JATENGKU.COM, Semarang — Mahasiswa dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) yang tergabung dalam program Magang Kependidikan melakukan kegiatan sosialisasi tentang Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang diikuti oleh siswa kelas 4 dan 5. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana banjir, terutama dalam hal mitigasi, tindakan saat terjadi bencana, serta upaya penyelamatan diri secara mandiri dan tepat.
Materi yang disampaikan berfokus pada “Bencana Banjir di Lingkungan Sekolah”. Pada sesi awal, siswa diberikan pemahaman mengenai upaya penanggulangan sebelum terjadi banjir, seperti tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan lingkungan, serta pentingnya menjaga saluran air agar tetap lancar. Pengetahuan ini diharapkan mampu membentuk kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari terutama di lingkungan sekolah.

Selanjutnya, siswa diberikan penjelasan mengenai cara evakuasi saat terjebak banjir dengan tepat. Pemahaman ini penting agar siswa dapat mengambil tindakan yang benar ketika menghadapi situasi darurat akibat banjir. Mahasiswa magang menjelaskan langkah-langkah evakuasi, seperti tetap tenang, mencari tempat yang lebih tinggi, mengikuti arahan guru. Selain itu, siswa juga diarahkan untuk selalu mengutamakan keselamatan diri dan membantu teman yang membutuhkan agar proses evakuasi dapat berjalan dengan tertib dan aman.
Kegiatan dilanjutkan dengan simulasi menghadapi banjir di sekolah. Dalam simulasi ini, siswa diajak untuk mempraktikkan secara langsung tindakan yang harus dilakukan, mulai dari tetap tenang, mengikuti arahan guru, hingga membantu teman yang membutuhkan. Simulasi ini menjadi bagian penting agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap dalam praktik.

Untuk memperdalam pemahaman siswa, mahasiswa magang membuka sesi tanya jawab mengenai berbagai permasalahan banjir yang telah disosialisasikan. Sesi ini menjadi ruang diskusi yang dinamis, di mana siswa kelas 4 dan 5 SD Negeri Lamper Tengah 01 Semarang aktif mengajukan pertanyaan maupun menanggapi isu seputar penanganan banjir di sekolah.
Beberapa topik menarik yang muncul dalam diskusi tersebut antara lain cara menyelamatkan diri saat air banjir mulai meninggi serta upaya menjaga lingkungan sekolah agar tetap aman saat musim hujan tiba. Mahasiswa magang memberikan penjelasan yang edukatif dan solutif terhadap setiap keingintahuan siswa.
Sebagai bentuk apresiasi atas keaktifan dan pemahaman mereka, mahasiswa memberikan hadiah kepada siswa yang mampu memberikan tanggapan paling kritis dan solutif selama sesi diskusi. Selain menambah keceriaan, dialog dua arah ini terbukti efektif meningkatkan antusiasme siswa dalam mendalami materi kesiapsiagaan bencana secara lebih mendalam.
Melalui inisiatif SPAB ini, siswa kelas 4 dan 5 SD Negeri Lamper Tengah 01 Semarang diharapkan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan taktis dan sikap sigap menghadapi bencana banjir. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa magang dalam mengaplikasikan ilmu dan berperan aktif dalam pendidikan kebencanaan di sekolah.







