JATENGKU.COM, Semarang — Suasana berbeda terasa di SDN Lamper Tengah 02 Semarang pada Jumat, 6 Maret 2026. Mahasiswa Magang Kependidikan dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar kegiatan edukasi memilah sampah bersama siswa kelas V sebagai bentuk aksi nyata dalam menghadapi perubahan iklim. Kegiatan ini dikemas secara kreatif melalui simulasi yang melibatkan langsung para siswa.
Berbeda dari pembelajaran di kelas pada umumnya, mahasiswa UPGRIS mengawali kegiatan dengan cara yang tidak biasa. Para siswa kelas V diminta untuk mempraktikkan simulasi membuang sampah sembarangan. Dari simulasi sederhana itu, mahasiswa kemudian memberikan edukasi langsung mengenai pentingnya memilah sampah dan dampaknya terhadap lingkungan serta perubahan iklim.
Pendekatan simulasi ini pun berhasil menarik perhatian siswa. Suasana pembelajaran yang biasanya monoton berubah menjadi lebih hidup dan interaktif. Siswa tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga merasakan sendiri bagaimana kebiasaan kecil seperti membuang sampah sembarangan bisa berdampak besar bagi bumi.
Wali kelas V, Bu Agnes Rinawati, S. Pd., mengapresiasi metode yang digunakan oleh mahasiswa magang dalam menyampaikan materi. “Saya rasa cara seperti ini lebih mudah dipahami anak-anak. Daripada cuma dijelaskan di kelas, mereka langsung lihat dan praktik sendiri,” ujarnya.

Antusiasme siswa pun terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Salah satu siswa kelas V, Safira Putri Anatasya, mengaku mendapat banyak pelajaran baru dari kegiatan tersebut. “Senang banget, Kak! Aku baru tahu kalau buang sampah itu nggak boleh asal masukin, harus dipilah dulu” katanya dengan semangat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program magang kependidikan mahasiswa UPGRIS yang tidak hanya berfokus pada proses belajar mengajar di kelas, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk berkontribusi nyata bagi lingkungan sekolah dan masyarakat sekitarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UPGRIS berharap kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga lingkungan dapat terus tumbuh dan terbawa hingga ke rumah masing-masing. Langkah kecil seperti memilah sampah, jika dilakukan bersama-sama, diyakini mampu memberikan dampak besar dalam memperlambat laju perubahan iklim yang semakin mengkhawatirkan.







