Mahasiswa Tim Hibah MKBM UNS Ajak Pemuda Desa J...

Mahasiswa Tim Hibah MKBM UNS Ajak Pemuda Desa Jrakah Siaga Bencana, Aksi Nyata Membangun Generasi Tangguh Bersama BPBD Boyolali

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, Boyolali — TIM HIBAH MBKM UNS (Desa Jrakah) – Tim MBKM Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bersama Pemerintah Desa Jrakah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali menyelenggarakan kegiatan “Pemuda Siaga Bencana (PSB): Aksi Nyata Generasi Tangguh” di Balai Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali pada Senin (18/05/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 80 pemuda, pemudi, dan relawan Desa Jrakah sebagai upaya meningkatkan kapasitas generasi muda dalam menghadapi risiko bencana di wilayah lereng Merapi–Merbabu.

Desa Jrakah merupakan wilayah yang memiliki potensi ancaman bencana berupa erupsi gunung api, tanah longsor, serta bencana hidrometeorologi lainnya. Kondisi tersebut menuntut adanya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya kalangan pemuda yang memiliki peran strategis sebagai agen perubahan (agent of change) dalam mendukung upaya mitigasi dan penanggulangan bencana di tingkat desa.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Ketua Hibah JARPAK Muhammad Bayu Handoko Saputro, Kepala Desa Jrakah, perwakilan Kecamatan Selo, dan Polsek Selo. Selanjutnya peserta memperoleh edukasi mengenai kebencanaan, kesiapsiagaan masyarakat, potensi bencana di wilayah sekitar, langkah-langkah mitigasi, serta peran aktif pemuda dalam penanggulangan bencana.

Sebagai narasumber utama, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Boyolali memberikan pelatihan Medical First Responder (MFR) Dasar. Materi yang diberikan meliputi konsep pertolongan pertama, kewajiban seorang penolong, tahapan penilaian korban, metode KOMPAK dalam penggalian riwayat korban, penanganan korban pingsan, sesak napas, luka terbuka, memar, terkilir, perdarahan, pembidaian, hingga teknik evakuasi korban secara aman dan tepat.

Mahasiswa Tim Hibah MKBM UNS Ajak Pemuda Desa Jrakah Siaga Bencana, Aksi Nyata Membangun Generasi Tangguh Bersama BPBD Boyolali
Sumber : Dokumentasi Tim MBKM UNS Desa Jrakah (18/05/2026)

Tidak hanya memperoleh materi teoritis, peserta juga mengikuti praktik mitigasi dan simulasi lapangan. Dalam sesi ini peserta mempraktikkan berbagai teknik evakuasi korban seperti tarik selimut, tarik ketiak, rangkak kera, menjulang, dan angkat langsung dengan pendampingan langsung dari Tim TRC BPBD Kabupaten Boyolali. Melalui simulasi tersebut, peserta mendapatkan pengalaman nyata dalam menghadapi situasi kedaruratan bencana.

Mahasiswa Tim Hibah MKBM UNS Ajak Pemuda Desa Jrakah Siaga Bencana, Aksi Nyata Membangun Generasi Tangguh Bersama BPBD Boyolali
Sumber : Dokumentasi Tim MBKM UNS Desa Jrakah (18/05/2026)

Ketua HIBAH MBKM UNS (Desa Jrakah), Muhammad Bayu Handoko Saputro, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran dan kesiapsiagaan pemuda sebagai garda terdepan dalam pengurangan risiko bencana di lingkungan desa.

“Pemuda memiliki peran penting dalam membangun ketangguhan masyarakat. Melalui kegiatan ini kami berharap lahir generasi muda yang tanggap, sigap, dan mampu berkontribusi aktif dalam upaya mitigasi, tanggap darurat, maupun pemulihan pascabencana di Desa Jrakah,” ujarnya.

Kepala Desa Jrakah turut menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia desa dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Dukungan juga diberikan oleh BPBD Kabupaten Boyolali melalui penyediaan narasumber, pendampingan teknis, dan pelatihan kebencanaan bagi peserta.

Kegiatan ini memberikan dampak nyata berupa meningkatnya pengetahuan dan keterampilan peserta mengenai mitigasi bencana, pertolongan pertama, serta teknik evakuasi korban. Selain itu, kegiatan berhasil memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan BPBD dalam mewujudkan masyarakat yang tangguh bencana.

Program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) terutama SDGs 3 (Desa Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan kemampuan pertolongan pertama dan penyelamatan korban, SDGs 4 (Pendidikan Desa Berkualitas) melalui edukasi kebencanaan kepada pemuda, SDGs 11 (Kawasan Permukiman Desa Aman dan Nyaman) melalui penguatan ketangguhan masyarakat terhadap risiko bencana, serta SDGs 13 (Desa Tanggap Perubahan Iklim) melalui peningkatan kapasitas adaptasi dan mitigasi terhadap berbagai ancaman bencana.

Sebagai tindak lanjut, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal pembentukan kelompok pemuda siaga bencana di Desa Jrakah yang mampu berperan aktif dalam kegiatan mitigasi, simulasi kebencanaan, serta edukasi masyarakat secara berkelanjutan. Sinergi antara pemuda, pemerintah desa, BPBD, dan perguruan tinggi diharapkan terus terjalin guna mewujudkan budaya sadar bencana dan meningkatkan ketahanan masyarakat desa terhadap berbagai risiko bencana di masa mendatang.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan