BREBES – Upaya menciptakan lingkungan desa yang bersih dan asri terus digalakkan melalui berbagai kegiatan nyata. Salah satunya dilakukan oleh mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Sa’adiah Nitamalili, yang melaksanakan program penghijauan sekaligus pemberian tempat sampah sebagai kenang-kenangan di Desa Limbangan, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan desa yang masih memerlukan peningkatan kesadaran akan pentingnya kebersihan dan keindahan. Penanaman tanaman hias dilakukan di sejumlah titik strategis, seperti halaman balai desa dan area sekitar fasilitas umum. Tanaman-tanaman tersebut dipilih berdasarkan kemudahan perawatan serta daya tahannya terhadap cuaca, sehingga diharapkan dapat tumbuh dengan baik dan mempercantik lingkungan dalam jangka panjang.
Sa’adiah Nitamalili menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat cinta lingkungan di kalangan masyarakat. “Penghijauan bukan hanya soal menanam tanaman, tetapi juga membangun kebiasaan merawat dan menjaga lingkungan bersama-sama,” ujarnya di sela kegiatan. Ia juga menambahkan bahwa langkah kecil seperti menanam tanaman hias dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
Selain kegiatan penghijauan, Sa’adiah juga menyerahkan sejumlah tempat sampah kepada pihak desa sebagai kenang-kenangan dari pelaksanaan KKN. Pemberian tempat sampah ini dimaksudkan untuk mendukung terciptanya budaya membuang sampah pada tempatnya serta mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan. Tempat sampah tersebut ditempatkan di beberapa titik yang mudah dijangkau warga agar dapat dimanfaatkan secara optimal.
Kepala desa setempat menyambut baik inisiatif tersebut dan mengapresiasi kontribusi mahasiswi KKN UPGRIS dalam mendukung kebersihan lingkungan. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat secara fisik melalui penanaman tanaman dan penyediaan sarana kebersihan, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. “Kami berharap apa yang sudah dilakukan ini bisa menjadi contoh dan memotivasi warga untuk lebih peduli terhadap kebersihan desa,” ungkapnya.
Kegiatan penghijauan dan donasi tempat sampah ini juga melibatkan partisipasi warga sekitar yang turut membantu proses penanaman. Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan tersebut mencerminkan semangat gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat Desa Limbangan. Anak-anak hingga orang dewasa terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari menggali tanah, menanam, hingga menyiram tanaman yang baru ditanam.
Melalui program ini, Sa’adiah Nitamalili berharap Desa Limbangan dapat semakin dikenal sebagai desa yang bersih, hijau, dan nyaman untuk ditinggali. Ia juga berharap agar fasilitas yang telah diberikan dapat dirawat dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa peran mahasiswa dalam program KKN tidak hanya sebatas menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.
Dengan adanya sinergi antara mahasiswa dan masyarakat, cita-cita mewujudkan desa yang asri dan berkelanjutan bukanlah hal yang mustahil, melainkan tujuan bersama yang dapat dicapai melalui langkah-langkah sederhana namun penuh makna.








