JATENGKU.COM, Salatiga — Suasana hangat dan penuh semangat terasa di kegiatan Grand Opening Kelas Bimbingan Haji KBIHU Multazam Salatiga yang digelar pada Minggu, 21 Juni 2026. Kegiatan ini tidak hanya menjadi awal pembinaan bagi calon jamaah haji tahun 2027, tetapi juga menjadi momentum istimewa untuk menyambut kepulangan jamaah haji tahun 2026 yang baru saja kembali dari Tanah Suci.
Acara diawali dengan pembukaan oleh Ibu Ita Kusuma selaku pembawa acara, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne KBIHU Multazam. Suasana khidmat yang tercipta menjadi pertanda dimulainya perjalanan panjang calon jamaah haji menuju Baitullah.
Ketua KBIHU Multazam, Drs.H. Takarina, dalam laporannya menyampaikan bahwa pada musim haji tahun 2026 KBIHU Multazam telah membimbing sekitar 45 jamaah yang berasal tidak hanya dari Kota Salatiga, tetapi juga dari Kabupaten Semarang dan wilayah sekitarnya. Menariknya, antusiasme masyarakat untuk bergabung terus meningkat. Hingga kegiatan Grand Opening dilaksanakan, jumlah calon jamaah haji tahun 2027 yang telah mendaftar tercatat lebih dari 50 orang.
Peningkatan kepercayaan masyarakat tersebut mendapat perhatian khusus dari Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Salatiga, Prof. Dr. H. Sa’adi, M.Ag., yang secara resmi membuka kelas baru bimbingan haji tahun 2027.
Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa KBIHU Multazam tidak pernah merasa puas dengan capaian yang telah diraih. Setiap tahun, setelah jamaah kembali dari Tanah Suci, KBIHU Multazam selalu melakukan evaluasi dengan mendengarkan langsung testimoni para alumni.
“Testimoni jamaah menjadi bahan evaluasi yang sangat berharga agar layanan KBIHU Multazam terus berkembang dan mampu memberikan pelayanan yang benar-benar paripurna kepada calon tamu Allah,” ungkapnya.
Momentum yang paling dinanti peserta adalah sesi testimoni dari jamaah haji tahun 2026. Pada kesempatan tersebut, Hj. Dian Indrihartani, S.Sos, M.Pd., salah satu jamaah yang juga merupakan pengajar SMA Negeri 3 Salatiga, menyampaikan pengalamannya selama mengikuti bimbingan dan melaksanakan ibadah haji.
Menurutnya, pembekalan yang diberikan KBIHU Multazam sangat lengkap dan sistematis, sehingga jamaah merasa lebih siap menghadapi berbagai situasi selama berada di Tanah Suci.
“Kami tidak hanya dibekali ilmu manasik, tetapi juga kesiapan mental dan kemandirian dalam menjalankan ibadah. Bekal inilah yang sangat membantu kami sejak keberangkatan, saat menjalankan ibadah haji, hingga kembali ke tanah air,” tuturnya.
Kepuasan tersebut bahkan ia bagikan kepada berbagai kolega di lingkungan kerjanya. Melalui peran suaminya yang merupakan salah satu pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Salatiga, praktik baik pelayanan KBIHU Multazam juga turut dikenal lebih luas oleh masyarakat.
Sebagai bentuk komitmen pelayanan yang berkelanjutan, KBIHU Multazam juga menyerahkan sertifikat bimbingan manasik kepada para alumni jamaah haji tahun 2026. Penyerahan sertifikat dilakukan secara simbolis kepada ketua rombongan dan para ketua regu Multazam 2026.
Kegiatan semakin istimewa dengan kehadiran Kepala Kantor Kementerian Haji Kota Salatiga, Hj. Fuadah Maria Ulfa, S.H.I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada KBIHU Multazam yang selama ini telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempersiapkan calon jamaah haji.
Beliau mengingatkan agar calon jamaah haji tahun 2027 mulai mempersiapkan diri sejak sekarang, baik terkait kelengkapan administrasi maupun kesiapan istitaah atau kemampuan fisik untuk melaksanakan ibadah haji.
Lebih lanjut, beliau juga memberikan apresiasi kepada jamaah KBIHU Multazam yang dinilai berhasil menunjukkan karakter jamaah yang kompak, mandiri, dan mabrur selama pelaksanaan ibadah haji.
“Sikap saling membantu, kebersamaan, dan kepedulian sosial yang ditunjukkan jamaah Multazam selama di Tanah Suci merupakan modal penting dalam mewujudkan haji yang berkualitas,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ibu Fenty Kusumorini, ST turut memaparkan kurikulum bimbingan haji tahun 2027 yang akan dilaksanakan oleh KBIHU Multazam. Selain itu, disampaikan pula perkembangan pembangunan fasilitas baru berupa El Haram Dome yang saat ini progresnya telah mencapai sekitar 65 persen. Fasilitas tersebut dirancang sebagai pusat kegiatan manasik haji yang dapat dimanfaatkan oleh KBIHU Multazam maupun Kementerian Haji Kota Salatiga.
Optimisme semakin terasa ketika sejumlah calon jamaah haji tahun 2027 menyampaikan alasan mereka memilih bergabung dengan KBIHU Multazam. Salah seorang peserta mengungkapkan bahwa dirinya tertarik karena metode pembelajaran yang sederhana, mudah dipahami, namun tetap sesuai tuntunan syariat.
Menurutnya, salah satu keunggulan KBIHU Multazam adalah pembentukan karakter jamaah yang mandiri. Bekal ini sangat penting agar jamaah tetap tenang dan mampu melaksanakan ibadah dengan baik meskipun suatu saat terpisah dari rombongan saat berada di Tanah Suci.
Grand Opening ini menjadi bukti bahwa KBIHU Multazam tidak hanya mempersiapkan jamaah untuk berangkat ke Baitullah, tetapi juga membentuk pribadi-pribadi yang siap menjadi tamu Allah dengan bekal ilmu, kemandirian, dan semangat kebersamaan. Dari alumni yang baru pulang hingga calon jamaah yang baru memulai perjalanan, seluruhnya dipersatukan oleh satu harapan yang sama: meraih haji yang mabrur dan membawa keberkahan bagi umat. (Guswit)
