JATENGKU.COM, Klaten — Upaya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana terus dilakukan di Desa Jogoprayan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah penyusunan Peta Titik Evakuasi Sementara, yang memuat informasi lokasi-lokasi aman yang dapat digunakan warga saat terjadi keadaan darurat.
Peta ini disusun oleh Tim KKN Universitas Diponegoro Kelompok 93 sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada Jumat (30/01/2026). Tujuannya adalah membantu warga desa mengenali jalur evakuasi serta titik berkumpul sementara yang mudah diakses dari berbagai wilayah permukiman di Desa Jogoprayan.

Berdasarkan peta tersebut, Desa Jogoprayan memiliki empat titik evakuasi sementara yang tersebar merata dari wilayah utara hingga selatan desa. Penempatan titik-titik ini mempertimbangkan sebaran permukiman, jaringan jalan lokal, serta kedekatan dengan akses utama sehingga dapat dijangkau dengan cepat oleh masyarakat.
Selain menampilkan titik evakuasi, peta ini juga dilengkapi dengan informasi penting lainnya, seperti jaringan jalan lokal dan jalan setapak, aliran sungai, batas administrasi desa, serta lokasi kantor desa. Informasi tersebut diharapkan dapat memudahkan warga dalam menentukan rute evakuasi paling aman dan efisien saat terjadi bencana.
Desa Jogoprayan berbatasan langsung dengan beberapa kecamatan, antara lain Kecamatan Pecalungan, Blado, dan Reban, sehingga keberadaan peta ini juga penting sebagai panduan koordinasi lintas wilayah apabila terjadi bencana berskala lebih luas.
Peta Titik Evakuasi Sementara ini menggunakan sistem proyeksi Universal Transverse Mercator (UTM) Zona 49S dengan datum WGS 1984, sehingga memiliki tingkat ketelitian yang baik dan dapat dijadikan acuan dalam perencanaan kebencanaan di tingkat desa.
Dengan adanya peta ini, diharapkan masyarakat Desa Jogoprayan semakin sadar akan pentingnya kesiapsiagaan bencana dan mampu bertindak cepat serta terarah saat situasi darurat terjadi. Ke depan, peta ini dapat dikembangkan lebih lanjut melalui sosialisasi kepada warga dan integrasi dengan program Desa Tangguh Bencana.
