Desa Kebon, Klaten – UMKM es krim tradisional di Dusun Konang, Desa Kebon, Kecamatan Bayat, Klaten, kini tampil dengan wajah baru. Lewat program “Penguatan Branding UMKM” yang digagas oleh Tim KKN 75 Universitas Diponegoro, es krim lokal ‘Satria Ice Cream’ mendapatkan dukungan total dalam bentuk desain logo, kemasan, poster, dan materi promosi yang lebih profesional.
Kegiatan ini berlangsung pertengahan Juni hingga pertengahan Juli 2025 dan berpuncak pada penyerahan desain final pada 7 Juli 2025. Program ini lahir dari adanya keluhan dari pelaku UMKM terhadap potensi besar UMKM yang belum tergarap maksimal akibat minimnya branding dan pemasaran.
“Tujuan utama kami adalah membangun identitas visual yang menarik dan merepresentasikan keunikan lokal, supaya produk ini bisa naik kelas dan bersaing lebih luas,” terang Naufal Pratama Abi Al Fajrin, salah satu anggota tim.
Tim mahasiswa lintas jurusan ini tak hanya duduk di depan laptop. Mereka terjun langsung ke rumah produksi, mendokumentasikan proses pembuatan es krim, dan menyusun strategi visual branding menggunakan pendekatan multidisipliner, mulai dari desain grafis, antropologi budaya lokal, hingga edukasi mengenai pentingnya visual identity dalam pemasaran.
“Kami sengaja menyisipkan elemen khas Desa Kebon dalam logo, supaya tetap membumi dan berkarakter,” ungkap salah satu mahasiswa.
Meski menghadapi tantangan seperti keterbatasan alat cetak dan minimnya pemahaman pelaku UMKM soal branding, semangat kolaboratif menjadi kunci sukses program ini. Dengan pendekatan persuasif dan edukatif, akhirnya desain logo, banner, dan sticker box berhasil diserahterimakan langsung kepada Pak Triyono, pelaku UMKM Satria Ice Cream.
Ke depannya, Tim KKN UNDIP merencanakan tindak lanjut berupa pendampingan teknis serta pemantauan berkala untuk memastikan penggunaan desain berkelanjutan. Harapannya, es krim lokal dari Desa Kebon tak hanya dinikmati di lingkungan sekitar, tetapi juga bisa bersaing di pasar yang lebih luas.









