Rekomendasi
    Rekomendasi
    Lewat Booklet “Belajar Cerdas dari Lingkungan Sekitar”, Tim Hibah Pembelajaran Berdampak UNS Ajak Siswa dan Orang Tua Optimalkan Potensi Belajar dari Rumah

    Lewat Booklet “Belajar Cerdas dari Lingkungan Sekitar”, Tim Hibah Pembelajaran Berdampak UNS Ajak Siswa dan Orang Tua Optimalkan Potensi Belajar dari Rumah

    Bank Syariah Dukung Ekonomi Kreatif, Rangkul Kreator Digital

    Bank Syariah Dukung Ekonomi Kreatif, Rangkul Kreator Digital

    Harga Laptop Melonjak, Penjualan Ikut Serta Menurun

    Harga Laptop Melonjak, Penjualan Ikut Serta Menurun

    Penipuan Digital di Era Perbankan, Begini Cara Perbankan Melindungi Nasabah

    Penipuan Digital di Era Perbankan, Begini Cara Perbankan Melindungi Nasabah

    Opini

    Lewat Booklet “Belajar Cerdas dari Lingkungan Sekitar”, Tim Hibah Pembelajaran Berdampak UNS Ajak Siswa dan Orang Tua Optimalkan Potensi Belajar dari Rumah
    10.07 PM WIB

    Lewat Booklet “Belajar Cerdas dari Lingkungan Sekitar”, Tim Hibah Pembelajaran Berdampak UNS Ajak Siswa dan Orang Tua Optimalkan Potensi Belajar dari Rumah

    JATENGKU.COM, SURAKARTA -- Setelah menyelesaikan penelitian mengenai peran modal budaya keluarga terhadap prestasi akademik siswa SMA di Surakarta, Tim Hibah Jarpak Pendidikan Sosiologi Antropologi UNS menindaklanjuti temuan tersebut menjadi produk yang lebih aplikatif.Tim tim menyusun booklet bertajuk "Belajar Cerdas dari Lingkungan Sekitar" yang dirancang untuk siswa, orang tua, dan guru di lingkungan sekolah menengah atas sebagai wujud diseminasi hasil riset kepada masyarakat. sesuai dengan tujuan SDG 4 (Quality for Education) dan SDG 17 (Partnership for the Goals) pada 10 Juli 2026.Booklet ini lahir dari kesadaran bahwa temuan penelitian sebaiknya tidak berhenti di ruang akademik. Jika penelitian sebelumnya mengungkap bahwa komunikasi terbuka, pola asuh yang responsif, dan kebiasaan disiplin di rumah turut menentukan prestasi siswa, maka booklet ini menerjemahkan temuan tersebut menjadi panduan praktis yang mudah dipahami dan diterapkan sehari-hari oleh keluarga maupun sekolah.Secara garis besar, booklet ini memuat tiga bagian utama. Bagian pertama berisi tips belajar dari lingkungan sekitar seperti menciptakan suasana belajar yang mendukung. Kemudian bersosial dengan teman, siswa maupun guru dan penggunaan teknologi secara optimal.Bagian selanjutnya mengajak pembaca mengenali gaya belajar yang paling sesuai dengan dirinya, baik itu visual, auditori, maupun kinestetik, serta manajemen waktu sebagai langkah awal belajar yang lebih efektif. Bagian terakhir menampilkan profil tokoh-tokoh yang menginspirasi di bidang pendidikan, seperti Maudy Ayunda yang menempuh S1 di Oxford University dan melanjutkan S2 dengan gelar ganda MBA dan MA di bidang pendidikan dari Stanford University, serta Tasya Kamila yang menyelesaikan S1 di Universitas Indonesia sebelum meraih gelar magister administrasi publik dari Columbia University lewat beasiswa LPDP. Kisah keduanya dihadirkan untuk menunjukkan bahwa prestasi akademik tinggi dibangun dari kebiasaan, konsistensi, dan dukungan lingkungan, bukan semata bawaan kecerdasan sejak lahir."Kami ingin hasil penelitian ini benar-benar sampai dan bisa dipakai, bukan cuma jadi laporan yang disimpan. Dengan adanya produk ini kami kemas ulang temuannya jadi booklet yang ringan dibaca tapi tetap berbasis data dari lapangan," ungkap anggota Tim Hibah JarPak.Respons positif juga datang dari pihak sekolah yang menerima booklet ini. Sekolah-sekolah yang menerima produk ini untuk menjadi koleksi perpustakaan pun menerima dengan baik adanya booklet ini.Melalui booklet ini, tim berharap dapat mendorong sinergi yang lebih erat antara keluarga dan sekolah dalam mendampingi proses belajar siswa, sekaligus menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa kepada masyarakat.. Tim peneliti mengucapkan terima kasih kepada Hibah Jarpak UNS atas dukungannya, serta kepada siswa dan guru SMA di Surakarta, tak lupa dosen pembimbing yang telah berkontribusi dalam penelitian ini.
    Bank Syariah Dukung Ekonomi Kreatif, Rangkul Kreator Digital
    5.00 PM WIB

    Bank Syariah Dukung Ekonomi Kreatif, Rangkul Kreator Digital

    Penulis: Yolanda Safitri Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah, UIN Syarif Hidayatullah JakartaJATENGKU.COM, Jakarta -- Pertumbuhan ekonomi kreatif merupakan peluang besar bagi bank syariah dalam mendukung kreator digital. Banyak generasi muda saat ini memilih untuk menjadi konten kreator, ilustrator, animator, desainer grafis, sampai pembuat aplikasi sebagai profesi mereka. Kondisi ini akhirnya menimbulkan istilah yang dikenal sebagai ekonomi kreatif, konsep yang mengandalkan ide, kreativitas, dan keterampilan digital sebagai sumber penghasilan. Menyadari potensi yang besar dan luas, beberapa bank syariah di Indonesia mulai mengambil langkah nyata untuk merangkul dan membantu para kreator digital agar usaha mereka dapat tumbuh lebih pesat dan berkelanjutan.Mengapa Ekonomi Kreatif Penting?Ekonomi kreatif sudah menjadi salah satu penyumbang penting bagi perekonomian nasional dan bukan lagi tren, terutama karena kemampuan sektor yang menyerap tenaga kerja berjumlah sangat besar, terutama generasi muda saat ini. Konten kreator, misalnya, kini tidak hanya membuat video hiburan, tetapi juga membangun bisnis lewat endorsement, merchandise, kelas online, hingga kolaborasi dengan brand ternama. Pemerintah Indonesia pun sering menyoroti bagaimana sektor ini terus berkembang dengan pesat.Potensi besar tersebut masih menghadapi kendala klasik seperti terbatasnya akses permodalan, pendapatan yang tidak stabil, serta minimnya literasi dan pelatihan manajemen bisnis, terutama bagi kreator digital. Bank konvensional sering kali menganggap profesi kreator digital sebagai usaha berisiko tinggi karena penghasilannya cenderung fluktuatif dan sulit diprediksi. Di sinilah bank syariah melihat peluang sekaligus tanggung jawab untuk hadir sebagai solusi.Peran Bank Syariah bagi Kreator DigitalBank syariah menawarkan pendekatan yang berbeda dari perbankan konvensional. Prinsip dasar seperti bagi hasil (mudharabah) yang merupakan jenis akad kerja sama usaha antara pemilik modal dengan pengelola modal dengan sistem bagi hasil kerja berupa bank menyediakan modal 100% dan kreator mengelola usahanya. Hasil usahanya bisa dihitung berdasarkan pendapatan proyek atau keuntungan proyek karena sifatnya bagi hasil. Bank ikut menanggung risiko ketidakstabilan pendapatan kreator. Lalu, kerja sama usaha (musyarakah) merupakan jenis akad kerja sama antara dua pihak atau lebih yang masing-masing pihak sama-sama memberikan modal dengan ketentuan bahwa keuntungan dan risiko akan ditanggung bersama sesuai kesepakatan.Mengapa kedua prinsip tersebut cocok untuk kreator digital? Kedua-duanya tidak kaku dengan jaminan aset fisik karena aset utama kreator justru bersifat ide, konten, follower, dan hak cipta. Kedua akad ini jauh lebih fleksibel karena berbasis kepercayaan dan kesepakatan bersama, bukan hanya jaminan fisik. Lalu, prinsip bagi hasil yang sesuai dan selaras dengan perbedaan pendapatan kreator yang tidak stabil karena mengutamakan keadilan dibandingkan dengan sistem bunga tetap, di mana nasabah tetap wajib membayar bunga walaupun sedang merugi. Serta dapat menyesuaikan tahap bisnis kreator yang berbeda-beda, karena akad mudharabah cocok untuk kreator pemula yang belum mempunyai modal sama sekali dan musyarakah cocok untuk kreator yang sudah punya modal awal dan ingin mengembangkan skala usahanya, serta risiko akan ditanggung bersama sesuai porsi modal.Beberapa bentuk dukungan yang mulai digulirkan bank syariah kepada kreator digital antara lain:1. Pembiayaan modal usaha tanpa ribaSemua kebutuhan kreator digital untuk membeli peralatan seperti kamera, laptop, atau perangkat lunak editing membutuhkan modal yang kini bisa mengakses pembiayaan syariah bebas dari bunga (riba), namun tetap menguntungkan bagi kedua belah pihak melalui skema bagi hasil.2. Pelatihan dan pendampingan bisnisSelain memberikan dana, bank syariah juga kerap menggandeng komunitas kreator untuk memberikan pelatihan literasi keuangan, manajemen bisnis, hingga strategi pemasaran digital. Ini penting karena banyak kreator yang mahir berkarya, tetapi belum terbiasa mengelola keuangan usahanya secara profesional.3. Produk tabungan dan investasi khususMerancang produk tabungan yang fleksibel di beberapa bank syariah dan menyesuaikan dengan arus kas kreator digital yang tidak menentu. Ada juga produk investasi syariah sebagai sarana kreator untuk menyisihkan sebagian penghasilan untuk masa depan.4. Kolaborasi ekosistem digitalBank syariah juga mulai menjalin kerja sama dengan platform digital, marketplace, dan komunitas kreator untuk menciptakan ekosistem yang saling mendukung, mulai dari pembayaran digital, dompet elektronik syariah, hingga program loyalitas khusus kreator.Manfaat bagi Kreator dan IndustriLangkah bank syariah merangkul kreator digital ini membawa dampak positif dari berbagai sisi. Bagi kreator, mereka mendapatkan akses permodalan yang lebih adil dan sesuai dengan prinsip syariah, tanpa perlu khawatir terjerat bunga tinggi. Bagi bank syariah sendiri, ini menjadi peluang untuk memperluas basis nasabah baru dari kalangan generasi muda yang melek digital.Sementara itu, bagi industri ekonomi kreatif secara keseluruhan, sinergi ini dapat mempercepat pertumbuhan sektor tersebut. Semakin banyak kreator yang mendapat dukungan finansial yang sehat, semakin besar pula peluang lahirnya konten berkualitas, inovasi produk digital, dan lapangan kerja baru di sekitarnya.Tantangan yang Masih Perlu DiatasiMeski langkah ini patut diapresiasi, masih ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi bersama. Pertama, literasi keuangan syariah di kalangan kreator digital masih tergolong rendah, sehingga sosialisasi harus terus digencarkan. Kedua, proses verifikasi penghasilan kreator digital yang bersumber dari berbagai platform (YouTube, TikTok, Instagram, hingga marketplace) masih memerlukan sistem penilaian yang lebih adaptif dibandingkan dengan usaha konvensional pada umumnya.Kolaborasi antara bank syariah dan kreator digital menjadi bukti bahwa sektor keuangan syariah mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dukungan ini bukan hanya soal memberikan pinjaman, tetapi juga membangun ekosistem yang membuat ekonomi kreatif Indonesia semakin kuat, mandiri, dan berkelanjutan. Jika sinergi ini terus diperkuat, bukan tidak mungkin lahir lebih banyak kreator digital Indonesia yang sukses membangun bisnis dari passion mereka, dengan fondasi keuangan yang sehat dan sesuai prinsip syariah.
    Harga Laptop Melonjak, Penjualan Ikut Serta Menurun
    7.19 AM WIB

    Harga Laptop Melonjak, Penjualan Ikut Serta Menurun

    JATENGKU.COM, Tangerang -- Dalam beberapa beberapa waktu terakhir, dunia eloktronik terkhusunya dibidang laptop sedang mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Kondisi ini dipengaruhi oleh kenaikan harga komponen-komponen pendukung impor. Situasi geopolitik internasional juga sangat mempengarui rantai pasok yang terjadi di global. Akibatnya, harga berbagai merek laptop ikut mengalami peningkattan dan memperngaruhi harga beli masyarakat.Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Erik selaku salah satu penjual laptop di daerah Tangerang. Kenaikan harga laptop mulai terasa sejak oktober tahun 2025. Ia juga menjelaskan bahwa kenaikan harga mencapai 40% dari harga di tahun sebelumnya.“Kenaikan harga membuat penjualan sangat terpengaruh karena daya beli masyarakat menurun. Banyak konsumen akhirnya menunda pembelian atau memilih spesifikasi yang lebih rendah,” ujarnya.Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat, yaitu dengan memberikan beberapa bonus, memberikan beberapa promosi tambahan, dan melakukan program cicilan yang bekerja sama dengan Lembaga pembiayaan. Menurut bapak Erik, hal ini cukup membantu mempertahankan daya beli masyrakat.Adapun tanggapan yang diberikan oleh bapak Hadi yang bekerja sebagai teknisi komputer sekaligus penjual perangkat elektronik. Ia menilai bahwa salah satu faktor kuat kenaikan harga komponen impor dikarenakan konflik yang terjadi pada Rusia – Ukraina serta meningkatnya ketegangan yang terjadi di Kawasan Timur Tengah.“Sebagian besar komponen laptop masih bergantung pada rantai pasok internasional. Ketika terjadi konflik di beberapa wilayah dunia, proses distribusi menjadi terganggu dan biaya logistik meningkat. Ditambah lagi dengan kelangkaan SSD dan memori, produsen harus menanggung biaya yang lebih tinggi sehingga harga laptop di pasaran ikut naik. Dampaknya tentu dirasakan oleh penjual maupun konsumen karena minat beli menjadi menurun,” Ujarnya.Penulis: Elysia Eka Aurellia Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang

    KKN

    Lewat Booklet “Belajar Cerdas dari Lingkungan Sekitar”, Tim Hibah Pembelajaran Berdampak UNS Ajak Siswa dan Orang Tua Optimalkan Potensi Belajar dari Rumah
    10.07 PM WIB

    Lewat Booklet “Belajar Cerdas dari Lingkungan Sekitar”, Tim Hibah Pembelajaran Berdampak UNS Ajak Siswa dan Orang Tua Optimalkan Potensi Belajar dari Rumah

    JATENGKU.COM, SURAKARTA -- Setelah menyelesaikan penelitian mengenai peran modal budaya keluarga terhadap prestasi akademik siswa SMA di Surakarta, Tim Hibah Jarpak Pendidikan Sosiologi Antropologi UNS menindaklanjuti temuan tersebut menjadi produk yang lebih aplikatif.Tim tim menyusun booklet bertajuk "Belajar Cerdas dari Lingkungan Sekitar" yang dirancang untuk siswa, orang tua, dan guru di lingkungan sekolah menengah atas sebagai wujud diseminasi hasil riset kepada masyarakat. sesuai dengan tujuan SDG 4 (Quality for Education) dan SDG 17 (Partnership for the Goals) pada 10 Juli 2026.Booklet ini lahir dari kesadaran bahwa temuan penelitian sebaiknya tidak berhenti di ruang akademik. Jika penelitian sebelumnya mengungkap bahwa komunikasi terbuka, pola asuh yang responsif, dan kebiasaan disiplin di rumah turut menentukan prestasi siswa, maka booklet ini menerjemahkan temuan tersebut menjadi panduan praktis yang mudah dipahami dan diterapkan sehari-hari oleh keluarga maupun sekolah.Secara garis besar, booklet ini memuat tiga bagian utama. Bagian pertama berisi tips belajar dari lingkungan sekitar seperti menciptakan suasana belajar yang mendukung. Kemudian bersosial dengan teman, siswa maupun guru dan penggunaan teknologi secara optimal.Bagian selanjutnya mengajak pembaca mengenali gaya belajar yang paling sesuai dengan dirinya, baik itu visual, auditori, maupun kinestetik, serta manajemen waktu sebagai langkah awal belajar yang lebih efektif. Bagian terakhir menampilkan profil tokoh-tokoh yang menginspirasi di bidang pendidikan, seperti Maudy Ayunda yang menempuh S1 di Oxford University dan melanjutkan S2 dengan gelar ganda MBA dan MA di bidang pendidikan dari Stanford University, serta Tasya Kamila yang menyelesaikan S1 di Universitas Indonesia sebelum meraih gelar magister administrasi publik dari Columbia University lewat beasiswa LPDP. Kisah keduanya dihadirkan untuk menunjukkan bahwa prestasi akademik tinggi dibangun dari kebiasaan, konsistensi, dan dukungan lingkungan, bukan semata bawaan kecerdasan sejak lahir."Kami ingin hasil penelitian ini benar-benar sampai dan bisa dipakai, bukan cuma jadi laporan yang disimpan. Dengan adanya produk ini kami kemas ulang temuannya jadi booklet yang ringan dibaca tapi tetap berbasis data dari lapangan," ungkap anggota Tim Hibah JarPak.Respons positif juga datang dari pihak sekolah yang menerima booklet ini. Sekolah-sekolah yang menerima produk ini untuk menjadi koleksi perpustakaan pun menerima dengan baik adanya booklet ini.Melalui booklet ini, tim berharap dapat mendorong sinergi yang lebih erat antara keluarga dan sekolah dalam mendampingi proses belajar siswa, sekaligus menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa kepada masyarakat.. Tim peneliti mengucapkan terima kasih kepada Hibah Jarpak UNS atas dukungannya, serta kepada siswa dan guru SMA di Surakarta, tak lupa dosen pembimbing yang telah berkontribusi dalam penelitian ini.
    Bank Syariah Dukung Ekonomi Kreatif, Rangkul Kreator Digital
    5.00 PM WIB

    Bank Syariah Dukung Ekonomi Kreatif, Rangkul Kreator Digital

    Penulis: Yolanda Safitri Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah, UIN Syarif Hidayatullah JakartaJATENGKU.COM, Jakarta -- Pertumbuhan ekonomi kreatif merupakan peluang besar bagi bank syariah dalam mendukung kreator digital. Banyak generasi muda saat ini memilih untuk menjadi konten kreator, ilustrator, animator, desainer grafis, sampai pembuat aplikasi sebagai profesi mereka. Kondisi ini akhirnya menimbulkan istilah yang dikenal sebagai ekonomi kreatif, konsep yang mengandalkan ide, kreativitas, dan keterampilan digital sebagai sumber penghasilan. Menyadari potensi yang besar dan luas, beberapa bank syariah di Indonesia mulai mengambil langkah nyata untuk merangkul dan membantu para kreator digital agar usaha mereka dapat tumbuh lebih pesat dan berkelanjutan.Mengapa Ekonomi Kreatif Penting?Ekonomi kreatif sudah menjadi salah satu penyumbang penting bagi perekonomian nasional dan bukan lagi tren, terutama karena kemampuan sektor yang menyerap tenaga kerja berjumlah sangat besar, terutama generasi muda saat ini. Konten kreator, misalnya, kini tidak hanya membuat video hiburan, tetapi juga membangun bisnis lewat endorsement, merchandise, kelas online, hingga kolaborasi dengan brand ternama. Pemerintah Indonesia pun sering menyoroti bagaimana sektor ini terus berkembang dengan pesat.Potensi besar tersebut masih menghadapi kendala klasik seperti terbatasnya akses permodalan, pendapatan yang tidak stabil, serta minimnya literasi dan pelatihan manajemen bisnis, terutama bagi kreator digital. Bank konvensional sering kali menganggap profesi kreator digital sebagai usaha berisiko tinggi karena penghasilannya cenderung fluktuatif dan sulit diprediksi. Di sinilah bank syariah melihat peluang sekaligus tanggung jawab untuk hadir sebagai solusi.Peran Bank Syariah bagi Kreator DigitalBank syariah menawarkan pendekatan yang berbeda dari perbankan konvensional. Prinsip dasar seperti bagi hasil (mudharabah) yang merupakan jenis akad kerja sama usaha antara pemilik modal dengan pengelola modal dengan sistem bagi hasil kerja berupa bank menyediakan modal 100% dan kreator mengelola usahanya. Hasil usahanya bisa dihitung berdasarkan pendapatan proyek atau keuntungan proyek karena sifatnya bagi hasil. Bank ikut menanggung risiko ketidakstabilan pendapatan kreator. Lalu, kerja sama usaha (musyarakah) merupakan jenis akad kerja sama antara dua pihak atau lebih yang masing-masing pihak sama-sama memberikan modal dengan ketentuan bahwa keuntungan dan risiko akan ditanggung bersama sesuai kesepakatan.Mengapa kedua prinsip tersebut cocok untuk kreator digital? Kedua-duanya tidak kaku dengan jaminan aset fisik karena aset utama kreator justru bersifat ide, konten, follower, dan hak cipta. Kedua akad ini jauh lebih fleksibel karena berbasis kepercayaan dan kesepakatan bersama, bukan hanya jaminan fisik. Lalu, prinsip bagi hasil yang sesuai dan selaras dengan perbedaan pendapatan kreator yang tidak stabil karena mengutamakan keadilan dibandingkan dengan sistem bunga tetap, di mana nasabah tetap wajib membayar bunga walaupun sedang merugi. Serta dapat menyesuaikan tahap bisnis kreator yang berbeda-beda, karena akad mudharabah cocok untuk kreator pemula yang belum mempunyai modal sama sekali dan musyarakah cocok untuk kreator yang sudah punya modal awal dan ingin mengembangkan skala usahanya, serta risiko akan ditanggung bersama sesuai porsi modal.Beberapa bentuk dukungan yang mulai digulirkan bank syariah kepada kreator digital antara lain:1. Pembiayaan modal usaha tanpa ribaSemua kebutuhan kreator digital untuk membeli peralatan seperti kamera, laptop, atau perangkat lunak editing membutuhkan modal yang kini bisa mengakses pembiayaan syariah bebas dari bunga (riba), namun tetap menguntungkan bagi kedua belah pihak melalui skema bagi hasil.2. Pelatihan dan pendampingan bisnisSelain memberikan dana, bank syariah juga kerap menggandeng komunitas kreator untuk memberikan pelatihan literasi keuangan, manajemen bisnis, hingga strategi pemasaran digital. Ini penting karena banyak kreator yang mahir berkarya, tetapi belum terbiasa mengelola keuangan usahanya secara profesional.3. Produk tabungan dan investasi khususMerancang produk tabungan yang fleksibel di beberapa bank syariah dan menyesuaikan dengan arus kas kreator digital yang tidak menentu. Ada juga produk investasi syariah sebagai sarana kreator untuk menyisihkan sebagian penghasilan untuk masa depan.4. Kolaborasi ekosistem digitalBank syariah juga mulai menjalin kerja sama dengan platform digital, marketplace, dan komunitas kreator untuk menciptakan ekosistem yang saling mendukung, mulai dari pembayaran digital, dompet elektronik syariah, hingga program loyalitas khusus kreator.Manfaat bagi Kreator dan IndustriLangkah bank syariah merangkul kreator digital ini membawa dampak positif dari berbagai sisi. Bagi kreator, mereka mendapatkan akses permodalan yang lebih adil dan sesuai dengan prinsip syariah, tanpa perlu khawatir terjerat bunga tinggi. Bagi bank syariah sendiri, ini menjadi peluang untuk memperluas basis nasabah baru dari kalangan generasi muda yang melek digital.Sementara itu, bagi industri ekonomi kreatif secara keseluruhan, sinergi ini dapat mempercepat pertumbuhan sektor tersebut. Semakin banyak kreator yang mendapat dukungan finansial yang sehat, semakin besar pula peluang lahirnya konten berkualitas, inovasi produk digital, dan lapangan kerja baru di sekitarnya.Tantangan yang Masih Perlu DiatasiMeski langkah ini patut diapresiasi, masih ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi bersama. Pertama, literasi keuangan syariah di kalangan kreator digital masih tergolong rendah, sehingga sosialisasi harus terus digencarkan. Kedua, proses verifikasi penghasilan kreator digital yang bersumber dari berbagai platform (YouTube, TikTok, Instagram, hingga marketplace) masih memerlukan sistem penilaian yang lebih adaptif dibandingkan dengan usaha konvensional pada umumnya.Kolaborasi antara bank syariah dan kreator digital menjadi bukti bahwa sektor keuangan syariah mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dukungan ini bukan hanya soal memberikan pinjaman, tetapi juga membangun ekosistem yang membuat ekonomi kreatif Indonesia semakin kuat, mandiri, dan berkelanjutan. Jika sinergi ini terus diperkuat, bukan tidak mungkin lahir lebih banyak kreator digital Indonesia yang sukses membangun bisnis dari passion mereka, dengan fondasi keuangan yang sehat dan sesuai prinsip syariah.
    Penipuan Digital di Era Perbankan, Begini Cara Perbankan Melindungi Nasabah
    4.09 PM WIB

    Penipuan Digital di Era Perbankan, Begini Cara Perbankan Melindungi Nasabah

    Penulis: Nurisna Santika Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Perbankan Syariah, UIN Syarif Hidayatullah JakartaJATENGKU.COM, Jakarta -- Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia perbankan. Saat ini, masyarakat dapat melakukan berbagai aktivitas keuangan dengan lebih mudah melalui layanan mobile banking, internet banking, hingga pembayaran digital. Kehadiran layanan tersebut memberikan kemudahan karena transaksi dapat dilakukan dengan lebih cepat, praktis, dan efisien tanpa harus datang langsung ke kantor bank.Namun, di balik kemudahan tersebut, perkembangan perbankan digital juga menghadirkan tantangan baru, salah satunya adalah meningkatnya risiko penipuan digital. Kejahatan berbasis teknologi menjadi perhatian penting karena dapat menyebabkan kerugian finansial sekaligus mengancam keamanan data pribadi nasabah.Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), permasalahan fraud eksternal masih menjadi salah satu pengaduan yang muncul di sektor perbankan. Pada periode 1 Januari–30 April 2024, OJK mencatat sebanyak 20.100 pengaduan di sektor perbankan, dengan salah satu kategori permasalahan yang tercatat adalah fraud eksternal yang mencakup penipuan, pembobolan rekening, skimming, dan cyber crime. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meningkatnya penggunaan layanan digital perlu diikuti dengan penguatan sistem keamanan serta edukasi kepada masyarakat.Bagi perbankan, menjaga keamanan transaksi bukan hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mempertahankan kepercayaan masyarakat. Nasabah membutuhkan layanan yang tidak hanya cepat dan praktis, tetapi juga mampu memberikan perlindungan terhadap berbagai risiko kejahatan digital. Modus Penipuan Digital yang Semakin Beragam Seiring meningkatnya penggunaan layanan perbankan online, pelaku kejahatan juga semakin kreatif dalam menjalankan aksinya. Berbagai modus penipuan digital terus berkembang dengan memanfaatkan kelengahan masyarakat.Salah satu modus yang sering terjadi adalah phishing, yaitu upaya penipuan melalui pesan, email, atau tautan palsu yang dibuat menyerupai layanan resmi. Pelaku biasanya mengarahkan korban ke halaman tertentu untuk mendapatkan informasi pribadi seperti username, password, atau data rekening.Selain phishing, terdapat pula modus penipuan dengan mengatasnamakan pihak bank atau layanan pelanggan resmi. Pelaku berpura-pura sebagai petugas bank dan meminta nasabah melakukan verifikasi dengan memberikan informasi rahasia. Padahal, bank tidak pernah meminta data sensitif seperti PIN, password, maupun kode OTP kepada nasabah.Modus lainnya adalah social engineering, yaitu teknik manipulasi yang dilakukan dengan memanfaatkan kondisi psikologis korban. Pelaku berusaha membuat korban percaya dan mengikuti arahan tertentu hingga tanpa sadar memberikan informasi penting. Upaya Perbankan Memperkuat Keamanan Digital Menghadapi meningkatnya ancaman penipuan digital, perbankan terus melakukan berbagai inovasi untuk memperkuat sistem keamanan. Keamanan transaksi kini menjadi salah satu prioritas utama dalam pengembangan layanan digital.Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan sistem keamanan berlapis melalui autentikasi pengguna, verifikasi transaksi, serta pemantauan aktivitas rekening secara real time. Sistem tersebut membantu bank mendeteksi transaksi yang tidak biasa dan melakukan pencegahan apabila ditemukan aktivitas mencurigakan.Selain itu, teknologi Artificial Intelligence (AI) juga mulai dimanfaatkan dalam dunia perbankan. Teknologi ini dapat membantu menganalisis pola transaksi, mengenali aktivitas yang berpotensi fraud, serta meningkatkan kemampuan sistem dalam mendeteksi risiko penipuan secara lebih cepat.Meski teknologi keamanan terus berkembang, perlindungan nasabah tidak hanya bergantung pada sistem yang digunakan bank. Kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan akun juga menjadi faktor penting untuk mencegah terjadinya penipuan. Edukasi Nasabah Menjadi Kunci Perlindungan Digital Selain memperkuat sistem keamanan, perbankan juga terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat. Literasi digital dan literasi keuangan menjadi bagian penting agar nasabah mampu mengenali berbagai bentuk penipuan serta menggunakan layanan digital secara lebih aman.Nasabah perlu memahami pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi, tidak membagikan kode OTP kepada siapa pun, menghindari membuka tautan mencurigakan, serta selalu memastikan informasi berasal dari sumber resmi.Generasi muda, khususnya Gen Z, menjadi salah satu kelompok yang dekat dengan perkembangan teknologi keuangan. Kebiasaan menggunakan smartphone dalam berbagai aktivitas membuat kelompok ini perlu memiliki kesadaran tinggi terhadap keamanan data pribadi. Kemudahan transaksi digital harus diikuti dengan pemahaman mengenai cara melindungi informasi pribadi. Kolaborasi Mewujudkan Perbankan Digital yang Aman Menghadapi perkembangan penipuan digital, kerja sama antara perbankan, regulator, dan masyarakat menjadi hal yang sangat penting. Perbankan memiliki tanggung jawab untuk menyediakan sistem keamanan yang kuat, sementara regulator seperti OJK berperan dalam memperkuat perlindungan konsumen serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko layanan keuangan digital.Di sisi lain, masyarakat juga memiliki peran besar dengan menjadi pengguna layanan digital yang lebih bijak dan waspada terhadap berbagai modus penipuan.Pada akhirnya, perkembangan perbankan online harus berjalan seimbang dengan peningkatan keamanan. Inovasi teknologi memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, tetapi harus didukung oleh sistem perlindungan yang mampu menjaga kepercayaan nasabah. Dengan kolaborasi antara teknologi, perbankan, regulator, dan pengguna, layanan keuangan digital dapat terus berkembang dengan lebih aman.

    Terbaru

    Lewat Booklet “Belajar Cerdas dari Lingkungan Sekitar”, Tim Hibah Pembelajaran Berdampak UNS Ajak Siswa dan Orang Tua Optimalkan Potensi Belajar dari Rumah

    Lewat Booklet “Belajar Cerdas dari Lingkungan Sekitar”, Tim Hibah Pembelajaran Berdampak UNS Ajak Siswa dan Orang Tua Optimalkan Potensi Belajar dari Rumah

    JATENGKU.COM, SURAKARTA -- Setelah menyelesaikan penelitian mengenai peran modal budaya keluarga terhadap prestasi akademik siswa SMA di Surakarta, Tim Hibah Jarpak Pendidikan Sosiologi Antropologi UNS menindaklanjuti temuan tersebut menjadi produk yang lebih aplikatif.Tim tim menyusun booklet bertajuk "Belajar Cerdas dari Lingkungan Sekitar" yang dirancang untuk siswa, orang tua, dan guru di lingkungan sekolah menengah atas sebagai wujud diseminasi hasil riset kepada masyarakat. sesuai dengan tujuan SDG 4 (Quality for Education) dan SDG 17 (Partnership for the Goals) pada 10 Juli 2026.Booklet ini lahir dari kesadaran bahwa temuan penelitian sebaiknya tidak berhenti di ruang akademik. Jika penelitian sebelumnya mengungkap bahwa komunikasi terbuka, pola asuh yang responsif, dan kebiasaan disiplin di rumah turut menentukan prestasi siswa, maka booklet ini menerjemahkan temuan tersebut menjadi panduan praktis yang mudah dipahami dan diterapkan sehari-hari oleh keluarga maupun sekolah.Secara garis besar, booklet ini memuat tiga bagian utama. Bagian pertama berisi tips belajar dari lingkungan sekitar seperti menciptakan suasana belajar yang mendukung. Kemudian bersosial dengan teman, siswa maupun guru dan penggunaan teknologi secara optimal.Bagian selanjutnya mengajak pembaca mengenali gaya belajar yang paling sesuai dengan dirinya, baik itu visual, auditori, maupun kinestetik, serta manajemen waktu sebagai langkah awal belajar yang lebih efektif. Bagian terakhir menampilkan profil tokoh-tokoh yang menginspirasi di bidang pendidikan, seperti Maudy Ayunda yang menempuh S1 di Oxford University dan melanjutkan S2 dengan gelar ganda MBA dan MA di bidang pendidikan dari Stanford University, serta Tasya Kamila yang menyelesaikan S1 di Universitas Indonesia sebelum meraih gelar magister administrasi publik dari Columbia University lewat beasiswa LPDP. Kisah keduanya dihadirkan untuk menunjukkan bahwa prestasi akademik tinggi dibangun dari kebiasaan, konsistensi, dan dukungan lingkungan, bukan semata bawaan kecerdasan sejak lahir."Kami ingin hasil penelitian ini benar-benar sampai dan bisa dipakai, bukan cuma jadi laporan yang disimpan. Dengan adanya produk ini kami kemas ulang temuannya jadi booklet yang ringan dibaca tapi tetap berbasis data dari lapangan," ungkap anggota Tim Hibah JarPak.Respons positif juga datang dari pihak sekolah yang menerima booklet ini. Sekolah-sekolah yang menerima produk ini untuk menjadi koleksi perpustakaan pun menerima dengan baik adanya booklet ini.Melalui booklet ini, tim berharap dapat mendorong sinergi yang lebih erat antara keluarga dan sekolah dalam mendampingi proses belajar siswa, sekaligus menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa kepada masyarakat.. Tim peneliti mengucapkan terima kasih kepada Hibah Jarpak UNS atas dukungannya, serta kepada siswa dan guru SMA di Surakarta, tak lupa dosen pembimbing yang telah berkontribusi dalam penelitian ini.