JATENGKU.COM, SEMARANG – Upaya pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kembali diperkuat oleh mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 2025 bertema “SEHAT” (Sertifikasi, Ekonomi, Halal, Ayam, Tembalang).
Dalam pelaksanaan KKN-T Tim 131, Nindita Rahma Shalsabila, mahasiswa Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran UNDIP, menjalankan dua program utama untuk mendampingi UMKM Tahu Boss, yaitu:
- Edukasi 5 Kunci Keamanan Pangan
- Pendampingan Simulasi Perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) Berbasis Gizi
Keduanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk dan strategi usaha agar lebih sehat, higienis, dan kompetitif di pasaran.
Edukasi 5 Kunci Keamanan Pangan: Dasar UMKM Sehat dan Higienis
Pada Jumat, 4 Juli 2025, Nindita Rahma melaksanakan edukasi 5 Kunci Keamanan Pangan kepada pelaku usaha Tahu Boss yang berlokasi di Jl. Timoho Raya. Materi yang disampaikan mencakup prinsip dasar keamanan pangan dari WHO: menjaga kebersihan, memisahkan makanan mentah dan matang, memasak dengan benar, menjaga makanan pada suhu aman, serta menggunakan air dan bahan baku yang aman.
Kegiatan ini dikemas dalam bentuk diskusi ringan dan disertai dengan media poster yang langsung dipasang di area produksi.
“Kami ingin pelaku usaha memahami bahwa keamanan pangan bukan hanya untuk kesehatan konsumen, tapi juga bagian penting dari kepercayaan pasar,” ujar Nindita.
Hasilnya, pelaku usaha mulai melakukan penyesuaian, seperti penyediaan tempat cuci tangan, pemisahan alat produksi mentah dan matang, serta perbaikan sanitasi.
Simulasi HPP Berbasis Gizi: Menentukan Harga Jual yang Sehat dan Rasional
Pada Minggu, 6 Juli 2025, Nindita Rahma melanjutkan kontribusinya melalui program pendampingan simulasi perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) berbasis gizi.
Program ini ditujukan untuk membantu pelaku UMKM menetapkan harga jual tahu yang tidak hanya menutup biaya produksi, tetapi juga mempertimbangkan kandungan gizi sebagai nilai tambah produk.
Melalui media poster dan diskusi interaktif, pelaku usaha diajak memahami pentingnya mencantumkan semua komponen biaya—dari bahan baku, tenaga kerja, hingga biaya operasional—dalam perhitungan HPP.
Selain itu, penekanan diberikan pada nilai protein dan energi produk agar dapat ditawarkan sebagai makanan yang sehat dan layak konsumsi. “Menjual tahu bukan hanya soal murah, tapi juga soal layak dan sehat,” jelasnya.

Kolaborasi Gizi dan UMKM Menuju Usaha yang Berdaya Saing
Program KKN-T SEHAT UNDIP 2025 mendorong sinergi lintas disiplin untuk memperkuat daya saing UMKM berbasis keamanan pangan dan nilai ekonomi berkelanjutan. Lewat dua program edukatif yang dijalankan oleh Nindita, UMKM Tahu Boss kini mulai menerapkan prinsip keamanan pangan yang lebih baik dan memahami pentingnya strategi harga berbasis kualitas gizi.
Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan multidisiplin dan edukatif dari mahasiswa KKN tidak hanya berdampak secara teori, tetapi juga praktis dan aplikatif untuk kebutuhan nyata pelaku usaha di lapangan.










