Desa Kebon, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, dikenal sebagai salah satu penghasil batik tulis yang kaya akan nilai-nilai budaya dan tradisi warisan leluhur. Batik tulis Kebon Indah tidak hanya sekedar memikat masyarakat baik dari kacamata lokal ataupun pendatang dari luar negeri melalui motifnya yang khas yang didalamnya masih mempertahankan proses pembuatan melalui teknik tradisional yang akhirnya menjadikan Batik Kebon ini sebagai salah satu warisan budaya yang patut dilestarikan sebagai salah satu identitas masyarakat di Desa Kebon.
Namun, di era globalisasi dan adanya persaingan pasar yang semakin berkembang, tidak sedikit pengrajin batik yang merasakan adanya tantangan besar untuk mampu menembus pasar yang lebih luas, termasuk pasar berstandar internasional didalamnya. Menyadarai hal ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Tim 75 Kelompok 3 hadir memberikan dukungan melalui program kerja bertajuk “Upskilling Bahasa Inggris Sebagai Bentuk Peningkatan Daya Saing Pengrajin Batik Tulis untuk Ekspansi Pemasaran”. Program kerja ini bertujuan untuk membantu meningkatkan daya saing para pengrajin batik tulis Kebon Indah dengan menyalurkan keterampilan komunikasi bahasa Inggris sebagai pendukung perluasan dalam membantu pemasaran produk batik secara lebih efektif di tingkat nasional maupun global.
Kegiatan di laksanakan pada Jum’at, 18 Juli 2025, di showroom batik tulis Kebon Indah, Desa Kebon, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Pelatihan ini difokuskan pada tiga materi utama, yaitu perkenalan diri, deskripsi produk batik, serta negosiasi harga dalam bahasa Inggris. Dengan pendekatan interaktif dan praktik langsung, para pengrajin diajak untuk mempraktikkan dialog sehari-hari yang berkaitan dengan kegiatan usaha mereka, seperti menyambut tamu asing, menjelaskan makna motif batik, hingga menyebutkan harga dan proses produksi.
Antusiasme para ibu-ibu pengrajin terlihat jelas selama pelatihan berlangsung. Mereka aktif bertanya, mencoba mengucapkan kalimat dalam bahasa Inggris, dan tidak ragu untuk berlatih secara berpasangan maupun kelompok. “Saya senang sekali bisa belajar bahasa Inggris. Meski sulit, tapi kami ingin bisa menjelaskan batik kami ke orang luar negeri,” ujar salah satu peserta pelatihan dengan semangat.
Semangat belajar yang tinggi ini menjadi bukti bahwa para pengrajin batik di Kebon Indah memiliki tekad untuk terus berkembang dan siap menyambut peluang pasar yang lebih luas.
Melalui program pelatihan bahasa Inggris ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para pengrajin batik tulis Kebon Indah. Hal ini tentunya sangat berarti, mengingat Desa Kebon merupakan salah satu sentra batik tulis yang kaya akan keindahan motif, kualitas kerajinan, serta nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun temurun didalamnya. Ke depannya, Desa Kebon diharapkan tak hanya dikenal sebagai pusat produksi batik tulis, tetapi juga sebagai contoh bentuk sukses dari adanya pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal yang dapat bersaing di pasar global.











