JATENGKU.COM, Pekalongan – Upaya pencegahan stunting memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama keluarga sebagai garda terdepan dalam pemenuhan gizi dan pemantauan tumbuh kembang anak. Berangkat dari semangat tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pekalongan (UNIKAL) melaksanakan program bertajuk “Gerakan Orang Tua Peduli Stunting Melalui Edukasi Gizi, Skrining Pertumbuhan, dan Pendampingan Anak PAUD Nusa Indah Desa Surobayan” pada Kamis (11/06/2026). Di PAUD Nusa Indah, Desa Surobayan, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam mendukung program pemerintah untuk menekan angka stunting melalui pendekatan promotif dan preventif. Dengan melibatkan orang tua, guru PAUD, kader kesehatan, serta anak-anak usia dini, program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang sejak masa awal kehidupan. Menurut Bidan Desa Surobayan, Ibu Ulya, “Masih banyak anak di Desa Surobayan yang mengalami stunting, sehingga diperlukan edukasi dan pendampingan kepada orang tua agar lebih memahami pentingnya pemenuhan gizi dan pemantauan pertumbuhan anak sejak dini.” Pernyataan tersebut menjadi salah satu dasar pelaksanaan program “Gerakan Orang Tua Peduli Stunting” yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN Universitas Pekalongan.
Acara diawali dengan edukasi gizi kepada para orang tua oleh Tim KKN yang terdiri dari mahasiswa jurusan Kesehatan yakni farmasi dan keperawatan yang membahas pentingnya pemenuhan nutrisi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), penyusunan menu bergizi seimbang berbahan pangan lokal, serta pola asuh yang mendukung pertumbuhan optimal anak. Mahasiswa KKN menyampaikan materi secara interaktif melalui diskusi, tanya jawab, dan simulasi penyusunan menu sehat sehingga mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain penyuluhan, mahasiswa juga melaksanakan edukasi sanitasi kepada anak dan orangtua serta skrining pertumbuhan anak dengan mengukur tinggi badan, berat badan, dan membandingkan hasil pengukuran dengan standar pertumbuhan anak sesuai usia. Kegiatan ini bertujuan mendeteksi secara dini adanya risiko gangguan pertumbuhan sehingga orang tua dapat segera melakukan tindak lanjut apabila ditemukan indikasi masalah gizi.
Para guru PAUD menyambut baik program tersebut karena dinilai memberikan manfaat tidak hanya bagi anak-anak, tetapi juga bagi para orang tua yang memperoleh pengetahuan baru mengenai pola makan dan pengasuhan yang benar. Edukasi semacam ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membentuk kebiasaan hidup sehat di lingkungan keluarga.
Kepala PAUD Nusa Indah menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN Universitas Pekalongan atas inisiatif yang dilakukan.
“Kami sangat berterima kasih atas kegiatan ini. Orang tua mendapatkan banyak informasi baru mengenai pencegahan stunting, sedangkan anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan sehingga kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak semakin baik,” ujarnya.
Selain edukasi gizi dan skrining pertumbuhan, kegiatan ini turut menghadirkan bidan dari Puskesmas Wonopringgo sebagai narasumber. Dalam kesempatan tersebut, bidan memberikan sosialisasi mengenai pentingnya pemantauan kesehatan anak secara mandiri di rumah melalui pengamatan warna feses dan warna urine (BAK). Orang tua diajak memahami bahwa perubahan warna feses maupun urine dapat menjadi indikator awal kondisi kesehatan anak, sehingga deteksi dini dapat dilakukan sebelum keluhan berkembang menjadi lebih serius.
Program “Gerakan Orang Tua Peduli Stunting” menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan lembaga pendidikan mampu menghadirkan solusi nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak sejak usia dini. Melalui edukasi yang berkelanjutan, pemantauan pertumbuhan secara rutin, serta keterlibatan aktif orang tua, diharapkan Desa Surobayan dapat menjadi lingkungan yang semakin peduli terhadap tumbuh kembang anak dan berkontribusi dalam mewujudkan generasi sehat, cerdas, dan bebas stunting.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen mahasiswa KKN Universitas Pekalongan dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat, melalui program-program yang memberikan dampak langsung dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat desa.




