Rekomendasi
Paling Banyak Dicari
Rekomendasi

Dukung Kemajuan Ekonomi Melalui Promosi Digital, AIESEC in UNS Melaksanakan Pengabdian Di Desa Trangsan Melalui On The Map 2026

Alzheimer: Saat Kenangan Perlahan Memudar, Masihkah Kita Punya Kesempatan Mencegahnya?

Butuh Geofoam untuk Timbunan pada Proyek Konstruksi Bangunan Bertingkat? Panggil Saja Pandu Equator Prima

Mengenal Yoruka.Official, Komunitas yang Dipimpin Wleo dan Berfokus pada Pengembangan AI
Opini

5.07 PM
WIB
Alzheimer: Saat Kenangan Perlahan Memudar, Masihkah Kita Punya Kesempatan Mencegahnya?
Penulis: dr. Primanita Novi Andriati, MKM
Kontributor"Ibu dulu selalu hafal ulang tahun semua anak dan cucunya. Kini, beliau bahkan tidak lagi mengenali wajah putrinya sendiri."Kalimat tersebut mungkin terdengar seperti kisah dalam sebuah film. Namun, bagi jutaan keluarga di seluruh dunia, itulah kenyataan yang harus mereka hadapi setiap hari. Alzheimer bukan sekadar penyakit yang membuat seseorang mudah lupa. Penyakit ini perlahan menghapus jejak kehidupan seseorang—kenangan, kemampuan berpikir, bahkan identitas yang selama puluhan tahun membentuk dirinya.Di tengah meningkatnya angka harapan hidup, Alzheimer menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar abad ke-21. Organisasi kesehatan dunia memperkirakan jumlah penderita demensia akan terus meningkat dalam beberapa dekade mendatang. Kabar baiknya, perkembangan ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa Alzheimer bukan sepenuhnya takdir yang tidak dapat dihindari. Semakin banyak bukti ilmiah menunjukkan bahwa sebagian besar faktor risikonya dapat dikendalikan sejak usia muda.Otak: Pusat Penyimpanan KenanganBayangkan otak sebagai perpustakaan terbesar yang pernah ada. Setiap pengalaman, nama, wajah, suara, hingga aroma makanan favorit tersimpan rapi dalam miliaran sel saraf yang saling terhubung. Ketika kita belajar sesuatu yang baru, jaringan antarsel tersebut membentuk jalur komunikasi baru sehingga informasi dapat disimpan dan dipanggil kembali saat dibutuhkan.Pada penyakit Alzheimer, perpustakaan itu mulai mengalami kerusakan. Rak-rak penyimpanan menjadi rapuh, lorong-lorong komunikasi tertutup, dan buku-buku kenangan perlahan menghilang. Akibatnya, penderita mulai kesulitan mengingat kejadian yang baru dialami, kemudian kehilangan kemampuan mengenali tempat, waktu, bahkan orang-orang terdekatnya.Secara biologis, proses ini disebabkan oleh penumpukan protein beta-amyloid di luar sel saraf dan protein tau di dalam neuron. Kedua protein tersebut mengganggu komunikasi antarsel, memicu peradangan kronis, dan akhirnya menyebabkan kematian sel-sel saraf, terutama pada hipokampus yang berperan penting dalam pembentukan memori.Lupa Biasa atau Alzheimer?Tidak semua lupa merupakan tanda Alzheimer. Lupa meletakkan telepon genggam karena sedang terburu-buru masih tergolong wajar. Demikian pula lupa nama seseorang yang jarang ditemui.Yang perlu diwaspadai adalah ketika seseorang berulang kali menanyakan pertanyaan yang sama, lupa jalan pulang ke rumah yang telah ditempatinya selama bertahun-tahun, sulit mengikuti percakapan sederhana, atau mengalami perubahan perilaku menjadi mudah marah, curiga, dan menarik diri dari lingkungan sosial. Pada tahap lanjut, penderita bahkan dapat kehilangan kemampuan berpakaian, makan, atau mengenali anggota keluarganya sendiri.Perjalanan penyakit berlangsung perlahan, sering kali selama 10–20 tahun sebelum mencapai stadium berat. Oleh karena itu, deteksi dini menjadi sangat penting agar intervensi dapat dilakukan sedini mungkin.Mengapa Angka Alzheimer Terus Bertambah?Bertambahnya usia memang merupakan faktor risiko terbesar. Namun, usia bukan satu-satunya penyebab. Penelitian selama dua dekade terakhir menunjukkan bahwa kesehatan otak sangat dipengaruhi oleh kesehatan pembuluh darah, metabolisme tubuh, serta gaya hidup.Laporan Alzheimer's Disease Facts and Figures 2025 menunjukkan bahwa jumlah penderita Alzheimer terus meningkat seiring bertambahnya populasi lansia. Kondisi ini menjadi beban besar, tidak hanya bagi sistem kesehatan, tetapi juga bagi keluarga yang merawat penderita.Yang menarik, The Lancet Commission tahun 2024 menyimpulkan bahwa hampir 45% kasus demensia berpotensi dicegah atau ditunda melalui pengendalian faktor risiko sepanjang kehidupan. Selain faktor yang telah lama dikenal, laporan terbaru juga menambahkan kolesterol LDL tinggi pada usia paruh baya dan gangguan penglihatan yang tidak ditangani sebagai faktor risiko penting.Menjaga Otak Dimulai dari Menjaga JantungSelama ini banyak orang menganggap kesehatan jantung dan kesehatan otak merupakan dua hal yang berbeda. Padahal, keduanya saling berkaitan erat. Otak membutuhkan sekitar 20% suplai oksigen dan glukosa tubuh. Gangguan pada pembuluh darah akibat hipertensi, diabetes, obesitas, atau kolesterol tinggi akan mengurangi pasokan nutrisi ke jaringan otak dan mempercepat kerusakan neuron.Karena itu, mengontrol tekanan darah, menjaga kadar gula darah, menurunkan kolesterol, berhenti merokok, dan berolahraga secara teratur bukan hanya melindungi jantung, tetapi juga membantu mempertahankan fungsi kognitif hingga usia lanjut. Aktivitas fisik terbukti meningkatkan aliran darah ke otak, merangsang pembentukan koneksi antarneuron, dan mengurangi proses peradangan yang berkaitan dengan penyakit Alzheimer.Gaya Hidup adalah Investasi bagi OtakTidak ada obat ajaib yang mampu mencegah Alzheimer. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kombinasi beberapa kebiasaan sehat dapat memberikan perlindungan yang bermakna.Pola makan bergaya Mediterania yang kaya sayuran, buah, ikan, kacang-kacangan, dan minyak zaitun dikaitkan dengan penurunan risiko gangguan kognitif. Tidur yang cukup membantu otak membersihkan limbah metabolik, termasuk protein yang berhubungan dengan Alzheimer. Aktivitas membaca, belajar bahasa baru, bermain alat musik, atau mengikuti kegiatan sosial turut membangun cognitive reserve, yaitu kemampuan otak untuk tetap berfungsi meskipun terjadi proses degeneratif.Hubungan sosial juga berperan penting. Lansia yang tetap aktif berinteraksi dengan keluarga, teman, atau komunitas memiliki risiko demensia yang lebih rendah dibandingkan mereka yang mengalami isolasi sosial.Harapan Baru dari Dunia PenelitianPerkembangan penelitian Alzheimer dalam beberapa tahun terakhir membawa optimisme baru. Jika dahulu diagnosis hanya mengandalkan pemeriksaan klinis dan pencitraan otak yang mahal, kini para ilmuwan berhasil mengembangkan biomarker berbasis darah untuk mendeteksi perubahan biologis Alzheimer pada tahap lebih awal.Biomarker seperti phosphorylated tau (p-tau217) dan rasio beta-amyloid menunjukkan akurasi yang tinggi dalam membantu diagnosis dini sehingga diharapkan dapat mempercepat penanganan pasien sebelum kerusakan otak menjadi luas. Selain itu, terapi yang menargetkan penumpukan amiloid mulai menunjukkan kemampuan memperlambat progresivitas penyakit pada pasien tertentu, meskipun belum dapat menyembuhkan secara total.Menjaga Kenangan, Menjaga Martabat ManusiaAlzheimer bukan hanya penyakit tentang lupa. Penyakit ini mengajarkan bahwa ingatan merupakan bagian penting dari jati diri manusia. Ketika kenangan memudar, bukan hanya memori yang hilang, tetapi juga cerita hidup, hubungan emosional, dan identitas seseorang.Meskipun ilmu kedokteran belum menemukan obat yang benar-benar menyembuhkan Alzheimer, bukti ilmiah menunjukkan bahwa kita memiliki kesempatan untuk memperlambat bahkan mencegah sebagian besar kasus melalui gaya hidup sehat, pengendalian penyakit kronis, serta deteksi dini.Menjaga kesehatan otak tidak dimulai ketika rambut telah memutih. Ia dimulai hari ini—dari pilihan sederhana seperti berjalan kaki setiap pagi, mengonsumsi makanan bergizi, tidur yang cukup, terus belajar, dan meluangkan waktu bercengkerama dengan keluarga. Sebab, setiap kenangan yang kita jaga hari ini adalah warisan yang akan menemani kita di masa depan.Referensi:Alzheimer's Association. (2025) 2025 Alzheimer's disease facts and figures. Alzheimer's & Dementia, 21(5), e70235.
Alzheimer's Association. (2025) Alzheimer's Association Clinical Practice Guideline on the use of blood-based biomarkers in the diagnostic workup of suspected Alzheimer's disease within specialized care settings. Alzheimer's
World Health Organization (2023) Dementia. Geneva: World Health Organization.
National Institute on Aging. (2024) What Happens to the Brain in Alzheimer's Disease? Bethesda, MD: National Institute on Aging.

8.56 AM
WIB
Mengenal Yoruka.Official, Komunitas yang Dipimpin Wleo dan Berfokus pada Pengembangan AI
Yoruka.Official merupakan sebuah komunitas yang bergerak di bidang pengembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI), serta diskusi seputar kreativitas digital. Komunitas ini dibentuk sebagai wadah bagi anggotanya untuk berbagi pengetahuan, berdiskusi, dan mengembangkan berbagai proyek yang berkaitan dengan AI maupun teknologi lainnya.Di balik komunitas tersebut terdapat sosok Wleo, yang dikenal sebagai pendiri sekaligus owner Yoruka.Official. Dalam komunitas, Wleo berperan sebagai pengarah pengembangan berbagai proyek dan konsep yang sedang dikerjakan bersama anggota.Salah satu konsep yang diperkenalkan di lingkungan komunitas adalah Roleplay GTA, yaitu metode roleplay yang dikembangkan oleh Wleo untuk menghasilkan pengalaman interaksi AI yang lebih terstruktur sesuai karakter dan skenario tertentu. Konsep ini menjadi salah satu pembahasan yang dikenal di dalam komunitas Yoruka.Official.Selain mengelola komunitas, Wleo juga mengembangkan berbagai eksperimen dan pembelajaran terkait AI sebagai bagian dari aktivitas komunitas.Struktur Kepengurusan Yoruka.OfficialBerdasarkan informasi yang disampaikan oleh komunitas, berikut susunan pengurus Yoruka.Official:OwnerWleoUsername: WleooAdminHeheZamxDerRapsA.e.aMenjadi Wadah KolaborasiYoruka.Official dibangun dengan tujuan menciptakan ruang kolaborasi bagi anggota yang memiliki ketertarikan terhadap teknologi, AI, maupun pengembangan ide kreatif. Melalui diskusi dan kerja sama antaranggota, komunitas ini terus mengembangkan berbagai konsep yang diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang positif.Ke depan, Yoruka.Official berkomitmen untuk terus mengembangkan komunitas dan memperluas ruang kolaborasi bagi para anggotanya dalam mengikuti perkembangan teknologi yang terus berubah.

3.52 PM
WIB
Mahasiswa KKN USM Sosialisasikan Hukum Digital, Ajak Remaja RW 3 Purwoyoso Cerdas Bermedia Sosial
JATENGKU.COM, Semarang — Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum Universitas Semarang (USM), melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM XXVIII, menyelenggarakan program kerja individu bertema “Cerdas Digital, Sadar Hukum: Sosialisasi Undang-Undang ITE dan Sistem Peradilan Pidana Anak bagi Remaja”. Program kerja individu ini disusun oleh Ilham Adi Prakoso berdasarkan hasil observasi lapangan dan koordinasi dengan warga setempat. Kegiatan dilaksanakan di RW 3, Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, pada Minggu (12/7/2026) pukul 16.30 WIB.Kegiatan tersebut dihadiri oleh sekitar 10 warga, khususnya remaja setempat, yang antusias mengikuti sesi sosialisasi hingga selesai. Program ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa Fakultas Hukum terhadap isu hukum digital yang kian marak menjerat kalangan muda.Latar belakang kegiatan berangkat dari temuan observasi lapangan yakni masih rendahnya pemahaman remaja di RW 3 mengenai batasan hukum dalam bermedia sosial. Banyak remaja aktif menggunakan media sosial setiap hari, namun belum menyadari bahwa unggahan, komentar, maupun konten yang dibagikan dapat berujung pada jerat hukum apabila melanggar Undang-Undang ITE. Observasi juga menunjukkan masih beredarnya anggapan keliru bahwa pelajar di bawah umur kebal dari proses hukum.Program kerja ini bertujuan memberikan edukasi hukum digital secara sederhana dan mudah dipahami bagi remaja di RW 3, sehingga mereka mampu bermedia sosial secara lebih aman dan bertanggung jawab. Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami pasal-pasal UU ITE yang rawan menjerat anak muda, ketentuan dalam Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak, serta panduan praktis “THINK” sebagai rumus sederhana sebelum memposting maupun berkomentar di media sosial. Pemahaman ini menjadi bekal penting agar generasi muda RW 3 lebih bijak dalam menghadapi dunia digital.“Banyak remaja mengira bermain media sosial itu aman-aman saja selama menggunakan akun palsu atau nama samaran, padahal semua jejak digital bisa dilacak. Melalui kegiatan ini, saya ingin mengajak mereka untuk lebih berhati-hati, bukan menakut-nakuti, tetapi membekali agar tidak salah langkah,” ujar Ilham dalam sesi sosialisasi.Kegiatan mendapat sambutan baik dari warga setempat yang menilai sosialisasi semacam ini penting dan perlu terus dilakukan secara berkelanjutan, mengingat perkembangan dunia digital yang semakin pesat dan risiko hukum yang menyertainya bagi generasi muda.Kegiatan berlangsung interaktif dan partisipatif dengan suasana santai layaknya obrolan, bukan ceramah formal, agar materi hukum lebih mudah dicerna oleh peserta yang mayoritas remaja. Selain pemaparan materi, peserta juga diajak mengisi evaluasi pemahaman berupa pre-test dan post-test sederhana. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai batasan hukum dalam bermedia sosial setelah mengikuti kegiatan.“Melalui program ini, peserta diberikan pemahaman dasar mengenai aturan hukum dalam bermedia sosial dan langkah sederhana yang dapat langsung diterapkan sehari-hari. Harapannya, kesadaran hukum digital ini dapat terus ditularkan ke lingkungan sekitar mereka,” ujar Ilham.Sebagai penutup rangkaian kegiatan, panitia mengadakan sesi foto bersama sebagai dokumentasi. Program kerja KKN ini menjadi wujud nyata peran aktif mahasiswa Ilmu Hukum FH USM dalam mendukung penguatan kesadaran hukum digital di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda, melalui transfer pengetahuan praktis yang tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga membuka ruang dialog dan diskusi langsung dengan warga.
KKN

5.07 PM
WIB
Alzheimer: Saat Kenangan Perlahan Memudar, Masihkah Kita Punya Kesempatan Mencegahnya?
Penulis: dr. Primanita Novi Andriati, MKM
Kontributor"Ibu dulu selalu hafal ulang tahun semua anak dan cucunya. Kini, beliau bahkan tidak lagi mengenali wajah putrinya sendiri."Kalimat tersebut mungkin terdengar seperti kisah dalam sebuah film. Namun, bagi jutaan keluarga di seluruh dunia, itulah kenyataan yang harus mereka hadapi setiap hari. Alzheimer bukan sekadar penyakit yang membuat seseorang mudah lupa. Penyakit ini perlahan menghapus jejak kehidupan seseorang—kenangan, kemampuan berpikir, bahkan identitas yang selama puluhan tahun membentuk dirinya.Di tengah meningkatnya angka harapan hidup, Alzheimer menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar abad ke-21. Organisasi kesehatan dunia memperkirakan jumlah penderita demensia akan terus meningkat dalam beberapa dekade mendatang. Kabar baiknya, perkembangan ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa Alzheimer bukan sepenuhnya takdir yang tidak dapat dihindari. Semakin banyak bukti ilmiah menunjukkan bahwa sebagian besar faktor risikonya dapat dikendalikan sejak usia muda.Otak: Pusat Penyimpanan KenanganBayangkan otak sebagai perpustakaan terbesar yang pernah ada. Setiap pengalaman, nama, wajah, suara, hingga aroma makanan favorit tersimpan rapi dalam miliaran sel saraf yang saling terhubung. Ketika kita belajar sesuatu yang baru, jaringan antarsel tersebut membentuk jalur komunikasi baru sehingga informasi dapat disimpan dan dipanggil kembali saat dibutuhkan.Pada penyakit Alzheimer, perpustakaan itu mulai mengalami kerusakan. Rak-rak penyimpanan menjadi rapuh, lorong-lorong komunikasi tertutup, dan buku-buku kenangan perlahan menghilang. Akibatnya, penderita mulai kesulitan mengingat kejadian yang baru dialami, kemudian kehilangan kemampuan mengenali tempat, waktu, bahkan orang-orang terdekatnya.Secara biologis, proses ini disebabkan oleh penumpukan protein beta-amyloid di luar sel saraf dan protein tau di dalam neuron. Kedua protein tersebut mengganggu komunikasi antarsel, memicu peradangan kronis, dan akhirnya menyebabkan kematian sel-sel saraf, terutama pada hipokampus yang berperan penting dalam pembentukan memori.Lupa Biasa atau Alzheimer?Tidak semua lupa merupakan tanda Alzheimer. Lupa meletakkan telepon genggam karena sedang terburu-buru masih tergolong wajar. Demikian pula lupa nama seseorang yang jarang ditemui.Yang perlu diwaspadai adalah ketika seseorang berulang kali menanyakan pertanyaan yang sama, lupa jalan pulang ke rumah yang telah ditempatinya selama bertahun-tahun, sulit mengikuti percakapan sederhana, atau mengalami perubahan perilaku menjadi mudah marah, curiga, dan menarik diri dari lingkungan sosial. Pada tahap lanjut, penderita bahkan dapat kehilangan kemampuan berpakaian, makan, atau mengenali anggota keluarganya sendiri.Perjalanan penyakit berlangsung perlahan, sering kali selama 10–20 tahun sebelum mencapai stadium berat. Oleh karena itu, deteksi dini menjadi sangat penting agar intervensi dapat dilakukan sedini mungkin.Mengapa Angka Alzheimer Terus Bertambah?Bertambahnya usia memang merupakan faktor risiko terbesar. Namun, usia bukan satu-satunya penyebab. Penelitian selama dua dekade terakhir menunjukkan bahwa kesehatan otak sangat dipengaruhi oleh kesehatan pembuluh darah, metabolisme tubuh, serta gaya hidup.Laporan Alzheimer's Disease Facts and Figures 2025 menunjukkan bahwa jumlah penderita Alzheimer terus meningkat seiring bertambahnya populasi lansia. Kondisi ini menjadi beban besar, tidak hanya bagi sistem kesehatan, tetapi juga bagi keluarga yang merawat penderita.Yang menarik, The Lancet Commission tahun 2024 menyimpulkan bahwa hampir 45% kasus demensia berpotensi dicegah atau ditunda melalui pengendalian faktor risiko sepanjang kehidupan. Selain faktor yang telah lama dikenal, laporan terbaru juga menambahkan kolesterol LDL tinggi pada usia paruh baya dan gangguan penglihatan yang tidak ditangani sebagai faktor risiko penting.Menjaga Otak Dimulai dari Menjaga JantungSelama ini banyak orang menganggap kesehatan jantung dan kesehatan otak merupakan dua hal yang berbeda. Padahal, keduanya saling berkaitan erat. Otak membutuhkan sekitar 20% suplai oksigen dan glukosa tubuh. Gangguan pada pembuluh darah akibat hipertensi, diabetes, obesitas, atau kolesterol tinggi akan mengurangi pasokan nutrisi ke jaringan otak dan mempercepat kerusakan neuron.Karena itu, mengontrol tekanan darah, menjaga kadar gula darah, menurunkan kolesterol, berhenti merokok, dan berolahraga secara teratur bukan hanya melindungi jantung, tetapi juga membantu mempertahankan fungsi kognitif hingga usia lanjut. Aktivitas fisik terbukti meningkatkan aliran darah ke otak, merangsang pembentukan koneksi antarneuron, dan mengurangi proses peradangan yang berkaitan dengan penyakit Alzheimer.Gaya Hidup adalah Investasi bagi OtakTidak ada obat ajaib yang mampu mencegah Alzheimer. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kombinasi beberapa kebiasaan sehat dapat memberikan perlindungan yang bermakna.Pola makan bergaya Mediterania yang kaya sayuran, buah, ikan, kacang-kacangan, dan minyak zaitun dikaitkan dengan penurunan risiko gangguan kognitif. Tidur yang cukup membantu otak membersihkan limbah metabolik, termasuk protein yang berhubungan dengan Alzheimer. Aktivitas membaca, belajar bahasa baru, bermain alat musik, atau mengikuti kegiatan sosial turut membangun cognitive reserve, yaitu kemampuan otak untuk tetap berfungsi meskipun terjadi proses degeneratif.Hubungan sosial juga berperan penting. Lansia yang tetap aktif berinteraksi dengan keluarga, teman, atau komunitas memiliki risiko demensia yang lebih rendah dibandingkan mereka yang mengalami isolasi sosial.Harapan Baru dari Dunia PenelitianPerkembangan penelitian Alzheimer dalam beberapa tahun terakhir membawa optimisme baru. Jika dahulu diagnosis hanya mengandalkan pemeriksaan klinis dan pencitraan otak yang mahal, kini para ilmuwan berhasil mengembangkan biomarker berbasis darah untuk mendeteksi perubahan biologis Alzheimer pada tahap lebih awal.Biomarker seperti phosphorylated tau (p-tau217) dan rasio beta-amyloid menunjukkan akurasi yang tinggi dalam membantu diagnosis dini sehingga diharapkan dapat mempercepat penanganan pasien sebelum kerusakan otak menjadi luas. Selain itu, terapi yang menargetkan penumpukan amiloid mulai menunjukkan kemampuan memperlambat progresivitas penyakit pada pasien tertentu, meskipun belum dapat menyembuhkan secara total.Menjaga Kenangan, Menjaga Martabat ManusiaAlzheimer bukan hanya penyakit tentang lupa. Penyakit ini mengajarkan bahwa ingatan merupakan bagian penting dari jati diri manusia. Ketika kenangan memudar, bukan hanya memori yang hilang, tetapi juga cerita hidup, hubungan emosional, dan identitas seseorang.Meskipun ilmu kedokteran belum menemukan obat yang benar-benar menyembuhkan Alzheimer, bukti ilmiah menunjukkan bahwa kita memiliki kesempatan untuk memperlambat bahkan mencegah sebagian besar kasus melalui gaya hidup sehat, pengendalian penyakit kronis, serta deteksi dini.Menjaga kesehatan otak tidak dimulai ketika rambut telah memutih. Ia dimulai hari ini—dari pilihan sederhana seperti berjalan kaki setiap pagi, mengonsumsi makanan bergizi, tidur yang cukup, terus belajar, dan meluangkan waktu bercengkerama dengan keluarga. Sebab, setiap kenangan yang kita jaga hari ini adalah warisan yang akan menemani kita di masa depan.Referensi:Alzheimer's Association. (2025) 2025 Alzheimer's disease facts and figures. Alzheimer's & Dementia, 21(5), e70235.
Alzheimer's Association. (2025) Alzheimer's Association Clinical Practice Guideline on the use of blood-based biomarkers in the diagnostic workup of suspected Alzheimer's disease within specialized care settings. Alzheimer's
World Health Organization (2023) Dementia. Geneva: World Health Organization.
National Institute on Aging. (2024) What Happens to the Brain in Alzheimer's Disease? Bethesda, MD: National Institute on Aging.

8.56 AM
WIB
Mengenal Yoruka.Official, Komunitas yang Dipimpin Wleo dan Berfokus pada Pengembangan AI
Yoruka.Official merupakan sebuah komunitas yang bergerak di bidang pengembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI), serta diskusi seputar kreativitas digital. Komunitas ini dibentuk sebagai wadah bagi anggotanya untuk berbagi pengetahuan, berdiskusi, dan mengembangkan berbagai proyek yang berkaitan dengan AI maupun teknologi lainnya.Di balik komunitas tersebut terdapat sosok Wleo, yang dikenal sebagai pendiri sekaligus owner Yoruka.Official. Dalam komunitas, Wleo berperan sebagai pengarah pengembangan berbagai proyek dan konsep yang sedang dikerjakan bersama anggota.Salah satu konsep yang diperkenalkan di lingkungan komunitas adalah Roleplay GTA, yaitu metode roleplay yang dikembangkan oleh Wleo untuk menghasilkan pengalaman interaksi AI yang lebih terstruktur sesuai karakter dan skenario tertentu. Konsep ini menjadi salah satu pembahasan yang dikenal di dalam komunitas Yoruka.Official.Selain mengelola komunitas, Wleo juga mengembangkan berbagai eksperimen dan pembelajaran terkait AI sebagai bagian dari aktivitas komunitas.Struktur Kepengurusan Yoruka.OfficialBerdasarkan informasi yang disampaikan oleh komunitas, berikut susunan pengurus Yoruka.Official:OwnerWleoUsername: WleooAdminHeheZamxDerRapsA.e.aMenjadi Wadah KolaborasiYoruka.Official dibangun dengan tujuan menciptakan ruang kolaborasi bagi anggota yang memiliki ketertarikan terhadap teknologi, AI, maupun pengembangan ide kreatif. Melalui diskusi dan kerja sama antaranggota, komunitas ini terus mengembangkan berbagai konsep yang diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang positif.Ke depan, Yoruka.Official berkomitmen untuk terus mengembangkan komunitas dan memperluas ruang kolaborasi bagi para anggotanya dalam mengikuti perkembangan teknologi yang terus berubah.

3.52 PM
WIB
Mahasiswa KKN USM Sosialisasikan Hukum Digital, Ajak Remaja RW 3 Purwoyoso Cerdas Bermedia Sosial
JATENGKU.COM, Semarang — Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum Universitas Semarang (USM), melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM XXVIII, menyelenggarakan program kerja individu bertema “Cerdas Digital, Sadar Hukum: Sosialisasi Undang-Undang ITE dan Sistem Peradilan Pidana Anak bagi Remaja”. Program kerja individu ini disusun oleh Ilham Adi Prakoso berdasarkan hasil observasi lapangan dan koordinasi dengan warga setempat. Kegiatan dilaksanakan di RW 3, Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, pada Minggu (12/7/2026) pukul 16.30 WIB.Kegiatan tersebut dihadiri oleh sekitar 10 warga, khususnya remaja setempat, yang antusias mengikuti sesi sosialisasi hingga selesai. Program ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa Fakultas Hukum terhadap isu hukum digital yang kian marak menjerat kalangan muda.Latar belakang kegiatan berangkat dari temuan observasi lapangan yakni masih rendahnya pemahaman remaja di RW 3 mengenai batasan hukum dalam bermedia sosial. Banyak remaja aktif menggunakan media sosial setiap hari, namun belum menyadari bahwa unggahan, komentar, maupun konten yang dibagikan dapat berujung pada jerat hukum apabila melanggar Undang-Undang ITE. Observasi juga menunjukkan masih beredarnya anggapan keliru bahwa pelajar di bawah umur kebal dari proses hukum.Program kerja ini bertujuan memberikan edukasi hukum digital secara sederhana dan mudah dipahami bagi remaja di RW 3, sehingga mereka mampu bermedia sosial secara lebih aman dan bertanggung jawab. Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami pasal-pasal UU ITE yang rawan menjerat anak muda, ketentuan dalam Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak, serta panduan praktis “THINK” sebagai rumus sederhana sebelum memposting maupun berkomentar di media sosial. Pemahaman ini menjadi bekal penting agar generasi muda RW 3 lebih bijak dalam menghadapi dunia digital.“Banyak remaja mengira bermain media sosial itu aman-aman saja selama menggunakan akun palsu atau nama samaran, padahal semua jejak digital bisa dilacak. Melalui kegiatan ini, saya ingin mengajak mereka untuk lebih berhati-hati, bukan menakut-nakuti, tetapi membekali agar tidak salah langkah,” ujar Ilham dalam sesi sosialisasi.Kegiatan mendapat sambutan baik dari warga setempat yang menilai sosialisasi semacam ini penting dan perlu terus dilakukan secara berkelanjutan, mengingat perkembangan dunia digital yang semakin pesat dan risiko hukum yang menyertainya bagi generasi muda.Kegiatan berlangsung interaktif dan partisipatif dengan suasana santai layaknya obrolan, bukan ceramah formal, agar materi hukum lebih mudah dicerna oleh peserta yang mayoritas remaja. Selain pemaparan materi, peserta juga diajak mengisi evaluasi pemahaman berupa pre-test dan post-test sederhana. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai batasan hukum dalam bermedia sosial setelah mengikuti kegiatan.“Melalui program ini, peserta diberikan pemahaman dasar mengenai aturan hukum dalam bermedia sosial dan langkah sederhana yang dapat langsung diterapkan sehari-hari. Harapannya, kesadaran hukum digital ini dapat terus ditularkan ke lingkungan sekitar mereka,” ujar Ilham.Sebagai penutup rangkaian kegiatan, panitia mengadakan sesi foto bersama sebagai dokumentasi. Program kerja KKN ini menjadi wujud nyata peran aktif mahasiswa Ilmu Hukum FH USM dalam mendukung penguatan kesadaran hukum digital di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda, melalui transfer pengetahuan praktis yang tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga membuka ruang dialog dan diskusi langsung dengan warga.









