Politeknik Negeri Semarang Berikan Pendampingan...

Politeknik Negeri Semarang Berikan Pendampingan Pembuatan Kue Pukis dan Perhitungan Harga Pokok untuk Warga Binaan Panti Pelayanan Sosial PGOT Mardi Utomo

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, SEMARANG – Politeknik Negeri Semarang (Polines) kembali melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan pelatihan keterampilan kepada warga binaan Panti Pelayanan Sosial PGOT Mardi Utomo. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan warga binaan dengan keterampilan praktis, yakni pembuatan kue pukis serta pemahaman tentang perhitungan harga pokok produksi (HPP), yang diharapkan dapat mendukung kemandirian ekonomi mereka setelah masa rehabilitasi.

Pelatihan ini dipimpin oleh Alvianita Gunawan Putri bersama tim yang terdiri dari dosen-dosen berkompeten di bidang Akuntansi, Manajemen, dan Komputerisasi Akuntansi, yaitu M. Noor Ardiansah, Ulfah Hidayati, Eka Murtiasri, Sri Murtini, Muhammad Asrori, Rani Raharjanti, Novitasari Eviyanti, Moh. Haris, dan Ahmad Wafa Mansur.

Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan beberapa mahasiswa dari Polines yang turut berpartisipasi dalam mendukung pelaksanaan program ini, yakni Annisa Putri Pratiwi, Fadhila Geta Ardhany, Devina Khoirunnisa, dan Kania Averina.

Program ini mencakup pelatihan pembuatan kue pukis dengan fokus pada teknik yang tepat serta pemahaman mendalam tentang biaya-biaya yang terlibat dalam produksi, seperti biaya bahan baku, tenaga kerja, dan biaya overhead. Pemahaman harga pokok produksi ini sangat penting agar warga binaan dapat mengelola usaha mereka secara efisien dan mengatur harga jual produk dengan lebih akurat.

Selain itu, mereka juga diajarkan manajemen usaha dan pemasaran untuk meningkatkan daya saing produk di pasar lokal. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis warga binaan, tetapi juga untuk mengubah pola pikir mereka mengenai ekonomi dan bisnis.

Sebagai bagian dari proses pemberdayaan, mereka diberikan pelatihan tentang cara menjalankan usaha kuliner dengan pengelolaan keuangan yang baik. Melalui adanya pelatihan ini, warga binaan diharapkan dapat memiliki pengetahuan yang lebih baik untuk membuka usaha mereka sendiri setelah masa rehabilitasi di Panti Pelayanan Sosial PGOT Mardi Utomo.

Selain keterampilan teknis, warga binaan juga dibekali dengan motivasi dan bimbingan agar mereka merasa lebih percaya diri untuk memulai usaha dan menghadapi tantangan ekonomi.

“Kami berharap warga binaan dapat lebih siap menghadapi kehidupan setelah rehabilitasi, dengan keterampilan dan pengetahuan yang mereka peroleh dari pelatihan ini,” kata Alvianita Gunawan Putri, Ketua Tim Pengabdian. Pelatihan ini merupakan bagian dari program jangka panjang yang bertujuan untuk memberikan dampak positif bagi warga binaan dalam jangka waktu yang berkelanjutan.

Program ini tidak hanya berfokus pada keterampilan pembuatan kue, tetapi juga mencakup pelatihan lanjutan dalam pengelolaan usaha dan pemasaran. Setelah pelatihan, warga binaan akan mengikuti sesi evaluasi untuk mengukur tingkat keterampilan yang telah mereka kuasai, serta memberikan umpan balik untuk penyempurnaan program ke depan.

Keberhasilan program ini akan diukur dengan meningkatnya keterampilan praktis, pemahaman harga pokok produksi, dan kemandirian ekonomi yang diperoleh warga binaan. Selain itu, program ini diharapkan dapat menghasilkan karya ilmiah dan publikasi, yang dapat menjadi referensi bagi lembaga lain yang ingin mengimplementasikan program pemberdayaan serupa.

Polines berkomitmen untuk terus mendukung pemberdayaan masyarakat dengan memberikan keterampilan yang berguna untuk meningkatkan kualitas hidup dan membuka peluang usaha yang lebih baik.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan