Tingkatkan Higienitas Desa Posong, Mahasiswa Ot...

Tingkatkan Higienitas Desa Posong, Mahasiswa Otomasi Undip Ciptakan Tempat Sampah Otomatis Berbasis Arduino

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, Batang – Permasalahan sampah di Indonesia seakan menjadi tantangan yang tidak pernah usai. Kurangnya pemahaman mengenai pentingnya membuang sampah pada tempatnya sering kali dipicu oleh faktor kebersihan wadah sampah itu sendiri yang dianggap kotor dan menjadi sarang kuman.

Kondisi serupa ditemukan di Desa Posong, di mana minimnya kesadaran membuang sampah pada tempat yang disediakan masih menjadi kendala utama. Menanggapi isu tersebut, Muhammad Rafi Raditya Hakim, mahasiswa KKN Reguler dari program studi Teknologi Rekayasa Otomasi, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro, menginisiasi sebuah inovasi teknologi tepat guna berupa tempat sampah otomatis “tanpa sentuh” pada Minggu (25/01/2026).

“Inovasi ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih sekaligus sehat. Dengan sistem otomatis, masyarakat tidak perlu lagi ragu atau merasa kotor saat membuang sampah karena tidak ada kontak fisik langsung dengan tutup tempat sampah,” jelas Rafi saat mendemonstrasikan alat tersebut.

Mekanisme Kerja dan Komponen Secara teknis, perangkat ini bekerja menggunakan sensor ultrasonik HC-SR04 sebagai pengindra jarak. Ketika seseorang berada pada jarak 30 cm atau kurang di depan sensor, sistem akan mengirimkan perintah ke mikrokontroler Arduino Uno untuk mengaktifkan motor servo. Motor servo kemudian akan mengangkat tutup tempat sampah secara otomatis. Pengguna diberikan waktu sekitar 6 detik untuk membuang sampah sebelum tutup kembali merapat secara otomatis.

 

Tingkatkan Higienitas Desa Posong, Mahasiswa Otomasi Undip Ciptakan Tempat Sampah Otomatis Berbasis Arduino
Pemberian tata cara penggunaan kotak sampah otomatis.

Keunggulan utama dari alat ini adalah sisi higienitasnya; tangan tetap bersih dan terhindar dari paparan bakteri maupun virus. Selain itu, rancang bangun alat ini tergolong efisien karena hanya menggunakan komponen minimalis seperti board, kabel jumper, dan perangkat mekanis sederhana, sehingga berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut oleh masyarakat desa secara mandiri.

Melalui edukasi dan demonstrasi alat ini, diharapkan warga Desa Posong mulai terbiasa membuang sampah pada tempatnya, didukung oleh fasilitas yang modern dan memudahkan mereka dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Penulis: Muhammad Rafi Raditya Hakim (Teknologi Rekayasa Otomasi) SV UNDIP
DPL: Ima Wijayanti, S.Pi. M.Si., Ph.D.
Lokasi: Desa Posong, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang
KKN Reguler UNIVERSITAS DIPONEGORO TAHUN 2025/2026

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan