JATENGKU.COM, SEMARANGMahasiswa KKN-T 118 Universitas Diponegoro Kelompok 5 menyelenggarakan program kerja multidisiplin berupa “Workshop Pembuatan Produk Herbal berupa Jahe Bubuk Sebagai Upaya dalam Pencegahan Hipertensi secara Alami” Program ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan tanaman herbal, khususnya jahe, yang dikenal memiliki khasiat menurunkan tekanan darah serta mendukung kesehatan jantung.

Workshop ini dipelopori oleh Ratu Shabrina Nararya Subagia Putri, mahasiswa program studi S-1 Farmasi, dan dilaksanakan pada hari Jumat, 12 Juli 2025, pukul 09.00–11.30 WIB di Balai PKK Kelurahan Sambiroto. Kegiatan diikuti oleh ibu-ibu PKK yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam mempelajari cara mengolah jahe menjadi produk siap pakai yang praktis dan bermanfaat.

Sesi diawali dengan pemaparan singkat mengenai manfaat jahe sebagai tanaman obat, terutama perannya dalam membantu menstabilkan tekanan darah serta memperlancar sirkulasi. Selanjutnya, peserta dipandu langsung dalam proses pembuatan jahe bubuk, mulai dari pemilihan bahan, pembersihan, pengirisan, pengeringan, penghalusan, hingga pengemasan. Seluruh tahapan dilakukan dengan metode sederhana yang dapat dengan mudah diterapkan di rumah.

“Melalui workshop ini, saya berharap ibu-ibu PKK bisa mengenal manfaat jahe lebih dalam dan mampu mengolahnya menjadi produk yang tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan keluarga, tetapi juga bisa bernilai ekonomi. Jahe bubuk adalah contoh sederhana bahwa tanaman herbal di sekitar kita bisa menjadi solusi nyata untuk mencegah penyakit seperti hipertensi,” ujar Ratu

Selain aspek kesehatan, workshop ini juga menyoroti potensi ekonomi dari produk jahe bubuk yang bernilai jual dan dapat dikembangkan sebagai usaha rumahan. Peserta tampak aktif bertanya dan berdiskusi, bahkan beberapa di antaranya mengusulkan kegiatan lanjutan untuk pengemasan produk herbal skala kecil.

Melalui pelatihan ini, diharapkan ibu-ibu PKK Kelurahan Sambiroto tidak hanya mampu memanfaatkan jahe sebagai solusi pencegahan hipertensi, tetapi juga dapat mengembangkan keterampilan ini menjadi peluang usaha mandiri berbasis kearifan lokal dan kesehatan keluarga.

Editor: Handayat