JATENGKU.COM, PEKALONGAN – Sebagai wujud nyata dukungan terhadap peningkatan pelayanan publik di tingkat desa, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro menjalankan program Sosial Masyarakat (Sosma). Kontribusi nyata ditunjukkan oleh Yeremia Adrian Yudoyono, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Univerisitas Diponegoro, melalui inisiatif perancangan dan penyediaan informasi layanan darurat bagi masyarakat Desa Rembun, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan.

Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yaitu Riris Tiani, S.S., M.Hum., Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum., serta Dr. Nailul Fauziyah, S.Psi., M.Psi., program ini berhasil diimplementasikan dengan baik pada hari Jumat, 18 Juli 2025, bertempat di Balai Desa Rembun.

Lampiran Hasil Standing Banner

Standing Banner informasi tersebut memuat daftar layanan kontak darurat penting yang dapat diakses masyarakat, seperti POLRES Pekalongan, Pemadam Kebakaran (DAMKAR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Rumah sakit terdekat, dan beberapa layanan lainnya yang dapat diakses oleh masyarakat desa Rembun.

Selain itu, Yeremia juga menambahkan penjelasan singkat mengenai alur pelayanan publik yang dapat membantu warga memahami prosedur yang perlu dilakukan ketika mengakses layanan tersebut.

“Program ini bertujuan sebagai gerakan peningkatan aksesibilitas informasi publik, terutama dalam situasi darurat maupun kebutuhan administratif masyarakat,” jelas Yeremia.

Menurutnya, kesadaran terhadap pentingnya informasi layanan publik yang jelas dan mudah diakses adalah langkah awal untuk menciptakan pelayanan yang lebih responsif dan inklusif di tingkat desa.

Program ini pun mendapatkan sambutan positif dari Nurhayi, Kepala Desa Rembun, yang menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi mahasiswa KKN-T.

“Kami sangat terbantu dengan adanya informasi ini, apalagi masyarakat desa kami masih banyak yang belum tahu ke mana harus menghubungi jika terjadi kejadian darurat,” ujar Nurhayi. Silfianur, salah satu perangkat desa, juga mengungkapkan bahwa inisiatif ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia menambahkan bahwa keberadaan informasi tersebut sangat membantu perangkat desa dalam menyampaikan layanan publik secara lebih jelas dan terstruktur kepada warga.

Program ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam memperkuat pelayanan publik di akar rumput. Semangat kolaboratif dan kebermanfaatan nyata dari kegiatan ini diharapkan bisa menginspirasi program-program serupa di masa mendatang.

Editor: Handayat