JATENGKU.COM, PEKALONGAN – Penetapan harga jual yang selama ini hanya mengandalkan perkiraan akhirnya menemukan solusinya. Mahasiswa KKN-T Tim 15 Universitas Diponegoro (UNDIP) menghadirkan program edukatif berupa penyusunan dan sosialisasi Modul Perhitungan Harga Jual Berbasis Harga Pokok Produksi (HPP) untuk BUMDes dan Koperasi Merah Putih Desa Blacanan.
Program ini dilaksanakan di bawah bimbingan Riris Tiani, S.S., M.Hum., Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum. dan Dr. Nailul Fauziyah, S.Psi., M.Psi., Psikolog, sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung penguatan tata kelola usaha desa .
Berangkat dari realitas di lapangan, di mana pelaku usaha desa sering kali belum mencatat biaya produksi secara menyeluruh dan menetapkan harga jual hanya berdasarkan harga pasar atau ‘asal ambil untung’, mahasiswa KKN UNDIP menyusun sebuah modul praktis. Modul ini berisi penjelasan konsep biaya produksi, metode full costing, dan strategi penetapan harga jual menggunakan pendekatan cost-plus pricing, lengkap dengan simulasi usaha budidaya ikan bandeng sebagai studi kasus khas daerah pesisir.
Program ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan dasar bagi pengelola BUMDes dan Koperasi Merah Putih desa Blacanan. Pengelola diajak memahami bahwa harga jual seharusnya bukan sekadar mengikuti pasar, melainkan harus dihitung berdasarkan biaya produksi sebenarnya ditambah margin keuntungan yang wajar.
Pelatihan disampaikan melalui sosialisasi dan diskusi langsung bersama perwakilan Bumdes dan koperasi desa. Dalam pertemuan ini, mahasiswa KKN menjelaskan isi modul secara ringkas dan aplikatif, dilanjutkan dengan diskusi terbuka mengenai tantangan yang dihadapi dalam menetapkan harga jual produk. Peserta diajak memahami bagaimana konsep harga pokok produksi dan margin keuntungan dapat diadaptasi dalam praktik usaha mereka, terutama di sektor pengelolaan tambak.
“Dengan pemahaman ini, kita bisa menentukan harga jual yang tidak hanya bersaing, tetapi juga menguntungkan dan berkelanjutan,” ujar Puji Sarah Astika, mahasiswa pelaksana KKN-T Tim 15 yang juga penyusun modul tersebut.
Dengan pendekatan edukatif berbasis kebutuhan nyata desa, program ini tidak hanya menjawab tantangan teknis dalam manajemen usaha, tetapi juga membangun kesadaran pentingnya pencatatan biaya dan perencanaan harga yang logis. Langkah kecil namun berarti menuju tata kelola ekonomi desa yang lebih sehat dan profesional.










