JATENGKU.COM, MAGELANG – Di tengah pesona alam lereng Merbabu, sebuah inisiatif Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik tengah mengukir jejak penting demi masa depan pangan yang lebih kokoh. Sebanyak 46 mahasiswa dari Tim KKN-T 43 Universitas Diponegoro yang terbagi dalam tiga kelompok, diterjunkan ke Desa Sumberejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang.
Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 16 Juni hingga 19 Agustus 2025. Tim KKN ini memfokuskan program pada standardisasi mutu dan manajemen usaha hortikultura serta susu. Program ini menjadi pilar utama dalam mewujudkan penguatan ketahanan pangan lokal sekaligus mendorong produksi yang bertanggung jawab (responsible production).
Selama periode KKN, mahasiswa mendampingi para petani dan peternak sapi di Sumberejo untuk mengimplementasikan standar mutu yang terukur dan praktik manajemen usaha yang lebih efisien. Ini bukan sekadar transfer ilmu, melainkan aplikasi nyata di lapangan, disesuaikan dengan kondisi dan kearifan lokal.
Kegiatan ini didampingi langsung oleh Koordinator Dosen Pembimbing Lapangan yakni Setya Budi Muhammad Abduh, S.Pt., M.Sc., Ph.D., serta dua dosen pembimbing lainnya Dr. Sri Mulyani, S.Pt., M.P., dan Ahmad Ni’matullah Al-Baarri, S.Pt., M.P., Ph.,D.
Selain itu, Tim KKN juga berkesempatan menjalin kolaborasi bersama dengan pihak Human Initiative dalam mendampingi masyarakat Desa Sumberejo pada manajemen pengelolaan limbah serta pemanfaatan hasil pascapanen. Kolaborasi ini difokuskan pada upaya menciptakan sistem pengelolaan yang lebih ramah lingkungan dan bernilai tambah, sekaligus mendorong terciptanya produksi yang berkelanjutan di sektor pertanian dan peternakan.
Kepala Desa Sumberejo menyampaikan dukungan penuh terhadap program yang dilakukan oleh tim KKN ini. “Harapannya saya semoga anak-anak muda yang disini menjadi termotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya, dan dengan adanya tim KKN di Desa ini bisa meningkatkan sumber daya manusia di masyarakat Desa Sumberejo” ungkapnya.
Sementara itu, Rohid Ahmad Rizal mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Program Studi Ilmu Pemerintahan, Ketua Tim KKN Tematik 43, mengungkapkan harapannya untuk keberlanjutan kegiatan KKN ini.
“Desa Sumberejo mempunyai peluang yang sangat besar untuk menjadi desa mandiri mengingat saat ini Desa Sumberejo memiliki Indeks Desa Membangun (IDM) yaitu berkembang. Dengan memaksimalkan peluang yang ada terutama di bidang pertanian dan peternakan, mulai dari manajemen kelembagaan dan K3, proses produksi, proses pengemasan, pengelolaan limbahnya, manajemen keuangannya, dan strategi pemasaran yang dikelola dengan baik serta berstandar lebih tinggi. Harapannya dengan adanya tim KKN 43 Undip tahun ini dapat membantu para kelompok tani dalam mengelola sumberdaya yang dimiliki sehingga dapat memberdayakan masyarakat guna memajukan Desa Sumberejo lebih baik untuk mencapai IDM menjadi Mandiri.” ungkapnya.
Program KKN ini menjadi ruang kolaborasi untuk membangun desa secara partisipatif dan berkelanjutan. Melalui program di Desa Sumberejo, Tim KKN Tematik 43 siap berkomitmen untuk mendukung ketahanan pangan dan responsible production, diawali dari inisiatif kecil untuk membawa dampak besar bagi masyarakat.
Penulis: Shakila Abia Martiza
Lokasi: Desa Sumberejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang










