JATENGKU.COM, Semarang — Bencana banjir merupakan tantangan tahunan yang sering dihadapi oleh kota pesisir seperti Semarang, Sebagai upaya membangun kesadaran sejak dini, mahasiswa terjun langsung ke SD Negeri Gayamsari 01 untuk menggelar sosialisasi mengenai dampak dan penanggulangan banjir pada Kamis, 09 April 2026.
Program ini bertujuan membekali generasi muda dengan pengetahuan mitigasi yang tepat guna meminimalisir risiko bencana di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal.

Mengapa Pendidikan Mitigasi Penting di Sekolah Dasar?
Anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan saat terjadi bencana. Namun, mereka juga bisa menjadi agen perubahan (agent of change) yang efektif Melalui edukasi yang tepat, siswa tidak hanya belajar cara menyelamatkan diri, tetapi juga memahami hubungan antara perilaku manusia seperti membuang sampah sembarangandengan risiko banjir yang meningkat.
Dampak dan Penanggulangan
Dalam sosialisasi ini, mahasiswa membedah dua aspek krusial secara interaktif:
Identifikasi Dampak, Siswa diajak memahami bahwa banjir bukan sekadar air yang menggenang, melainkan membawa risiko penyakit kulit, diare, rusaknya fasilitas sekolah, hingga terganggunya proses belajar mengajar.
Langkah Penanggulangan:
1. Pra-Bencana, Menanamkan kebiasaan menjaga kebersihan saluran air dan mengenali tanda-tanda cuaca ekstrem.
2.Saat Bencana, Memberikan panduan praktis mengenai evakuasi mandiri, mematikan arus listrik, dan mengamankan barang-barang berharga seperti buku pelajaran.
Langkah mitigasi yang dilakukan di SD Negeri Gayamsari 01 ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka. Pengetahuan yang didapat siswa diharapkan dapat disebarluaskan ke lingkungan keluarga, sehingga tercipta masyarakat Semarang yang lebih tangguh dan siap siaga dalam menghadapi tantangan alam di masa depan.
Penulis: PPL Mahasiswa Magang Kependidikan SD Negeri Gayamsari 01











