MAHESA Mojoagung UPGRIS 2026 Kembangkan Sikujang, Kerajinan Kulit Jagung yang Bernilai Ekonomi
JATENGKU.COM, Kendal – Seni kerajinan kulit jagung atau yang dikenal dengan nama Sikujang terus berkembang sebagai salah satu produk kreatif yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan. Kerajinan ini memanfaatkan kulit jagung yang sebelumnya dianggap limbah menjadi berbagai karya seni yang menarik dan bermanfaat.
Salah satu pelaku kerajinan kulit jagung, MAHESA dari Desa Mojoagung, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal, mengatakan bahwa bahan baku kulit jagung mudah diperoleh dari hasil panen masyarakat setempat. Dengan proses pengeringan, pewarnaan, dan pembentukan yang teliti, kulit jagung dapat diubah menjadi bunga hias, gantungan kunci, hiasan dinding, dan berbagai produk suvenir lainnya.

“Kerajinan kulit jagung memiliki nilai jual yang cukup baik dan dapat menjadi peluang usaha bagi masyarakat,” ujar sela saat ditemui pada kegiatan pameran kerajinan di Plantungan, Minggu (28/6/2026).
Selain memberikan manfaat ekonomi, Sikujang juga membantu mengurangi limbah pertanian yang sering kali tidak dimanfaatkan. Melalui kreativitas dan inovasi, limbah kulit jagung dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai seni tinggi dan diminati berbagai kalangan.

Masyarakat berharap kerajinan Sikujangg dapat terus berkembang melalui dukungan pelatihan, promosi, dan pemasaran yang lebih luas. Dengan demikian, kerajinan kulit jagung tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan para perajinnya.
Keberadaan Sikujang menjadi bukti bahwa limbah pertanian dapat diubah menjadi karya kreatif yang bermanfaat, bernilai ekonomi, dan mendukung pelestarian lingkungan.
Penulis: Renitha Nafra
Mahasiswa Universitas PGRI Semarang, Program Studi Manajemen
Editor Jatengku.com lulusan S1 Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro (UNDIP). Berpengalaman lebih dari 10 tahun dalam pengelolaan media online.