JATENGKU.COM, SEMARANG – Mahasiswa Program Pengalaman Lapangan (PPL) magang kependidikan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) tahun 2026 mengadakan kegiatan sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang dipadukan dengan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di SDN Lempongsari, Kota Semarang, pada Jumat (10/4/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya hidup sehat melalui pemanfaatan tanaman obat.
Program SPAB dilaksanakan sebagai upaya edukatif untuk membekali siswa dengan pengetahuan dasar dalam menghadapi berbagai potensi bencana, seperti gempa bumi dan banjir. Dalam penyampaiannya dijelaskan bahwa bencana dapat terjadi sewaktu-waktu, sehingga diperlukan kesiapan yang baik untuk meminimalkan risiko dan dampaknya.

Salah satu mahasiswa PPL magang kependidikan UPGRIS 2026, Fadya Nur Shinta, menyampaikan bahwa kegiatan ini berfokus pada pemberian pemahaman kepada siswa mengenai tindakan yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana. “Kami mengedukasi siswa tentang pentingnya kesiapsiagaan, mulai dari mengenali potensi bahaya, menyiapkan perlengkapan darurat, hingga memahami jalur evakuasi,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan materi terkait langkah-langkah persiapan menghadapi bencana, seperti menyusun rencana darurat, menyiapkan kotak P3K, serta memahami prosedur keselamatan saat terjadi gempa maupun banjir. Mahasiswa juga menyiapkan contoh tanaman TOGA seperti pala, kunyit, jahe dan kencur agar siswa lebih mengetahui bentuk dan manfaat dari tanaman TOGA tersebut. Selain itu, siswa juga diajarkan untuk tetap tenang, melindungi diri, dan mengikuti instruksi guru ketika berada dalam situasi darurat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik penanaman TOGA di lingkungan sekolah. Berbagai jenis tanaman seperti jahe, kunyit, kencur, dan serai ditanam bersama siswa sebagai bentuk pembelajaran langsung mengenai manfaat tanaman obat bagi kesehatan.
“Kami berharap siswa tidak hanya memiliki kesiapan dalam menghadapi bencana, tetapi juga mampu menerapkan pola hidup sehat melalui pemanfaatan tanaman obat di lingkungan sekitar,” tambah Fadya.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut. Kepala SDN Lempongsari menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat positif bagi siswa. “Melalui kegiatan ini, siswa menjadi lebih memahami cara menghadapi bencana serta pentingnya menjaga kesehatan,” ungkapnya.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung, baik saat mengikuti sosialisasi maupun praktik penanaman TOGA. Salah satu siswa mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan pengetahuan baru. “Sekarang saya tahu apa yang harus dilakukan saat gempa, yaitu berlindung dan tetap tenang,” ujarnya.
Kegiatan yang berlangsung selama beberapa jam ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan siswa terhadap bencana sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini.
Program PPL magang kependidikan UPGRIS 2026 ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran nyata di lapangan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mengembangkan kemampuan mengajar, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan sehat.







