Rekomendasi
    Rekomendasi
    WINGKI PRANATA SINAGA, Kreator TikTok Affiliate Asal Indonesia yang Tembus 23 Ribu Pengikut Lewat Konten Digital Berkualitas

    WINGKI PRANATA SINAGA, Kreator TikTok Affiliate Asal Indonesia yang Tembus 23 Ribu Pengikut Lewat Konten Digital Berkualitas

    MAHESA Mojoagung UPGRIS 2026 Kembangkan Sikujang, Kerajinan Kulit Jagung yang Bernilai Ekonomi

    MAHESA Mojoagung UPGRIS 2026 Kembangkan Sikujang, Kerajinan Kulit Jagung yang Bernilai Ekonomi

    MAHESA UPGRIS Resmikan Marketplace UMKM Desa Mojoagung, Dorong Digitalisasi Produk Lokal dan Perluas Akses Pasar

    MAHESA UPGRIS Resmikan Marketplace UMKM Desa Mojoagung, Dorong Digitalisasi Produk Lokal dan Perluas Akses Pasar

    Kelompok SICS Bali 2026 Eksplorasi Potensi Ekonomi Kreatif di King Saguna Jaya Melalui Kerajinan Berbahan Limbah Kerang

    Kelompok SICS Bali 2026 Eksplorasi Potensi Ekonomi Kreatif di King Saguna Jaya Melalui Kerajinan Berbahan Limbah Kerang

    Opini

    MAHESA Mojoagung UPGRIS 2026 Kembangkan Sikujang, Kerajinan Kulit Jagung yang Bernilai Ekonomi
    5.25 PM WIB

    MAHESA Mojoagung UPGRIS 2026 Kembangkan Sikujang, Kerajinan Kulit Jagung yang Bernilai Ekonomi

    JATENGKU.COM, Kendal – Seni kerajinan kulit jagung atau yang dikenal dengan nama Sikujang terus berkembang sebagai salah satu produk kreatif yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan. Kerajinan ini memanfaatkan kulit jagung yang sebelumnya dianggap limbah menjadi berbagai karya seni yang menarik dan bermanfaat.Salah satu pelaku kerajinan kulit jagung, MAHESA dari Desa Mojoagung, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal, mengatakan bahwa bahan baku kulit jagung mudah diperoleh dari hasil panen masyarakat setempat. Dengan proses pengeringan, pewarnaan, dan pembentukan yang teliti, kulit jagung dapat diubah menjadi bunga hias, gantungan kunci, hiasan dinding, dan berbagai produk suvenir lainnya.Sumber: PDD MAHESA Mojoagung UPGRIS 28 Juni 2026“Kerajinan kulit jagung memiliki nilai jual yang cukup baik dan dapat menjadi peluang usaha bagi masyarakat,” ujar sela saat ditemui pada kegiatan pameran kerajinan di Plantungan, Minggu (28/6/2026).Selain memberikan manfaat ekonomi, Sikujang juga membantu mengurangi limbah pertanian yang sering kali tidak dimanfaatkan. Melalui kreativitas dan inovasi, limbah kulit jagung dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai seni tinggi dan diminati berbagai kalangan.Sumber: PDD MAHESA Mojoagung UPGRIS 28 Juni 2026Masyarakat berharap kerajinan Sikujangg dapat terus berkembang melalui dukungan pelatihan, promosi, dan pemasaran yang lebih luas. Dengan demikian, kerajinan kulit jagung tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan para perajinnya.Keberadaan Sikujang menjadi bukti bahwa limbah pertanian dapat diubah menjadi karya kreatif yang bermanfaat, bernilai ekonomi, dan mendukung pelestarian lingkungan.Penulis: Renitha Nafra Mahasiswa Universitas PGRI Semarang, Program Studi Manajemen
    Bukan Cuma Label Halal, Ini Alasan Gen-Z Mulai Melirik Bank Syariah
    11.06 AM WIB

    Bukan Cuma Label Halal, Ini Alasan Gen-Z Mulai Melirik Bank Syariah

    Penulis: Hanna Arina Al-Haq Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah, UIN Syarif Hidayatullah JakartaJATENGKU.COM, Jakarta -- Dulu, bank syariah sering diasosiasikan dengan hal-hal yang serius dan "boomer banget": antre di teller, formulir kertas, dan citra yang kaku. Tapi coba lihat sekarang. Makin banyak anak muda pindah atau mulai buka rekening di bank syariah, dan alasannya nggak melulu soal agama. Ada dua kata kunci yang bikin gen Z dan milenial mulai serius melirik: digital experience yang makin kece, dan ethical banking alias keuangan yang lebih etis.Gen-Z dan Uang: Bukan Sekadar Nabung, Tapi Juga Soal ValueRiset akademik terbaru soal minat generasi Z terhadap bank syariah maupun konvensional di Indonesia menemukan hal yang menarik: sustainability dan financial ethics terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat generasi Z, baik pada bank syariah maupun bank konvensional. Artinya, isu keberlanjutan dan etika keuangan bukan lagi sekadar jargon CSR ini beneran jadi salah satu pertimbangan anak muda saat memilih ke mana uangnya "dititipkan".Ini masuk akal kalau kita lihat siapa yang lagi masuk usia produktif sekarang. <cite index="22-1">Generasi Z sudah mencapai 27,9% dari total penduduk Indonesia, sementara generasi milenial mendominasi dengan porsi 28,87% atau sekitar 69,38 juta orang</cite>. Dua generasi ini gabungannya lebih dari separuh populasi usia produktif Indonesia dan mereka tumbuh besar dengan ekspektasi yang beda soal bagaimana institusi keuangan seharusnya berperilaku.Bukan Cuma Halal, Tapi Juga "Adil"Prinsip dasar bank syariah bagi hasil, larangan riba, larangan spekulasi berlebihan ternyata resonan dengan cara gen Z memandang uang: nggak melulu soal untung sebesar-besarnya, tapi juga soal keadilan dan dampak. Sistem bagi hasil bikin risiko dan keuntungan ditanggung bersama antara bank dan nasabah, bukan sepihak. Buat generasi yang tumbuh di tengah diskursus soal ketimpangan ekonomi dan greenwashing korporasi, model bisnis yang "transparan by design" ini jadi nilai plus tersendiri bukan cuma soal label halal di brosur. Industrinya Juga Lagi Serius Berbenah Secara Digital Bukan cuma soal nilai, industrinya sendiri memang sedang all-in membenahi sisi digital. OJK, lewat Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI) 2023–2027, secara eksplisit menjadikan optimalisasi infrastruktur teknologi informasi dan layanan digital sebagai salah satu langkah strategis, di samping peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah bagi masyarakat luas. Jadi bukan kebetulan kalau makin banyak bank syariah berlomba merilis fitur mobile banking yang setara bahkan mencoba menyamai bank digital konvensional.Biar nggak cuma modal feeling, aset industri perbankan syariah tercatat sebesar Rp979 triliun hingga Agustus 2025, tumbuh 8,15 persen secara tahunan, menurut OJK dan pertumbuhan ini konsisten mengungguli bank konvensional: aset perbankan syariah nasional tumbuh 7,83 persen yoy pada Juni 2025, lebih tinggi dibanding pertumbuhan aset perbankan konvensional yang hanya 6,29 persen di periode yang sama. Artinya, bank syariah bukan cuma "niche" buat kalangan tertentu, tapi industri yang lagi tumbuh lebih cepat dari rata-rata pasar. Instrumen yang Makin Relevan Buat Gaya Hidup Anak Muda Selain tabungan dan deposito biasa, bank syariah sekarang juga mengembangkan produk-produk yang lebih "kekinian" dan gampang dipahami anak muda mulai dari instrumen investasi sosial seperti Cash Waqf Linked Deposit (CWLD), sampai layanan berbasis aplikasi yang memudahkan transaksi harian tanpa perlu ke cabang. Asosiasi perbankan syariah bahkan secara terbuka mendorong pengembangan instrumen semacam ini agar makin diminati masyarakat, karena mereka sadar generasi muda menuntut kombinasi antara kemudahan digital dan nilai yang bisa dipertanggungjawabkan.Hal ini juga sejalan dengan gaya hidup gen Z yang serba cepat dan serba transparan. Buka rekening nggak perlu lagi antre di cabang, mutasi transaksi bisa dicek real-time, sampai fitur-fitur seperti pembayaran zakat, infak, atau wakaf yang kini terintegrasi langsung di aplikasi mobile banking. Dulu, urusan "ibadah finansial" kayak zakat atau wakaf identik dengan proses manual dan berbelit. Sekarang, semuanya bisa dilakukan dalam hitungan detik semudah transfer saldo ke teman. Kombinasi kemudahan teknis dan kemudahan berbuat baik inilah yang bikin bank syariah terasa relevan buat generasi yang terbiasa serba instan tapi tetap peduli dampak.Jadi, Kenapa Gen-Z Mulai Beralih?Kalau dirangkum, ada tiga alasan utama:Fitur digital yang makin setara dengan bank digital konvensional, hasil dari dorongan regulator lewat roadmap digitalisasi industri. Prinsip ethical banking bagi hasil, transparansi, dan larangan spekulasi yang resonan dengan cara gen Z memandang uang dan dampak sosial. Pertumbuhan industri yang nyata secara angka, bukan cuma citra, dengan laju pertumbuhan aset yang konsisten mengungguli bank konvensional.Buat gen Z, memilih bank bukan cuma soal bunga atau promo cashback lagi. Ini soal ke mana uangmu "bekerja" dan nilai apa yang dibawanya. Dan bank syariah, dengan kombinasi digitalisasi yang makin matang plus fondasi etika yang sudah built-in dari sananya, pelan-pelan jadi pilihan yang masuk akal bukan cuma buat yang cari label halal, tapi buat yang cari cara ngatur uang yang lebih align sama value mereka.
    Lewat Booklet “Belajar Cerdas dari Lingkungan Sekitar”, Tim Hibah Pembelajaran Berdampak UNS Ajak Siswa dan Orang Tua Optimalkan Potensi Belajar dari Rumah
    10.07 PM WIB

    Lewat Booklet “Belajar Cerdas dari Lingkungan Sekitar”, Tim Hibah Pembelajaran Berdampak UNS Ajak Siswa dan Orang Tua Optimalkan Potensi Belajar dari Rumah

    JATENGKU.COM, SURAKARTA -- Setelah menyelesaikan penelitian mengenai peran modal budaya keluarga terhadap prestasi akademik siswa SMA di Surakarta, Tim Hibah Jarpak Pendidikan Sosiologi Antropologi UNS menindaklanjuti temuan tersebut menjadi produk yang lebih aplikatif.Tim tim menyusun booklet bertajuk "Belajar Cerdas dari Lingkungan Sekitar" yang dirancang untuk siswa, orang tua, dan guru di lingkungan sekolah menengah atas sebagai wujud diseminasi hasil riset kepada masyarakat. sesuai dengan tujuan SDG 4 (Quality for Education) dan SDG 17 (Partnership for the Goals) pada 10 Juli 2026.Booklet ini lahir dari kesadaran bahwa temuan penelitian sebaiknya tidak berhenti di ruang akademik. Jika penelitian sebelumnya mengungkap bahwa komunikasi terbuka, pola asuh yang responsif, dan kebiasaan disiplin di rumah turut menentukan prestasi siswa, maka booklet ini menerjemahkan temuan tersebut menjadi panduan praktis yang mudah dipahami dan diterapkan sehari-hari oleh keluarga maupun sekolah.Secara garis besar, booklet ini memuat tiga bagian utama. Bagian pertama berisi tips belajar dari lingkungan sekitar seperti menciptakan suasana belajar yang mendukung. Kemudian bersosial dengan teman, siswa maupun guru dan penggunaan teknologi secara optimal.Bagian selanjutnya mengajak pembaca mengenali gaya belajar yang paling sesuai dengan dirinya, baik itu visual, auditori, maupun kinestetik, serta manajemen waktu sebagai langkah awal belajar yang lebih efektif. Bagian terakhir menampilkan profil tokoh-tokoh yang menginspirasi di bidang pendidikan, seperti Maudy Ayunda yang menempuh S1 di Oxford University dan melanjutkan S2 dengan gelar ganda MBA dan MA di bidang pendidikan dari Stanford University, serta Tasya Kamila yang menyelesaikan S1 di Universitas Indonesia sebelum meraih gelar magister administrasi publik dari Columbia University lewat beasiswa LPDP. Kisah keduanya dihadirkan untuk menunjukkan bahwa prestasi akademik tinggi dibangun dari kebiasaan, konsistensi, dan dukungan lingkungan, bukan semata bawaan kecerdasan sejak lahir."Kami ingin hasil penelitian ini benar-benar sampai dan bisa dipakai, bukan cuma jadi laporan yang disimpan. Dengan adanya produk ini kami kemas ulang temuannya jadi booklet yang ringan dibaca tapi tetap berbasis data dari lapangan," ungkap anggota Tim Hibah JarPak.Respons positif juga datang dari pihak sekolah yang menerima booklet ini. Sekolah-sekolah yang menerima produk ini untuk menjadi koleksi perpustakaan pun menerima dengan baik adanya booklet ini.Melalui booklet ini, tim berharap dapat mendorong sinergi yang lebih erat antara keluarga dan sekolah dalam mendampingi proses belajar siswa, sekaligus menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa kepada masyarakat.. Tim peneliti mengucapkan terima kasih kepada Hibah Jarpak UNS atas dukungannya, serta kepada siswa dan guru SMA di Surakarta, tak lupa dosen pembimbing yang telah berkontribusi dalam penelitian ini.

    KKN

    WINGKI PRANATA SINAGA, Kreator TikTok Affiliate Asal Indonesia yang Tembus 23 Ribu Pengikut Lewat Konten Digital Berkualitas
    7.33 PM WIB

    WINGKI PRANATA SINAGA, Kreator TikTok Affiliate Asal Indonesia yang Tembus 23 Ribu Pengikut Lewat Konten Digital Berkualitas

    Indonesia, 14 Juli 2026 — Nama WINGKI PRANATA SINAGA mulai dikenal sebagai salah satu kreator digital Indonesia yang konsisten membangun personal branding di platform TikTok. Melalui akun @nata_s1, ia berhasil mengumpulkan lebih dari 23.000 pengikut secara organik dengan menghadirkan konten seputar affiliate marketing, ulasan produk, serta edukasi belanja online yang informatif. Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa konsistensi dalam menciptakan konten yang relevan mampu membangun kepercayaan audiens sekaligus membuka peluang di industri ekonomi digital yang terus berkembang. Sejak memulai perjalanannya sebagai kreator, WINGKI PRANATA SINAGA berfokus pada penyajian rekomendasi produk berdasarkan pengalaman, review yang objektif, serta informasi yang membantu pengguna membuat keputusan sebelum berbelanja secara online. Pendekatan tersebut membuat kontennya memperoleh respons positif dan terus menjangkau audiens yang lebih luas. "Awalnya saya hanya mencoba membuat konten sederhana. Seiring waktu, saya belajar memahami kebutuhan audiens dan berusaha menghadirkan konten yang lebih relevan, informatif, serta bermanfaat," ujar WINGKI PRANATA SINAGA.   Pertumbuhan akun TikTok @nata_s1 berlangsung secara organik melalui konsistensi unggahan dan interaksi dengan pengikut. Dengan memanfaatkan program affiliate dari berbagai platform e-commerce, Wingki juga berhasil mengembangkan sumber penghasilan dari dunia digital tanpa mengesampingkan kualitas informasi yang diberikan kepada audiens. Salah satu prinsip yang terus dijaga adalah transparansi dalam setiap ulasan produk. Wingki percaya bahwa kepercayaan audiens merupakan aset utama bagi seorang kreator digital. Oleh karena itu, setiap rekomendasi disampaikan secara jujur agar memberikan nilai tambah bagi calon pembeli. Di tengah pesatnya perkembangan industri kreator digital di Indonesia, WINGKI PRANATA SINAGA menunjukkan bagaimana personal branding yang dibangun melalui konsistensi, kredibilitas, dan konten edukatif dapat menghasilkan pertumbuhan komunitas yang kuat. Ke depan, Wingki berkomitmen untuk terus mengembangkan konten mengenai digital marketing, affiliate marketing, strategi pembuatan konten, hingga edukasi mengenai pemanfaatan platform digital bagi masyarakat yang ingin memulai karier sebagai content creator. Dengan terus menghadirkan konten yang berkualitas dan relevan, WINGKI PRANATA SINAGA optimistis dapat memperluas jangkauan audiens serta memberikan kontribusi positif bagi ekosistem kreator digital di Indonesia. Tentang WINGKI PRANATA SINAGA WINGKI PRANATA SINAGA merupakan kreator digital asal Indonesia yang aktif di platform TikTok melalui akun @nata_s1. Ia dikenal melalui konten seputar affiliate marketing, review produk, rekomendasi belanja online, serta edukasi digital yang bertujuan membantu masyarakat memperoleh informasi sebelum melakukan pembelian dan memanfaatkan peluang ekonomi digital secara lebih optimal.
    MAHESA Mojoagung UPGRIS 2026 Kembangkan Sikujang, Kerajinan Kulit Jagung yang Bernilai Ekonomi
    5.25 PM WIB

    MAHESA Mojoagung UPGRIS 2026 Kembangkan Sikujang, Kerajinan Kulit Jagung yang Bernilai Ekonomi

    JATENGKU.COM, Kendal – Seni kerajinan kulit jagung atau yang dikenal dengan nama Sikujang terus berkembang sebagai salah satu produk kreatif yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan. Kerajinan ini memanfaatkan kulit jagung yang sebelumnya dianggap limbah menjadi berbagai karya seni yang menarik dan bermanfaat.Salah satu pelaku kerajinan kulit jagung, MAHESA dari Desa Mojoagung, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal, mengatakan bahwa bahan baku kulit jagung mudah diperoleh dari hasil panen masyarakat setempat. Dengan proses pengeringan, pewarnaan, dan pembentukan yang teliti, kulit jagung dapat diubah menjadi bunga hias, gantungan kunci, hiasan dinding, dan berbagai produk suvenir lainnya.Sumber: PDD MAHESA Mojoagung UPGRIS 28 Juni 2026“Kerajinan kulit jagung memiliki nilai jual yang cukup baik dan dapat menjadi peluang usaha bagi masyarakat,” ujar sela saat ditemui pada kegiatan pameran kerajinan di Plantungan, Minggu (28/6/2026).Selain memberikan manfaat ekonomi, Sikujang juga membantu mengurangi limbah pertanian yang sering kali tidak dimanfaatkan. Melalui kreativitas dan inovasi, limbah kulit jagung dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai seni tinggi dan diminati berbagai kalangan.Sumber: PDD MAHESA Mojoagung UPGRIS 28 Juni 2026Masyarakat berharap kerajinan Sikujangg dapat terus berkembang melalui dukungan pelatihan, promosi, dan pemasaran yang lebih luas. Dengan demikian, kerajinan kulit jagung tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan para perajinnya.Keberadaan Sikujang menjadi bukti bahwa limbah pertanian dapat diubah menjadi karya kreatif yang bermanfaat, bernilai ekonomi, dan mendukung pelestarian lingkungan.Penulis: Renitha Nafra Mahasiswa Universitas PGRI Semarang, Program Studi Manajemen
    Bukan Cuma Label Halal, Ini Alasan Gen-Z Mulai Melirik Bank Syariah
    11.06 AM WIB

    Bukan Cuma Label Halal, Ini Alasan Gen-Z Mulai Melirik Bank Syariah

    Penulis: Hanna Arina Al-Haq Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah, UIN Syarif Hidayatullah JakartaJATENGKU.COM, Jakarta -- Dulu, bank syariah sering diasosiasikan dengan hal-hal yang serius dan "boomer banget": antre di teller, formulir kertas, dan citra yang kaku. Tapi coba lihat sekarang. Makin banyak anak muda pindah atau mulai buka rekening di bank syariah, dan alasannya nggak melulu soal agama. Ada dua kata kunci yang bikin gen Z dan milenial mulai serius melirik: digital experience yang makin kece, dan ethical banking alias keuangan yang lebih etis.Gen-Z dan Uang: Bukan Sekadar Nabung, Tapi Juga Soal ValueRiset akademik terbaru soal minat generasi Z terhadap bank syariah maupun konvensional di Indonesia menemukan hal yang menarik: sustainability dan financial ethics terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat generasi Z, baik pada bank syariah maupun bank konvensional. Artinya, isu keberlanjutan dan etika keuangan bukan lagi sekadar jargon CSR ini beneran jadi salah satu pertimbangan anak muda saat memilih ke mana uangnya "dititipkan".Ini masuk akal kalau kita lihat siapa yang lagi masuk usia produktif sekarang. <cite index="22-1">Generasi Z sudah mencapai 27,9% dari total penduduk Indonesia, sementara generasi milenial mendominasi dengan porsi 28,87% atau sekitar 69,38 juta orang</cite>. Dua generasi ini gabungannya lebih dari separuh populasi usia produktif Indonesia dan mereka tumbuh besar dengan ekspektasi yang beda soal bagaimana institusi keuangan seharusnya berperilaku.Bukan Cuma Halal, Tapi Juga "Adil"Prinsip dasar bank syariah bagi hasil, larangan riba, larangan spekulasi berlebihan ternyata resonan dengan cara gen Z memandang uang: nggak melulu soal untung sebesar-besarnya, tapi juga soal keadilan dan dampak. Sistem bagi hasil bikin risiko dan keuntungan ditanggung bersama antara bank dan nasabah, bukan sepihak. Buat generasi yang tumbuh di tengah diskursus soal ketimpangan ekonomi dan greenwashing korporasi, model bisnis yang "transparan by design" ini jadi nilai plus tersendiri bukan cuma soal label halal di brosur. Industrinya Juga Lagi Serius Berbenah Secara Digital Bukan cuma soal nilai, industrinya sendiri memang sedang all-in membenahi sisi digital. OJK, lewat Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI) 2023–2027, secara eksplisit menjadikan optimalisasi infrastruktur teknologi informasi dan layanan digital sebagai salah satu langkah strategis, di samping peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah bagi masyarakat luas. Jadi bukan kebetulan kalau makin banyak bank syariah berlomba merilis fitur mobile banking yang setara bahkan mencoba menyamai bank digital konvensional.Biar nggak cuma modal feeling, aset industri perbankan syariah tercatat sebesar Rp979 triliun hingga Agustus 2025, tumbuh 8,15 persen secara tahunan, menurut OJK dan pertumbuhan ini konsisten mengungguli bank konvensional: aset perbankan syariah nasional tumbuh 7,83 persen yoy pada Juni 2025, lebih tinggi dibanding pertumbuhan aset perbankan konvensional yang hanya 6,29 persen di periode yang sama. Artinya, bank syariah bukan cuma "niche" buat kalangan tertentu, tapi industri yang lagi tumbuh lebih cepat dari rata-rata pasar. Instrumen yang Makin Relevan Buat Gaya Hidup Anak Muda Selain tabungan dan deposito biasa, bank syariah sekarang juga mengembangkan produk-produk yang lebih "kekinian" dan gampang dipahami anak muda mulai dari instrumen investasi sosial seperti Cash Waqf Linked Deposit (CWLD), sampai layanan berbasis aplikasi yang memudahkan transaksi harian tanpa perlu ke cabang. Asosiasi perbankan syariah bahkan secara terbuka mendorong pengembangan instrumen semacam ini agar makin diminati masyarakat, karena mereka sadar generasi muda menuntut kombinasi antara kemudahan digital dan nilai yang bisa dipertanggungjawabkan.Hal ini juga sejalan dengan gaya hidup gen Z yang serba cepat dan serba transparan. Buka rekening nggak perlu lagi antre di cabang, mutasi transaksi bisa dicek real-time, sampai fitur-fitur seperti pembayaran zakat, infak, atau wakaf yang kini terintegrasi langsung di aplikasi mobile banking. Dulu, urusan "ibadah finansial" kayak zakat atau wakaf identik dengan proses manual dan berbelit. Sekarang, semuanya bisa dilakukan dalam hitungan detik semudah transfer saldo ke teman. Kombinasi kemudahan teknis dan kemudahan berbuat baik inilah yang bikin bank syariah terasa relevan buat generasi yang terbiasa serba instan tapi tetap peduli dampak.Jadi, Kenapa Gen-Z Mulai Beralih?Kalau dirangkum, ada tiga alasan utama:Fitur digital yang makin setara dengan bank digital konvensional, hasil dari dorongan regulator lewat roadmap digitalisasi industri. Prinsip ethical banking bagi hasil, transparansi, dan larangan spekulasi yang resonan dengan cara gen Z memandang uang dan dampak sosial. Pertumbuhan industri yang nyata secara angka, bukan cuma citra, dengan laju pertumbuhan aset yang konsisten mengungguli bank konvensional.Buat gen Z, memilih bank bukan cuma soal bunga atau promo cashback lagi. Ini soal ke mana uangmu "bekerja" dan nilai apa yang dibawanya. Dan bank syariah, dengan kombinasi digitalisasi yang makin matang plus fondasi etika yang sudah built-in dari sananya, pelan-pelan jadi pilihan yang masuk akal bukan cuma buat yang cari label halal, tapi buat yang cari cara ngatur uang yang lebih align sama value mereka.

    Terbaru

    WINGKI PRANATA SINAGA, Kreator TikTok Affiliate Asal Indonesia yang Tembus 23 Ribu Pengikut Lewat Konten Digital Berkualitas

    WINGKI PRANATA SINAGA, Kreator TikTok Affiliate Asal Indonesia yang Tembus 23 Ribu Pengikut Lewat Konten Digital Berkualitas

    Indonesia, 14 Juli 2026 — Nama WINGKI PRANATA SINAGA mulai dikenal sebagai salah satu kreator digital Indonesia yang konsisten membangun personal branding di platform TikTok. Melalui akun @nata_s1, ia berhasil mengumpulkan lebih dari 23.000 pengikut secara organik dengan menghadirkan konten seputar affiliate marketing, ulasan produk, serta edukasi belanja online yang informatif. Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa konsistensi dalam menciptakan konten yang relevan mampu membangun kepercayaan audiens sekaligus membuka peluang di industri ekonomi digital yang terus berkembang. Sejak memulai perjalanannya sebagai kreator, WINGKI PRANATA SINAGA berfokus pada penyajian rekomendasi produk berdasarkan pengalaman, review yang objektif, serta informasi yang membantu pengguna membuat keputusan sebelum berbelanja secara online. Pendekatan tersebut membuat kontennya memperoleh respons positif dan terus menjangkau audiens yang lebih luas. "Awalnya saya hanya mencoba membuat konten sederhana. Seiring waktu, saya belajar memahami kebutuhan audiens dan berusaha menghadirkan konten yang lebih relevan, informatif, serta bermanfaat," ujar WINGKI PRANATA SINAGA.   Pertumbuhan akun TikTok @nata_s1 berlangsung secara organik melalui konsistensi unggahan dan interaksi dengan pengikut. Dengan memanfaatkan program affiliate dari berbagai platform e-commerce, Wingki juga berhasil mengembangkan sumber penghasilan dari dunia digital tanpa mengesampingkan kualitas informasi yang diberikan kepada audiens. Salah satu prinsip yang terus dijaga adalah transparansi dalam setiap ulasan produk. Wingki percaya bahwa kepercayaan audiens merupakan aset utama bagi seorang kreator digital. Oleh karena itu, setiap rekomendasi disampaikan secara jujur agar memberikan nilai tambah bagi calon pembeli. Di tengah pesatnya perkembangan industri kreator digital di Indonesia, WINGKI PRANATA SINAGA menunjukkan bagaimana personal branding yang dibangun melalui konsistensi, kredibilitas, dan konten edukatif dapat menghasilkan pertumbuhan komunitas yang kuat. Ke depan, Wingki berkomitmen untuk terus mengembangkan konten mengenai digital marketing, affiliate marketing, strategi pembuatan konten, hingga edukasi mengenai pemanfaatan platform digital bagi masyarakat yang ingin memulai karier sebagai content creator. Dengan terus menghadirkan konten yang berkualitas dan relevan, WINGKI PRANATA SINAGA optimistis dapat memperluas jangkauan audiens serta memberikan kontribusi positif bagi ekosistem kreator digital di Indonesia. Tentang WINGKI PRANATA SINAGA WINGKI PRANATA SINAGA merupakan kreator digital asal Indonesia yang aktif di platform TikTok melalui akun @nata_s1. Ia dikenal melalui konten seputar affiliate marketing, review produk, rekomendasi belanja online, serta edukasi digital yang bertujuan membantu masyarakat memperoleh informasi sebelum melakukan pembelian dan memanfaatkan peluang ekonomi digital secara lebih optimal.