JATENGKU.COM, SemarangMahasiswa Magang Kependidikan Universitas PGRI Semarang melaksanakan kegiatan Gerakan Sekolah Ramah Lingkungan: Pembuatan Komposter sebagai Upaya Mengatasi Perubahan Iklim di SDN Tlogosari Wetan 01. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran siswa dalam mengelola sampah organik menjadi kompos yang bermanfaat serta sebagai langkah sederhana dalam mengurangi dampak perubahan iklim.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (06/4) dengan melibatkan siswa kelas 4A dan 4B serta guru kelas. Mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan melalui pengolahan sampah organik. Edukasi dilakukan dengan metode yang menarik, seperti penjelasan interaktif, demonstrasi pembuatan komposter, serta praktik langsung oleh siswa.

Guru pamong di SDN Tlogosari Wetan 01 memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa program yang dibawakan mahasiswa sangat relevan dengan kondisi lingkungan saat ini serta mendukung pembelajaran berbasis praktik.

“Program ini sangat baik karena siswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pembuatan komposter. Melalui kegiatan ini, siswa menjadi lebih aktif, antusias, dan mudah memahami materi yang disampaikan. Mereka tidak hanya mengetahui konsep menjaga lingkungan secara umum, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pengalaman langsung tersebut, kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pun semakin meningkat,” ungkapnya.

Guru kelas juga turut memberikan respon positif terhadap kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa ”kegiatan pembuatan kompos berjalan dengan baik, materi disampaikan secara jelas dan mudah dipahami, serta mampu mengintegrasikan teori dan praktik sehingga siswa lebih antusias dan memahami pentingnya pengelolaan sampah organik serta kepedulian terhadap lingkungan”, ungkap Bu Umi, Guru Kelas 4B.

Guru kelas lainnya memberikan respon positif terhadap kegiatan tersebut. Ia menyampaikan ”Kami sangat apresiasinya terhadap semangat mahasiswa PPL dalam menghadirkan pembelajaran yang menarik dan interaktif, sehingga mampu meningkatkan antusiasme siswa”. Ia juga berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam berinteraksi dan mengajar di masa depan. Ungkapnya (Guru kelas 4A, Bu Friska)

Lawan Perubahan Iklim, Mahasiswa Magang Kependidikan UPGRIS dan Siswa SDN Tlogosari Wetan 01 Ubah Sampah Jadi Kompos

Selain penyampaian materi, siswa juga diajak untuk melakukan praktik langsung di lapangan dengan membuat komposter sederhana. Siswa mempraktikkan cara memilah sampah organik, memasukkan ke dalam wadah komposter, serta memahami proses pembusukan hingga menjadi pupuk kompos. Kegiatan praktik ini membuat siswa lebih aktif dan antusias dalam mengikuti pembelajaran.

Salah satu mahasiswa magang menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangun kebiasaan peduli lingkungan sejak dini. “Melalui pembuatan komposter, kami ingin siswa memahami bahwa sampah organik dapat dimanfaatkan kembali dan berperan dalam mengurangi dampak perubahan iklim,” ujarnya.

Salah satu siswa juga mengungkapkan rasa senangnya mengikuti kegiatan tersebut. “Aku senang karena bisa langsung praktik membuat komposter. Jadi tahu kalau sampah bisa jadi sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini karena dinilai mampu meningkatkan kesadaran lingkungan siswa. Guru-guru berharap kegiatan pembuatan komposter ini dapat terus diterapkan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di rumah.

Lawan Perubahan Iklim, Mahasiswa Magang Kependidikan UPGRIS dan Siswa SDN Tlogosari Wetan 01 Ubah Sampah Jadi Kompos
Lawan Perubahan Iklim, Mahasiswa Magang Kependidikan UPGRIS dan Siswa SDN Tlogosari Wetan 01 Ubah Sampah Jadi Kompos

Sebagai bentuk tindak lanjut, mahasiswa magang juga memberikan contoh pengelolaan sampah sederhana yang dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengolah sampah organik menjadi kompos melalui komposter serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi program sesaat, tetapi mampu membentuk budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa magang Universitas PGRI Semarang berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam membentuk generasi yang peduli lingkungan serta mampu berperan aktif dalam mengatasi dampak perubahan iklim sejak dini. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi siswa untuk memahami keterkaitan antara perilaku sehari-hari dengan kondisi lingkungan di sekitarnya.

Editor: Handayat

Tag