JATENGKU.COM, REMBANG – Halaman SDN 4 Kutoharjo mendadak riuh dengan suara sirine dan antusiasme ratusan siswa pada Selasa (31/03/2026). Bukan karena keadaan darurat, melainkan hadirnya program edukasi “Damkar Goes to School” yang diinisiasi oleh mahasiswa Magang Kependidikan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS).
Kegiatan ini menjadi terobosan baru dalam metode pembelajaran luar kelas di SDN 4 Kutoharjo. Melalui kolaborasi apik antara mahasiswa magang dan Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Rembang, siswa tidak hanya diajak menghafal teori, tetapi terjun langsung merasakan simulasi penyelamatan diri dan pemadaman api.
Mahasiswa Magang UPGRIS berperan aktif sebagai fasilitator yang menjembatani materi teknis dari petugas Damkar ke bahasa yang mudah dipahami anak-anak. Siswa diajarkan mengenai segitiga api, bahaya bermain korek gas, hingga langkah pertama yang harus dilakukan jika melihat kepulan asap di dalam rumah atau sekolah.
Puncak acara ditandai dengan aksi simulasi pemadaman api. Beberapa siswa dengan bimbingan petugas mencoba memadamkan api menggunakan metode tradisional kain basah dan alat pemadam api ringan (APAR).
Kami ingin memberikan pengalaman belajar yang berkesan. Selama ini anak-anak mungkin hanya melihat mobil pemadam dari jauh, hari ini mereka belajar cara kerja pahlawan pemadam kebakaran dan bagaimana cara menyelamatkan diri secara mandiri,” ujar perwakilan mahasiswa Magang Kependidikan UPGRIS.

Suasana semakin meriah saat petugas Damkar menunjukkan kekuatan semprotan air dari armada mobil pemadam. Di bawah arahan mahasiswa magang, ratusan siswa berbaris rapi mengikuti simulasi evakuasi sambil merasakan sensasi “hujan buatan” yang diciptakan oleh petugas.
Pihak sekolah mengapresiasi penuh inisiatif mahasiswa UPGRIS ini. Program mitigasi bencana seperti ini dinilai sangat krusial diberikan sejak bangku sekolah dasar guna membentuk karakter siswa yang tanggap dan berani dalam menghadapi situasi darurat.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara siswa, guru, petugas Damkar, dan mahasiswa Magang UPGRIS di depan mobil pemadam yang menjadi ikon kebanggaan dalam acara tersebut.







