JATENGKU.COM, SEMARANG — Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T), Tim KKN-T 110 Kelompok 4 Universitas Diponegoro (Undip) telah menyelenggarakan kegiatan Cek Kesehatan dan Pemberian Makanan Tambahan untuk Wanita Usia Subur (WUS). Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Kelurahan Tinjomoyo dan diikuti oleh 25 peserta WUS dari RW 01 hingga RW 08.

Pengecekan Gula Darah dan Asam Urat WUS di Kelurahan Tinjomoyo.

Acara dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan pencatatan data registrasi peserta dan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan meliputi pengukuran tekanan darah, pengecekan gula darah, dan pengecekan asam urat. Pemeriksaan dilakukan karena status kesehatan WUS berperan besar dalam menentukan kualitas kehamilan dan pertumbuhan janin, sehingga hal tersebut menjadi salah satu langkah strategis dalam pencegahan stunting sejak sebelum kehamilan.

Edukasi Penyakit Cacingan dan Pemberian Obat Cacing kepada WUS di Kelurahan Tinjomoyo.

Setelah pemeriksaan, peserta mengikuti sesi edukasi penyakit cacingan yang disampaikan menggunakan media leaflet. Materi yang diberikan menjelaskan penyebab, cara penularan, dan dampak infeksi cacing terhadap kesehatan, termasuk penurunan penyerapan zat gizi yang dapat berdampak pada tumbuh kembang anak saat kehamilan.

Mahasiswa KKN-T mengimbau para peserta untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta mengonsumsi obat cacing rutin setiap 6 bulan.

Sebagai tindak lanjut, dilakukan pemberian obat cacing kepada seluruh WUS yang sedang tidak dalam masa kehamilan dan menyusui. Langkah ini membantu mencegah infeksi cacing yang menjadi salah satu risiko stunting.

Pemberian Makanan Tambahan kepada WUS di Kelurahan Tinjomoyo.

Kegiatan dilanjutkan dengan edukasi kebutuhan mikronutrien untuk WUS, yang menekankan pentingnya zat besi, asam folat, vitamin A, dan iodium dalam menjaga kesehatan reproduksi serta mengurangi risiko berat badan lahir rendah atau mengalami stunting.

Sebagai bentuk dukungan tambahan terhadap status gizi WUS, Mahasiswa KKN-T membagikan makanan tambahan berupa tahu dan tempe. Menu ini dipilih karena diketahui memiliki kandungan protein yang tinggi dan bermanfaat untuk kesehatan WUS, juga menjadi contoh nyata dari penerapan gizi seimbang dalam pencegahan dan penurunan angka stunting di Kelurahan Tinjomoyo.

Kegiatan tersebut mendapatkan respon positif dari para peserta. “Kegiatan ini sangat bermanfaat, apalagi kami bisa tahu kondisi kesehatan sendiri, mendapat obat cacing, belajar soal gizi, dan dapat makanan tambahan. Jadi lebih semangat menjaga kesehatan sebelum hamil.” ujar salah salah satu peserta (26/05/25).

Harapannya, para wanita usia subur di Kelurahan Tinjomoyo semakin sadar bahwa pencegahan stunting dimulai jauh sebelum kehamilan dengan menjaga kesehatan, menghindari infeksi cacing, memenuhi kebutuhan gizi, dan membiasakan pola makan bergizi seimbang.

Penulis: Radifa Medina Hidayat

Editor: Handayat