JATENGKU.COM, KLATEN — Upaya peningkatan kesiapsiagaan bencana dilakukan oleh Mahasiswa KKN Tim I Universitas Diponegoro Tahun 2026 di Desa Baturan. Salah satu program kerja yang dilaksanakan adalah Edukasi Struktur Bangunan Aman Gempa dan Perencanaan Jalur Evakuasi yang diinisiasi oleh Muhamad Rivan, mahasiswa Jurusan Teknik Sipil.
Program ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya struktur bangunan tahan gempa serta belum tersedianya jalur evakuasi yang jelas di lingkungan permukiman. Berdasarkan hasil observasi lapangan, sebagian rumah warga dibangun secara swadaya tanpa mempertimbangkan aspek teknis konstruksi tahan gempa. Selain itu, warga juga belum memiliki gambaran rute penyelamatan diri yang terarah apabila gempa terjadi.
Kondisi tersebut menjadi perhatian mengingat wilayah Klaten dan sekitarnya memiliki riwayat kebencanaan gempa bumi. Peristiwa Gempa Bumi tahun 2006 yang melanda Yogyakarta dan Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Klaten, menjadi pengingat nyata akan besarnya risiko yang dapat terjadi. Gempa berkekuatan 6,3 SR saat itu menyebabkan ribuan bangunan rusak hingga roboh, yang sebagian besar dipicu oleh lemahnya struktur konstruksi bangunan masyarakat.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Muhamad Rivan memberikan edukasi teknis dasar mengenai ciri-ciri bangunan yang lebih aman terhadap gempa. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya pondasi kuat, penggunaan kolom dan balok pengikat, susunan dinding yang baik, serta pemilihan material bangunan yang lebih tahan terhadap getaran. Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa sederhana, disertai ilustrasi visual agar mudah dipahami masyarakat awam.
Selain aspek struktur, edukasi juga mencakup perencanaan jalur evakuasi. Warga diajak mengidentifikasi jalur tercepat keluar dari rumah, menentukan titik kumpul aman, serta memahami langkah penyelamatan diri saat gempa terjadi. Diskusi interaktif dilakukan agar jalur evakuasi yang direncanakan sesuai dengan kondisi lingkungan desa.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Warga Desa Baturan berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait cara memperkuat bangunan yang sudah berdiri serta langkah perlindungan keluarga saat bencana.
Melalui program ini, Mahasiswa KKN Undip 2026 berharap masyarakat Desa Baturan semakin sadar akan pentingnya mitigasi struktural dan non-struktural. Edukasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mewujudkan Desa Baturan sebagai desa yang tangguh bencana dan siap menghadapi risiko gempa di masa mendatang.
