Sehat, Sejahtera, dan Setara: Potret Kehidupan ...

Sehat, Sejahtera, dan Setara: Potret Kehidupan Masyarakat dan Lingkungan Kampus dalam Bingkai SDGs

Ukuran Teks:

Sleman, 27 Mei 2026 — Kelompok 7, Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Bahasa Seni dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), melakukan observasi lingkungan dan wawancara masyarakat di kawasan sekitar UNY dan UGM sebagai bentuk pengamatan terhadap penerapan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Kegiatan ini dilakukan melalui pengamatan langsung kondisi lingkungan serta wawancara dengan warga, mahasiswa, dan pemilik kos di wilayah Condongcatur dan sekitarnya.

Hasil observasi menunjukkan bahwa kondisi sanitasi dan kebersihan lingkungan di beberapa wilayah sekitar kampus tergolong cukup baik. Selokan terlihat lancar tanpa sumbatan, lingkungan relatif bersih, dan tempat sampah telah disediakan di sejumlah titik. Warga sekitar juga dinilai mulai memiliki kesadaran terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui kegiatan kerja bakti rutin dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Selain itu, pengelolaan sampah juga sudah terorganisir dengan adanya program bank sampah yang dikelola oleh warga setempat.

Dari sisi kesehatan masyarakat, fasilitas kesehatan di sekitar kawasan kampus dinilai cukup memadai. Warga lokal maupun mahasiswa pendatang memiliki banyak alternatif untuk berobat, mulai dari Puskesmas Depok III, klinik swasta, hingga Rumah Sakit Panti Rapih.

Untuk pemantauan kesehatan ibu dan anak, program posyandu dan imunisasi balita berjalan aktif setiap bulan di tingkat Poliklinik Kesehatan Desa (PKD) berkat kolaborasi erat antara bidan desa dan puskesmas setempat. Bu Ari (40), seorang guru TK menjelaskan, “Pemerintah desa sudah memprioritaskan program kesehatan untuk semua fase kehidupan, mulai dari posyandu balita, posbindu, hingga posyandu lansia.”

Selain itu, Puskesmas Depok III menyediakan layanan jemput bola secara door-to-door. Petugas kesehatan secara aktif mendatangi rumah warga yang memiliki keterbatasan mobilitas atau kebutuhan khusus, seperti pada pelaksanaan vaksinasi COVID-19.

Sebagai kawasan yang berkembang pesat akibat aktivitas akademis dua kampus besar (UNY dan UGM), kondisi lingkungan tempat tinggal warga dan kos mahasiswa di sekitar Sleman tergolong cukup padat. Akan tetapi, sebagian besar bangunan masih mempertahankan aspek sirkulasi udara dan ventilasi yang baik. Aktivitas masyarakat di lingkungan ini juga berjalan aktif, mulai dari kegiatan warga, pedagang kaki lima, hingga warung makan murah yang menjadi tumpuan pangan mahasiswa. Meskipun demikian, Ibu Murjinem (60) menyampaikan, “Tantangannya adalah mereka harus makan makanan yang mengandung gizi dan vitamin, bukan sekadar kenyang dan murah.”

Melalui kegiatan project berbasis SDGs, para mahasiswa, khususnya Kelompok 7, telah berhasil melakukan observasi dan wawancara untuk membedah realitas sosial secara objektif. Data dan temuan yang terkumpul diharapkan tidak hanya menjadi pemenuhan tugas akademik semata, melainkan juga mampu menjadi bahan refleksi bersama, baik bagi masyarakat, mahasiswa, maupun pihak setempat yang berwenang. Kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan serta pemenuhan gizi yang seimbang, menjadi kunci utama terwujudnya tatanan masyarakat yang sehat, sejahtera, dan berkelanjutan di masa depan.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan