JATENGKU.COM, Kendal —Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang Kelompok 39 melaksanakan program pendampingan usaha mikro dengan fokus pada pembaruan kemasan produk UMKM milik Bu Ngatemi pada Senin, 2 Februari 2026. Kegiatan repacking ini dilakukan sebagai upaya membantu pelaku usaha lokal agar produknya tampil lebih menarik dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Produk yang didampingi dalam kegiatan ini adalah gimbal udang yang dijual dengan harga Rp12.000 dan rempeyek kacang dengan harga Rp18.000. Mahasiswa KKN melakukan pembaruan pada tampilan kemasan dengan mengganti kemasan lama menjadi lebih rapi dan cantik, tanpa mengubah cita rasa asli produk.
Selain perubahan kemasan, mahasiswa juga menambahkan stiker informasi produk yang memuat nama produk dan keterangan sederhana sehingga pembeli lebih mudah mengenali produk UMKM Bu Ngatemi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan nilai jual serta memberikan identitas yang lebih jelas pada produk.

Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 39 juga memberikan alat impulse sealer kepada Bu Ngatemi. Alat ini diharapkan dapat membantu proses pengemasan menjadi lebih rapat, rapi, dan higienis sehingga kualitas produk tetap terjaga dalam jangka waktu yang lebih lama.
Ketua Kelompok KKN, Silvya Dewi Agustin, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada tampilan, tetapi juga pada keberlanjutan usaha. “Kami berharap dengan adanya kemasan baru, stiker produk, serta impulse sealer, UMKM Bu Ngatemi bisa lebih mandiri dalam pengemasan dan semakin percaya diri dalam memasarkan produknya,” ujarnya.
Kegiatan repacking UMKM ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN dalam mendukung perekonomian masyarakat lokal. Dengan kemasan yang lebih menarik dan informatif, produk gimbal udang dan rempeyek kacang milik Bu Ngatemi diharapkan mampu bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Melalui pendampingan ini, mahasiswa Universitas PGRI Semarang berharap UMKM di lingkungan KKN dapat terus berkembang dan memiliki nilai tambah, baik dari segi tampilan maupun pemasaran produk.








