JATENGKU.COM, KLATEN — Desa Tirtomarto, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten kembali melangkah maju dalam pengembangan potensi wisata. Lokamerta, destinasi wisata yang dikenal dengan keasriannya, kini bersiap memperluas area joglo dengan konsep edukasi yang menggabungkan literasi, seni, teknologi, dan ekowisata.

Inisiatif ini digagas oleh Mahasiswa KKN Undip Tim 56 Kelompok 3, yang merancang layanan wisata sebagai referensi bagi pengelola Lokamerta dalam rencana ekspansi tersebut pada Senin (11/08/2025).

Joglo Dengan Konsep Wisata Edukasi

Rancangan ini menghadirkan pojok baca yang diisi dengan modul-modul interaktif mengenai pemanfaatan hasil bumi lokal, rancangan pojok baca di joglo Lokamerta ini digagas oleh Rizal Raharjo dari Sastra Inggris dan dibantu oleh Amelia Hayu Rivetra dari Bioteknologi sebagai penyedia modul untuk pemanfaatan hasil bumi lokal.

Fasilitas ini dirancang untuk menjadi sarana edukasi bagi pengunjung, terutama anak-anak dan pelajar, agar memahami potensi dan nilai tambah dari sumber daya alam yang ada di sekitar kawasan wisata. Hal ini mengacu pada pertimbangan tentang minat baca masyarakat Indonesia yang menurun secara signifikan.

Selain itu, joglo ini juga akan dilengkapi eco-printing kit yang memungkinkan pengunjung mencoba teknik cetak kain ramah lingkungan menggunakan bahan alami seperti daun dan bunga. Hal ini diinisiasi oleh Yekti Setyaji dari program studi Biologi. Aktivitas ini diharapkan mampu menumbuhkan kreativitas sekaligus kesadaran akan pentingnya pelestarian alam.

Dengan adanya eco-printing kit, para pengunjung Lokamerta diharapkan bisa menuangkan ide-ide yang mereka miliki menggunakan bahan yang ramah lingkungan dan mudah dibuat dikarenakan bahan yang bisa dicari di sekitar daerah Lokamerta. Dengan menyediakan kit eco-printing, Lokamerta diharapkan dapat menarik minat generasi muda, mengingat kegiatan ini sedang menjadi tren populer.

Sebagai penguatan konsep ecotourism, kawasan ini juga akan menampilkan tanaman hias hasil budidaya lokal, konsep ecotourism ini diprakarsai oleh Tasya Asiyah dari program studi Biologi. Tanaman-tanaman ini tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai jenis tanaman, manfaatnya, serta peluang usaha yang dapat dikembangkan masyarakat setempat. Pengadaan ecotourism juga diharapkan dapat menyediakan tempat untuk para pecinta tanaman yang belakangan ini marak dilakukan oleh berbagai kalangan, sehingga diharapkan dapat mendongkrak wisatawan untuk berwisata di Lokamerta.

Tidak kalah penting dari poin-poin sebelumnya, kelistrikan menjadi hal vital yang harus benar-benar diperhatikan oleh para pengelola Lokamerta guna mendukung konsep-konsep yang telah dijabarkan sebelumnya. Oleh karena itu, dilakukan pembenahan instalasi listrik di area joglo dan sekitarnya oleh Noor Aqila Zayyana Fikki dari program studi Teknik Elektro.

Rancangan ini bertujuan untuk memastikan keamanan, mendukung kebutuhan operasional fasilitas baru, serta memberikan kenyamanan bagi pengunjung, terutama saat digunakan untuk kegiatan edukasi dan kreatif yang memerlukan pasokan listrik stabil.

Peningkatan Manajemen Pelayanan Tidak Kalah Penting dari Rancangan Pembangunan

Peningkatan manajerial yang dilakukan mencakup beberapa aspek, antara lain penyusunan strategi pemasaran oleh Muhammad Rifky Mustari (Manajemen), penyediaan kotak kritik dan saran baik secara fisik maupun melalui kode QR oleh Shofi Salsabila Dwi Vanda (Administrasi Publik), pemberian template dan materi perjanjian kerja oleh Tanaya Nareswari (Hukum), serta pembuatan sistem electronic ticketing oleh Wildan Hidayaturrohman dan Nabila Syahadati Arsha (Matematika) yang menjadi bagian penting dalam rencana pengembangan joglo Lokamerta kali ini.

Dari sisi pelayanan, sistem tiket yang dulunya hanya bisa dipesan secara offline saat ini sudah dibuatkan menjadi electronic ticketing guna mempermudah pemesanan tiket. Hal ini juga bisa membuat daya tarik masyarakat terhadap lokasi wisata Lokamerta menjadi lebih tinggi karena konsep pemesanan tiketnya sudah mengikuti perkembangan zaman dan tidak terpatok pada konsep yang sudah terlalu biasa untuk digunakan.

Sebagai bentuk kepedulian dari pengurus Lokamerta terhadap kenyamanan pelanggan wisata Lokamerta, di berbagai titik di sekitar joglo juga akan dipasang kode QR yang mengarahkan pengunjung ke formulir kritik dan saran secara digital. Dengan adanya qr para pelanggan akan merasa lebih bebas untuk menyampaikan aspirasi mereka tentang pandangan mereka terhadap wisata Lokamerta. Bagi yang lebih nyaman dengan metode manual, tersedia kotak kritik dan saran yang terletak di bagian pintu keluar Mini Zoo.

Guna menguatkan sistem manajemen wisata, ekspansi ini juga mencakup penyusunan materi strategi pemasaran berupa strategi secara daring maupun luring, strategi daring yang diusung merupakan pembuatan video yang bisa meningkatkan daya tarik wisata ini dan strategi luring yang diusung yaitu berupa brosur, template, dan proposal ke sekolah-sekolah yang ada dengan mengajak anak-anak sekolah ini untuk melakukan study tour ke Lokamerta.

Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengelola Lokamerta, diberikan materi dan template perjanjian kerja yang sesuai peraturan perundang-undangan. Langkah ini tidak hanya bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi pekerja, tetapi juga menetapkan batasan hak dan kewajiban yang jelas antara pihak-pihak terkait. Perlindungan hukum untuk kerja sama eksternal turut diperkuat melalui penyediaan materi dan template MoU.

Dengan rancangan pengembangan ini, Lokamerta diharapkan dapat menjadi percontohan wisata berbasis edukasi dan ecotourism di Kabupaten Klaten yang memadukan pelestarian budaya, pemanfaatan sumber daya alam, dan inovasi teknologi demi keberlanjutan pariwisata.

Editor: Handayat