendukung pemasaran digital terpadu agar produk lebih mudah dikenal oleh konsumen. Pendampingan dilakukan secara langsung dengan membantu pelaku UMKM menyusun katalog berisi foto produk, informasi harga, serta kontak pemesanan dalam format yang sederhana namun informatif.
Integrasi katalog dengan WhatsApp Business memudahkan pelaku usaha membagikan daftar produk kepada calon pembeli secara cepat, sekaligus meningkatkan kesan profesional dalam pelayanan. Melalui program ini, UMKM tidak hanya memiliki media promosi yang lebih modern, tetapi juga mampu menjangkau konsumen secara lebih luas dan efektif.
Mahasiswa KKN-T Universitas Diponegoro berharap program literasi digital yang telah dilaksanakan dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi pengembangan UMKM Desa Kebumen. Melalui pendampingan pemasaran digital, pencatatan persediaan, pemanfaatan marketplace, serta katalog digital, pelaku UMKM diharapkan menjadi langkah awal penguatan UMKM berbasis digital yang berkelanjutan melalui sinergi antara mahasiswa, pelaku UMKM, dan pemerintah desa.
