JATENGKU.COM, KAB. SEMARANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang tergabung dalam kelompok 2 Tim KKN 9 Universitas Diponegoro membawa beberapa inovasi untuk memaksimalkan potensi pertanian yang ada di Desa Suruh, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Tak hanya sekedar untuk menambah nilai, inovasi yang ditawarkan juga bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Mulai dari mengolah sekam menjadi sebuah briket, pembuatan sari beras fermentasi, penanaman tanaman keras, hingga pembuatan filtrasi air untuk mencegah air sabun masuk dalam perairan irigasi sawah.
Untuk memaksimalkan potensi pertanian yang dimiliki, briket sekam menjadi salah satu inovasi untuk menjawab hal tersebut. Sekam padi yang selama ini dianggap hanya menjadi limbah pertanian semata, kini dapat menjadi sebuah barang yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Selain itu, tim KKN Undip juga membawa sebuah inovasi alat tepat guna berupa Eco Burner.

Eco Burner Sekam adalah alat pembakar sekam ramah lingkungan yang dirancang untuk menghasilkan arang berkualitas tinggi dengan asap minimal. Menggunakan sistem pembakaran tertutup dan prinsip pirolisis, alat ini mengatur aliran udara secara efisien melalui ventilasi dan cerobong, sehingga proses berlangsung stabil dan bersih. Dibuat dari bahan sederhana seperti drum bekas dan pipa besi. Alat ini menjawab permasalah polusi yang dihasilkan saat proses pembuatan briket sekam.
Sari Beras Fermentasi Hasil Inovasi Mahasiswa KKN Undip (Sumber: Pribadi) 
Selain itu, tim KKN Undip juga membawa inovasi berupa sari beras fermentasi. Sari Beras Fermentasi merupakan minuman tradisional yang dibuat dari beras melalui proses fermentasi.
Menggunakan bahan alami dan cara pengolahan sederhana, serta memiliki cita rasa unik dan khas. Dengan adanya inovasi ini, diharapkan para petani lokal dapat mempunyai beberapa produk yang dapat terdiferensiasi.
Selain kedua program di atas, para mahasiswa juga melakukan penanaman tanaman keras berupa buah-buahan di Lapangan Gelora Astrawijaya untuk menjadi solusi menjawab tantangan ketahanan pangan. Filtrasi air untuk mencegah air sabun cuci masuk dalam perairan irigasi sawah juga dilakukan untuk tetap menjaga kualitas hasil tani yang ditanam.
