PENAJAM PASER UTARA – Dalam rangka mendukung visi Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai kota hutan (forest city), Meita Ika Andiyani Mahasiswi Teknik Sipil yang sedang menjalankan KKN mandiri, menyelenggarakan sosialisasi bagi staf proyek Rumah Susun Pasukan Pengaman Presiden (Rusun Paspampres). Kegiatan ini mengusung tema “Harmoni Pembangunan dan Alam di IKN: Sehat Pekerjanya, Terjaga Lingkungannya”. Program ini menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara produktivitas konstruksi yang masif dengan kesehatan tenaga kerja serta kelestarian ekosistem hutan Kalimantan.

Kesehatan dan Keselamatan: Aset Utama Proyek

Dalam sosialisasinya, Meita menekankan bahwa kesehatan fisik dan mental pekerja adalah aset paling berharga dalam proyek besar. Beberapa poin krusial yang disampaikan meliputi:

  • Ergonomi Konstruksi: Edukasi teknik mengangkat beban yang benar demi mencegah cedera otot punggung atau HNP.
  • Manajemen Hidrasi: Mengingat cuaca Kalimantan yang lembap dan terik, pekerja diingatkan untuk mewaspadai gejala heat stroke dengan asupan air yang cukup.
  • Sanitasi Area Kerja: Menjaga kebersihan barak untuk mencegah penyakit menular seperti DBD atau malaria, mengingat lokasi proyek yang berada di area hutan.
  • Teknologi Kesehatan: Mendorong penggunaan aplikasi kesehatan atau jam pintar untuk memantau kondisi fisik secara real-time.

Dari sisi keselamatan, Meita menekankan kepatuhan penuh terhadap Alat Pelindung Diri (APD) seperti body harness untuk pekerjaan di ketinggian serta pemahaman zonasi berbahaya di sekitar alat berat dan crane. Pekerja juga diajak memanfaatkan sistem digital untuk melaporkan kondisi tidak aman (unsafe condition) di lapangan.

Komitmen Green Construction untuk Masa Depan IKN

Sesuai dengan visi IKN sebagai kota hijau, Meita mengajak seluruh elemen proyek untuk menerapkan prinsip Green Construction. Tindakan nyata yang disosialisasikan meliputi:

  • Zero Waste: Pemilahan sisa beton, besi, dan kayu untuk didaur ulang.
  • Pengendalian Polusi: Penyiraman rutin di akses jalan untuk meminimalisir debu yang mengganggu pernapasan.
  • Konservasi Alam: Memastikan limbah cair tidak mencemari sungai dan tidak merusak vegetasi di luar batas area kerja.
  • Efisiensi Energi: Mematikan mesin alat berat saat tidak digunakan (anti-idling) serta beralih ke dokumentasi digital untuk mengurangi penggunaan kertas (paperless).

“Kesehatan kita di tempat kerja adalah investasi bagi keluarga di rumah, sementara menjaga lingkungan IKN adalah warisan bagi masa depan Indonesia,” ujar Meita dalam penutupan materinya. Melalui semangat ini, ia mempopulerkan slogan: “Pulang Sehat, Kerja Hebat, IKN Terjaga Kuat” sebagai motivasi bagi para pejuang pembangunan di IKN

Editor: Handayat

Tag